Eks Anggota BIN Soroti Kualitas Pemilu: Yang Penting Bukan Dipercepat, tapi Pemimpin Amanah
INDOVIEWNEWS.COM— Mantan anggota Badan Intelijen Negara (BIN), Kolonel Infanteri (Purn) Sri Radjasa Chandra, menyoroti kualitas demokrasi dan hasil pemilu di Indonesia. Menurutnya, perdebatan mengenai apakah pemilu harus dipercepat atau dilaksanakan tepat waktu bukanlah persoalan utama.
Bagi Sri Radjasa, yang jauh lebih penting adalah produk atau hasil yang dilahirkan dari proses pemilu tersebut, terutama terkait kualitas pemimpin yang terpilih.
“Ya, sejarah kita memang patah. Berarti kalau dikaitkan dengan konteks sekarang? Jadi begini, sebenarnya saya kurang tertarik dengan bicara soal pemilu dipercepat atau tepat waktu,” ujar Sri Radjasa dalam acara di televisi swasta, Jumat (28/8/2026).
Ia menegaskan, perhatian utama seharusnya diarahkan kepada substansi demokrasi, yakni apakah pemilu benar-benar mampu menghasilkan pemimpin yang amanah dan menjalankan mandat rakyat.
“Yang paling penting buat saya adalah produk dari pemilu itu sendiri. Kita lihat dalam masa reformasi ini, apa sudah menampilkan pemimpin yang amanah?” katanya.
Sri Radjasa juga mempertanyakan apakah seluruh proses pemilu selama era Reformasi telah berjalan sesuai dengan prinsip-prinsip konstitusional.
“Apakah pemilu dijalankan secara konstitusional? Itu saja paling penting bagi saya. Saya tidak pernah terlalu tertarik,” lanjutnya.
Pernyataan tersebut menegaskan pandangan Sri Radjasa bahwa polemik mengenai waktu pelaksanaan pemilu tidak seharusnya mengalihkan perhatian publik dari persoalan yang lebih mendasar.
Menurut dia, demokrasi tidak cukup hanya diukur dari rutinitas penyelenggaraan pemilu lima tahunan atau perdebatan mengenai percepatan pemilu. Yang lebih penting adalah memastikan proses tersebut berlangsung sesuai konstitusi dan menghasilkan kepemimpinan yang memiliki amanah, integritas, serta keberpihakan kepada kepentingan rakyat.
Sri Radjasa Chandra sendiri dikenal sebagai purnawirawan TNI dan mantan personel intelijen yang pernah bertugas di lingkungan BIN serta kerap menyampaikan pandangannya mengenai persoalan politik, keamanan, dan demokrasi. Sejumlah pemberitaan juga mengidentifikasinya sebagai Kolonel Infanteri (Purn) dan mantan anggota BIN.
Pernyataan Sri Radjasa tersebut menjadi sorotan di tengah terus berkembangnya diskursus publik mengenai arah demokrasi Indonesia. Baginya, pertanyaan mendasar bukan sekadar kapan pemilu dilaksanakan, melainkan siapa dan seperti apa pemimpin yang dihasilkan oleh proses demokrasi tersebut.
“Yang paling penting adalah produk dari pemilu itu sendiri,” tegasnya.
DISCLAIMER : Khusus berita OPINI dalam Rubrik/Kanal OPINI adalah media masyarakat dalam menyampaikan tulisannya, sehingga setiap berita opini di kanal OPINI sepenuhnya menjadi tanggung jawab PENULIS. Oleh karenanya INDOVIEWNEWS.COM terbebas dari segala macam bentuk tuntutan. Jika ada pihak yang berkeberatan atau merasa dirugikan dengan tulisan OPINI, maka sesuai dengan undang-undang pers bahwa pihak tersebut dapat memberikan hak jawabnya kepada PENULIS OPINI atau dapat dikirimkan kepada redaksi INDOVIEWNEWS.COM melalui email yang tertera dalam box redaksi kami. nantinya redaksi INDOVIEWNEWS.COM akan menayangkan tulisan tersebut secara berimbang sebagai bagian dari hak jawab.







