spot_img
spot_img
Minggu, September 13, 2026
BerandaNewsDeputi Menteri LH Irjend Pol Rizal Irawan: Operasi Modifikasi Cuaca di Kalsel...

Deputi Menteri LH Irjend Pol Rizal Irawan: Operasi Modifikasi Cuaca di Kalsel dan Kalbar Berhasil Datangkan Hujan

spot_img

Deputi Menteri LH Irjend Pol Rizal Irawan: Operasi Modifikasi Cuaca di Kalsel dan Kalbar Berhasil Datangkan Hujan

​INDOVIEWNEWS.COM— Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) mengintensifkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) atau penyemaian hujan buatan untuk menanggulangi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah.

Langkah ini berhasil memicu turunnya hujan di sejumlah area rawan di Kalbar seperti Sanggau, Putussibau, Kubu Raya, Pontianak, dan Kotawaringin Barat, Kobar (Kalteng) dan sedikit kawasan Kalimantan Selatan yang berbatasan dengan Kalteng pada Jumat (4/9/2026).

“Alhamdulillah operasi hujan buatan berhasil memicu hujan di sejumlah area rawan karhutla,” ujar Deputi Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup Irjen. Pol. Rizal Irawan, S.I.K., M.H. dalam keterangan pers Sabtu (5/9/2026).

Operasi hujan buatan ini merupakan kerjasama Kementerian Lingkungan Hidup, BMKG, BNPB dan TNI-AU difokuskan pada pembasahan ekosistem gambut, mendukung kerja pemadaman darat, serta menekan risiko perluasan api dan sebaran asap.

BACA JUGA :  Sutoyo Abadi Soroti Politisasi Agama dan Budaya Penjilat di Balik Buku “Islam Ala Prabowo”

Menurut Rizal Irawan operasi modifikasi cuaca berlangsung ​Di Kalimantan Barat sejak 28 Agustus hingga 4 September 2026 dengan mengerahkan 10 sortie penerbangan dan menyemai 8.000 kilogram (8 ton) natrium klorida (NaCl).

Sementara di Kalimantan Tengah, operasi yang berjalan sejak 26 Agustus hingga 5 September 2026 telah mencatatkan 9 sortie penerbangan dengan total 7.200 kilogram (7,2 ton) NaCl hingga 4 September 2026.

​”Operasi Modifikasi Cuaca merupakan intervensi penting untuk membasahi lahan gambut dan membantu tim pemadam darat. Namun, OMC harus berjalan sejajar dengan patroli lapangan, pemadaman darat, pengelolaan tata air, pelibatan masyarakat, hingga penegakan hukum,” ujar Rizal.

​Setiap penerbangan disemaikan berdasarkan analisis presisi kondisi atmosfer, pertumbuhan awan potensial, arah dan kecepatan angin, serta sebaran titik panas (hotspot).

BACA JUGA :  Remunerasi Pegawai Rp3,8 Triliun pada 2025, CBA: Pengawasan OJK tak Becus dan Makan Gaji Buta

“Hujan yang turun di wilayah sasaran diharapkan efektif meningkatkan kelembapan tanah dan menghentikan potensi munculnya kembali titik api,” tambah Rizal.

Sebagai langkah keberlanjutan di tengah cuaca yang dinamis, OMC di Kalimantan Barat dilanjutkan bersama BNPB pada 3–9 September 2026. Sedangkan untuk wilayah Kalimantan Tengah, keberlanjutan operasi mendapat dukungan penuh dari Kementerian Kehutanan.

Sementara itu Menteri Lingkungan Hidup Moh Jumhur Hidayat menegaskan bahwa pemerintah tidak akan menurunkan tingkat kewaspadaan. Evaluasi berkala terus dilakukan mencakup data sortie, sebaran curah hujan, penurunan titik panas, hingga pemantauan kualitas udara di lapangan.

​”Tujuan utama kami adalah mencegah kebakaran meluas, melindungi kesehatan masyarakat, dan memastikan kualitas udara tetap terjaga,” ujar Menteri Jumhur.

Ia menegaskan Kementerian Lingkungan  Hidup bersama lembaga pemerintah lainnya terus bergotong royong untul mengatasi masalah Karhutla.

BACA JUGA :  Nicho Silalahi Soroti Vonis Koruptor: Benahi Peradilan, Bukan Sekadar Dorong UU Perampasan Aset


DISCLAIMER : Khusus berita OPINI dalam Rubrik/Kanal OPINI adalah media masyarakat dalam menyampaikan tulisannya, sehingga setiap berita opini di kanal OPINI sepenuhnya menjadi tanggung jawab PENULIS. Oleh karenanya INDOVIEWNEWS.COM terbebas dari segala macam bentuk tuntutan. Jika ada pihak yang berkeberatan atau merasa dirugikan dengan tulisan OPINI, maka sesuai dengan undang-undang pers bahwa pihak tersebut dapat memberikan hak jawabnya kepada PENULIS OPINI atau dapat dikirimkan kepada redaksi INDOVIEWNEWS.COM melalui email yang tertera dalam box redaksi kami. nantinya redaksi INDOVIEWNEWS.COM akan menayangkan tulisan tersebut secara berimbang sebagai bagian dari hak jawab.

BACA JUGA :  Sutoyo Abadi Soroti Politisasi Agama dan Budaya Penjilat di Balik Buku “Islam Ala Prabowo”
spot_img
Must Read
spot_img
Populer
spot_img