Said Didu Soroti BBM Langka: Rakyat Antre Puluhan Jam, Menteri ESDM Malah Dipuji
INDOVIEWNEWS.COM— Mantan Sekretaris BUMN Muhammad Said Didu melontarkan kritik keras terhadap kondisi energi nasional yang dinilainya berbanding terbalik dengan pujian Presiden Prabowo Subianto terhadap kinerja Menteri ESDM.
Kritik tersebut disampaikan Said Didu melalui akun media sosial X pada Rabu (9/9/2026), dengan menyoroti kesulitan masyarakat memperoleh BBM di sejumlah daerah.
“Rakyat menderita – Menteri dipuji,” tulis Said Didu dalam unggahannya.
Menurut Said Didu, persoalan yang dihadapi masyarakat tidak hanya menyangkut kelangkaan BBM, tetapi juga sejumlah persoalan di sektor energi dan pertambangan.
“Rakyat bingung apa kriteria yang digunakan Presiden untuk menilai Menterinya,” tulisnya.
Ia kemudian menyoroti kondisi distribusi BBM di berbagai daerah yang disebutnya telah berlangsung selama berbulan-bulan.
“Rakyat sudah berbulan-bulan kesulitan dapat BBM di berbagai daerah,” katanya.
Said Didu secara khusus mencontohkan kondisi di Sulawesi Selatan (Sulsel). Ia menyebut masyarakat harus menghabiskan waktu berjam-jam untuk mendapatkan BBM.
“Contoh di Sulsel untuk dapatkan solar harus antri sekitar 36 – 62 jam dan Pertalite sekitar 5-10 jam,” tulis Said Didu.
Selain persoalan BBM, Said Didu juga menyinggung sejumlah masalah lain yang menurutnya memperlihatkan kesemrawutan sektor energi, yakni persoalan RKAB tambang, pemadaman listrik PLN, serta kebijakan DMO batubara.
“Juga masalah RKAB tambang, mati lampu PLN, dan DMO batubara,” ujarnya.
Di tengah berbagai persoalan tersebut, Said Didu mempertanyakan alasan Presiden Prabowo yang disebutnya tetap memberikan pujian terhadap kinerja Menteri ESDM.
“Tapi dibalik kesembrawutan tersebut, setiap saat Presiden @prabowo selalu memujin kinerja Menteri ESDM,” tulisnya.
Pernyataan mengenai kondisi antrean BBM dan persoalan sektor energi tersebut merupakan kritik serta penilaian Muhammad Said Didu yang disampaikan melalui akun media sosial X. Media membuka ruang bagi pihak-pihak yang disebut maupun dikritik dalam pernyataan tersebut, termasuk Kementerian ESDM dan pihak terkait lainnya, untuk memberikan klarifikasi atau tanggapan.
DISCLAIMER : Khusus berita OPINI dalam Rubrik/Kanal OPINI adalah media masyarakat dalam menyampaikan tulisannya, sehingga setiap berita opini di kanal OPINI sepenuhnya menjadi tanggung jawab PENULIS. Oleh karenanya INDOVIEWNEWS.COM terbebas dari segala macam bentuk tuntutan. Jika ada pihak yang berkeberatan atau merasa dirugikan dengan tulisan OPINI, maka sesuai dengan undang-undang pers bahwa pihak tersebut dapat memberikan hak jawabnya kepada PENULIS OPINI atau dapat dikirimkan kepada redaksi INDOVIEWNEWS.COM melalui email yang tertera dalam box redaksi kami. nantinya redaksi INDOVIEWNEWS.COM akan menayangkan tulisan tersebut secara berimbang sebagai bagian dari hak jawab.







