spot_img
spot_img
Minggu, September 13, 2026
BerandaNewsEkonomiEkonom UI: Kabinet Prabowo seperti Preman, Tak Bisa Cari Uang Selain Memalak...

Ekonom UI: Kabinet Prabowo seperti Preman, Tak Bisa Cari Uang Selain Memalak Rakyat

spot_img

Ekonom UI: Kabinet Prabowo seperti Preman, Tak Bisa Cari Uang Selain Memalak Rakyat

INDOVIEWNEWS.COM– Ekonom Universitas Indonesia (UI) Ronnie H. Rusli melontarkan kritik tajam terhadap kondisi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Ia mengibaratkan kabinet saat ini seperti kelompok preman yang bekerja berdasarkan wilayah kekuasaan.

Menurut Ronnie, persoalan utama yang terjadi adalah ketidakmampuan pemerintah mencari sumber penerimaan dan pertumbuhan ekonomi secara wajar, sehingga masyarakat justru terus dibebani berbagai pungutan.

“Saat ini seperti kabinet para preman di daerah kekuasaannya. Preman itu kan tidak tahu cara mencari uang secara decent atau wajar dan keahliannya cuma satu saja, palak atau peras orang-orang di daerah kekuasaannya saja, sama seperti sekarang yang terjadi,” kata Ronnie di akun X (Twitter), Senin (7/9/2026).

BACA JUGA :  Sukseskan Sensus Ekonomi 2026 Masyarakat Diminta Kenali Identitas Atribut Petugas

Pernyataan tersebut disampaikan Ronnie sebagai kritik terhadap arah kebijakan ekonomi pemerintah yang dinilainya terlalu mengandalkan masyarakat sebagai sumber penerimaan.

Sebelumnya, Ronnie juga mengkritik kecenderungan pemerintah yang dinilainya lebih banyak mengandalkan pajak ketika membutuhkan tambahan penerimaan negara. Ia mempertanyakan kemampuan pemerintah dalam mencari investor dan menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi baru. Kritik serupa terhadap ketergantungan pada pajak juga diberitakan sejumlah media pada awal September 2026.

Ronnie menilai pemerintah semestinya memiliki kemampuan untuk menciptakan iklim investasi yang menarik, memperluas kegiatan ekonomi produktif, serta membuka lapangan kerja, bukan sekadar meningkatkan beban masyarakat melalui pungutan.

Menurut dia, apabila pemerintah hanya mengandalkan pungutan terhadap rakyat, maka kebijakan tersebut justru dapat menekan daya beli masyarakat dan memperburuk kondisi perekonomian.

BACA JUGA :  Proyek MBG jadi Sebab Naiknya Harga Ayam, Kata BPS

Kritik Ronnie tersebut menyoroti persoalan yang lebih luas mengenai kemampuan pemerintah dalam mengelola ekonomi. Baginya, negara seharusnya mampu mencari sumber pendapatan melalui aktivitas ekonomi yang produktif dan menciptakan nilai tambah, sehingga penerimaan negara tidak semata-mata bertumpu pada pungutan terhadap masyarakat.

Dengan analogi “kabinet para preman”, Ronnie ingin menggambarkan pemerintah yang menurut pandangannya lebih mengandalkan kekuasaan untuk memperoleh penerimaan ketimbang membangun strategi ekonomi yang produktif.


DISCLAIMER : Khusus berita OPINI dalam Rubrik/Kanal OPINI adalah media masyarakat dalam menyampaikan tulisannya, sehingga setiap berita opini di kanal OPINI sepenuhnya menjadi tanggung jawab PENULIS. Oleh karenanya INDOVIEWNEWS.COM terbebas dari segala macam bentuk tuntutan. Jika ada pihak yang berkeberatan atau merasa dirugikan dengan tulisan OPINI, maka sesuai dengan undang-undang pers bahwa pihak tersebut dapat memberikan hak jawabnya kepada PENULIS OPINI atau dapat dikirimkan kepada redaksi INDOVIEWNEWS.COM melalui email yang tertera dalam box redaksi kami. nantinya redaksi INDOVIEWNEWS.COM akan menayangkan tulisan tersebut secara berimbang sebagai bagian dari hak jawab.

BACA JUGA :  Festival Jakarta Great Sale, Dekranasda Jakpus libatkan 20 UMKM
spot_img
Must Read
spot_img
Populer
spot_img