Indoviewnewa.com – Buat para parents dan educators hebat yang lagi membersamai special needs kids, ngerawat anak dengan spektrum autis tentu butuh support system dan energy yang ekstra banget. Sadar akan hal itu, Lembaga Pelayanan Masyarakat (LPM) Dompet Dhuafa bareng Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kota Depok gercep ngadain program Disabilitas Mandiri bertajuk “Seni Membersamai Anak Istimewa: Wujudkan Kemandirian Holistik, Perkuat Resiliensi Caregiver” di Aula Perpustakaan Pemkot Depok, Sabtu (29/08/2026).
Acara ini dirancang relatable banget buat para orang tua dan pengajar yang selama ini membersamai anak-anak istimewa, khususnya penyandang autis. Lewat kolaborasi bareng PPDI Kota Depok sebagai fasilitator, program ini jadi wadah safe space sekaligus ajang sharing ilmu parenting yang worth it banget buat dicoba di rumah.
Koordinator Program ID Humanity Dompet Dhuafa, Priyanto Saputro, spill kalau kegiatan ini fokus banget buat ngenalin metode penanganan dan terapi perubahan perilaku pakai pendekatan ABA (Applied Behavior Analysis)—sebuah metode ilmiah yang terbukti ampuh buat ngebantu proses tumbuh kembang anak.
”Harapan besar kami, lewat program yang difasilitasi bareng PPDI Kota Depok ini, para orang tua bisa level-up jadi guru sekaligus terapis buat anak-anak mereka sendiri. Jadi, tingkat ketergantungan anak-anak istimewa ke orang lain bisa berkurang secara bertahap, dan mereka siap buat hidup mandiri ke depannya,” ungkap Priyanto Saputro.
Sementara itu, perwakilan dari PPDI Kota Depok, Natalina, menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada Pemerintah Kota Depok melalui Dinas Sosial atas dukungan penuh yang diberikan terhadap terselenggaranya kegiatan ini.
”Kami sangat mengapresiasi Pemerintah Kota Depok, khususnya Dinas Sosial, yang telah memberikan dukungan luar biasa atas kelancaran kegiatan ini. Kehadiran program ini bener-bener game-changer buat bantu orang tua dan pengajar paham metode pendampingan yang paling pas. Kami di PPDI Kota Depok siap terus jadi fasilitator biar ruang-ruang edukasi inklusif kayak gini makin luas impact-nya buat masyarakat,” ujar Natalina.
Bertempat di Aula Perpustakaan Pemkot Depok, acara ini sukses dihadiri secara antusias oleh para pegiat isu disabilitas dan keluarga hebat.
Diikuti secara all-out oleh para pengajar dan parents yang membersamai anak-anak istimewa dengan spektrum autis agar punya skill pengasuhan yang modern dan efektif.
Bedah tuntas metode Applied Behavior Analysis supaya anak-anak bisa manage emosi, belajar mandiri, dan survive di ruang publik.
Sinergi solid bareng PPDI Kota Depok serta dukungan penuh Pemkot Depok via Dinas Sosial buat mastiin vibes positif dan inklusif ini dirasakan langsung oleh warga.
Setelah sukses di Bekasi dan sekarang pecah banget di Depok, LPM Dompet Dhuafa siap lanjut touring program Disabilitas Mandiri ke Bogor dan kota-kota berikutnya. Misi utamanya simple: wujudin kemandirian yang merata dan zero-barrier buat seluruh anak istimewa di Indonesia!(red).
DISCLAIMER : Khusus berita OPINI dalam Rubrik/Kanal OPINI adalah media masyarakat dalam menyampaikan tulisannya, sehingga setiap berita opini di kanal OPINI sepenuhnya menjadi tanggung jawab PENULIS. Oleh karenanya INDOVIEWNEWS.COM terbebas dari segala macam bentuk tuntutan. Jika ada pihak yang berkeberatan atau merasa dirugikan dengan tulisan OPINI, maka sesuai dengan undang-undang pers bahwa pihak tersebut dapat memberikan hak jawabnya kepada PENULIS OPINI atau dapat dikirimkan kepada redaksi INDOVIEWNEWS.COM melalui email yang tertera dalam box redaksi kami. nantinya redaksi INDOVIEWNEWS.COM akan menayangkan tulisan tersebut secara berimbang sebagai bagian dari hak jawab.







