Azzam Mujahid Soroti Gestur Nonverbal dalam Pertemuan Prabowo-Putin
INDOVIEWNEWS.COM— Aktivis kemanusiaan Azzam Mujahid Izzulhaq menyoroti makna gerakan tubuh dalam komunikasi nonverbal yang terlihat dalam sebuah cuplikan video pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.
Melalui unggahan di platform X pada 5 September 2026, Azzam membahas perilaku memainkan atau mengetuk-ngetukkan pulpen serta menggoyangkan kaki yang dalam kajian komunikasi nonverbal dikenal sebagai adaptors.
“Kebiasaan memainkan (memutar atau mengetuk-ngetukkan) pulpen atau hingga menggoyangkan kaki saat pertemuan bukanlah perilaku tanpa makna,” tulis Azzam dalam unggahannya.
Menurut Azzam, adaptors merupakan perilaku yang umumnya muncul di bawah tingkat kesadaran penuh sebagai respons terhadap kecemasan, kejenuhan, atau kelebihan energi.
Ia merujuk pada kajian Ekman dan Friesen (1969) yang membagi adaptors ke dalam tiga kategori, yakni self-adaptors, object-adaptors, dan alter-directed adaptors.
“Self-adaptors, yakni menyentuh tubuh sendiri, misalnya menggaruk atau memilin rambut,” jelasnya.
Sementara object-adaptors, lanjut Azzam, merupakan perilaku memanipulasi benda di sekitar, seperti memainkan atau mengklik pulpen maupun memutar cincin.
Adapun alter-directed adaptors merupakan gerakan yang berakar dari pola interaksi sosial, misalnya menyilangkan tangan sebagai bentuk perlindungan diri.
Azzam mengatakan, perilaku semacam itu terkadang justru lebih mudah diperhatikan oleh lawan bicara atau orang yang mengamati dibandingkan oleh pelakunya sendiri.
“Berbagai kajian komunikasi profesional serta panduan etiket bisnis secara konsisten menyebutkan bahwa adaptors dapat memberi kesan gugup, kurang fokus, atau kurang menghargai pembicara,” tulisnya.
Menurut dia, kesan tersebut semestinya dihindari, terutama ketika seseorang berada dalam forum resmi.
Unggahan tersebut disertai konteks cuplikan video pertemuan Presiden Prabowo dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Dalam video yang dikomentari Azzam, tampak seorang anggota rombongan Presiden Prabowo memainkan alat tulis dengan tangannya.
Presiden Prabowo dalam pertemuan tersebut didampingi sejumlah pejabat, termasuk Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Namun, unggahan Azzam tidak secara eksplisit menyatakan bahwa perilaku yang dijelaskannya merupakan diagnosis psikologis atau penilaian pasti terhadap orang tertentu.
Azzam juga menekankan bahwa belum terdapat standar etika internasional yang secara eksplisit mengatur perilaku adaptors. Meski demikian, menurutnya, terdapat kesamaan pandangan dalam literatur komunikasi nonverbal dan praktik etiket profesional mengenai pentingnya mengelola gerakan-gerakan tersebut dalam situasi formal.
“Meskipun belum terdapat standar etika internasional yang secara eksplisit mengatur hal ini, kesamaan pandangan antara literatur akademik komunikasi nonverbal dan praktik etiket profesional dan bisnis lintas budaya menunjukkan bahwa mengelola adaptors dengan baik merupakan bagian penting dari kesan profesionalisme seseorang,” tulis Azzam.
Ia mencantumkan referensi utama dari Paul Ekman dan Wallace V. Friesen berjudul The Repertoire of Nonverbal Behavior, yang diterbitkan dalam jurnal Semiotica pada 1969.
Azzam menutup unggahannya dengan catatan bahwa tautan video yang disertakan hanya digunakan sebagai contoh.
Pembahasan tersebut pada dasarnya menyoroti aspek komunikasi nonverbal dan persepsi yang dapat muncul dari gestur seseorang dalam forum resmi. Penilaian terhadap makna suatu gerakan, bagaimanapun, tidak serta-merta dapat digunakan untuk menyimpulkan kondisi psikologis atau sikap seseorang tanpa konteks dan bukti pendukung lainnya.
DISCLAIMER : Khusus berita OPINI dalam Rubrik/Kanal OPINI adalah media masyarakat dalam menyampaikan tulisannya, sehingga setiap berita opini di kanal OPINI sepenuhnya menjadi tanggung jawab PENULIS. Oleh karenanya INDOVIEWNEWS.COM terbebas dari segala macam bentuk tuntutan. Jika ada pihak yang berkeberatan atau merasa dirugikan dengan tulisan OPINI, maka sesuai dengan undang-undang pers bahwa pihak tersebut dapat memberikan hak jawabnya kepada PENULIS OPINI atau dapat dikirimkan kepada redaksi INDOVIEWNEWS.COM melalui email yang tertera dalam box redaksi kami. nantinya redaksi INDOVIEWNEWS.COM akan menayangkan tulisan tersebut secara berimbang sebagai bagian dari hak jawab.







