spot_img
spot_img
Senin, September 14, 2026
BerandaNewsUbedilah Badrun Sebut Rocky Gerung “Antek Prabowo”

Ubedilah Badrun Sebut Rocky Gerung “Antek Prabowo”

spot_img

Ubedilah Badrun Sebut Rocky Gerung “Antek Prabowo”

INDOVIEWNEWS.COM— Dosen Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Ubedilah Badrun menilai narasi Rocky Gerung yang menyebut Presiden Prabowo Subianto sedang menjalankan sosialisme Indonesia tidak tepat. Menurut Ubedilah, narasi tersebut justru dapat dibaca sebagai cara Rocky Gerung menutupi atau melindungi posisi politiknya terhadap pemerintahan Prabowo.

Ubedilah bahkan menyebut Rocky Gerung sebagai “antek Prabowo”, meski istilah tersebut disampaikannya dalam tanda petik dan sebagai penilaian politik, bukan fakta hukum.

Pernyataan itu disampaikan Ubedilah ketika menanggapi perdebatan mengenai pandangan Rocky Gerung bahwa pemerintahan Prabowo sedang menjalankan sosialisme Indonesia. Menurut Ubedilah, persoalan utama justru terletak pada sosialisme seperti apa yang dimaksud dan apakah praktik pemerintahan Prabowo benar-benar dapat dikategorikan sebagai praktik sosialisme.

“Rocky Gerung mau membantah bahwa dia adalah, dalam tanda petik, antek-anteknya Prabowo. Dari narasinya, dia menunjukkan bahwa saya mendukung Prabowo karena Prabowo, dalam tanda petik, menerima atau mengikuti ideologi yang saya maksud, sosialisme,” kata Ubedilah di channel YouTube Forum Keadilan Madilog, Senin (14/9/2026).

Menurut dia, cara berpikir Rocky Gerung tersebut menunjukkan bahwa Rocky masih melihat Prabowo dari perspektif ketika Prabowo masih muda. Padahal, kata Ubedilah, penilaian terhadap seorang pemimpin politik semestinya tidak berhenti pada gagasan atau pengalaman masa lalunya, tetapi harus dilihat dari praktik kekuasaan yang dijalankan saat ini.

BACA JUGA :  Guru Besar IPDN: Jangan Mentang-mentang Berkuasa, Rakyat Bisa Melawan!

“Rocky terjebak dalam kognisi ketika Prabowo masih muda. Mestinya seorang Rocky Gerung melakukan kritik kepada praktik-praktik militerisme, fasisme, kekerasan dan sebagainya karena itu yang ditolak oleh sosialisme demokratis,” ujarnya.

Ubedilah menilai narasi Rocky Gerung mengenai Prabowo sebagai sosialis justru bermasalah secara konseptual. Ia mempertanyakan kategori sosialisme yang digunakan Rocky untuk membaca kebijakan pemerintahan Prabowo.

Menurut Ubedilah, posisi Prabowo tidak bisa begitu saja dimasukkan ke dalam kategori sosialisme hanya karena pemerintah menjalankan sejumlah program yang memiliki terminologi atau bentuk yang beririsan dengan gagasan sosialisme.

“Apakah benar Presiden Prabowo Subianto adalah seorang sosialis? Kalau benar, sosialisme yang seperti apa? Jalur mana dan konteks siapa?” kata Ubedilah.

Ia menyebut terdapat berbagai tradisi dalam pemikiran sosialisme, mulai dari sosialisme utopis, sosialisme ilmiah, sosialisme demokratis hingga apa yang disebutnya sebagai sosialisme borjuis.

Karena itu, Ubedilah menganggap terlalu sederhana apabila program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih kemudian dijadikan dasar untuk menyimpulkan bahwa pemerintahan Prabowo sedang menjalankan sosialisme.

“Aneh kalau kemudian hanya gara-gara membuat MBG, lalu membuat Koperasi Merah Putih, itu dianggap sebagai wajah sosialisme. Saya kira tidak,” tegasnya.

BACA JUGA :  Payung Hukum Uang Saku Direksi-Komisaris Bank Mandiri Dipertanyakan, CBA Desak Kejagung Usut 

Lebih jauh, Ubedilah menduga narasi tentang “sosialisme Prabowo” merupakan bentuk produksi wacana politik yang digunakan Rocky Gerung untuk menjelaskan sekaligus melindungi posisi politiknya.

Menurut Ubedilah, Rocky tidak mungkin secara terbuka mengakui dirinya mendukung Prabowo. Karena itu, ia menilai Rocky menggunakan argumentasi ideologis dengan menempatkan kebijakan Prabowo dalam kerangka sosialisme.

“Saya melihat itu adalah produksi narasi yang dibuat oleh Rocky Gerung sebagai tempat perlindungan dari sikap politiknya. Karena jika diurai narasi bahwa Prabowo sedang menjalankan sosialisme itu menurut saya tidak sepenuhnya benar,” katanya.

Ubedilah menilai, apabila Rocky Gerung ingin mempertahankan tesis bahwa Prabowo sedang menjalankan sosialisme, maka harus ada penjelasan yang lebih konkret mengenai karakter sosialisme tersebut.

“Rocky Gerung mau membantah bahwa dia adalah, dalam tanda petik, antek-anteknya Prabowo. Enggak mungkin dong dia akan menjelaskan posisi itu. Maka kemudian dia mengemas posisi politiknya dengan bersembunyi di balik narasi sosialisme Prabowo,” ujar Ubedilah.

Ubedilah kemudian mempertanyakan kesesuaian antara klaim sosialisme dengan praktik kekuasaan dan ekonomi yang berlangsung di Indonesia.

Menurut dia, struktur ekonomi Indonesia saat ini masih memperlihatkan karakter kapitalisme. Karena itu, ia menganggap klaim bahwa pemerintahan Prabowo sedang menjalankan sosialisme membutuhkan pembuktian yang jauh lebih kuat.

BACA JUGA :  Dandhy Laksono Nilai Prabowo Micin Asia bukan Macan Asia

“Sementara praktik kekuasaan dan praktik ekonomi yang berjalan di republik ini sesungguhnya adalah kapitalisme,” kata Ubedilah.

Ia kembali menegaskan bahwa keberadaan program pemerintah yang berorientasi pada pemenuhan kebutuhan masyarakat tidak otomatis menjadikan sebuah pemerintahan sebagai pemerintahan sosialis.

“Apalagi kalau kemudian kita urai sosialismenya apa, generasinya siapa, gagasannya dari mana. Tidak bisa hanya dengan menunjuk MBG dan Koperasi Merah Putih kemudian menyimpulkan bahwa Prabowo sedang menjalankan sosialisme,” pungkasnya.


DISCLAIMER : Khusus berita OPINI dalam Rubrik/Kanal OPINI adalah media masyarakat dalam menyampaikan tulisannya, sehingga setiap berita opini di kanal OPINI sepenuhnya menjadi tanggung jawab PENULIS. Oleh karenanya INDOVIEWNEWS.COM terbebas dari segala macam bentuk tuntutan. Jika ada pihak yang berkeberatan atau merasa dirugikan dengan tulisan OPINI, maka sesuai dengan undang-undang pers bahwa pihak tersebut dapat memberikan hak jawabnya kepada PENULIS OPINI atau dapat dikirimkan kepada redaksi INDOVIEWNEWS.COM melalui email yang tertera dalam box redaksi kami. nantinya redaksi INDOVIEWNEWS.COM akan menayangkan tulisan tersebut secara berimbang sebagai bagian dari hak jawab.

BACA JUGA :  Guru Besar Unair Soroti Pola Trump-Prabowo: Media Kritis Didiskreditkan sebagai Musuh
spot_img
Must Read
spot_img
Populer
spot_img