spot_img
spot_img
Senin, September 14, 2026
BerandaNewsPengamat: MBG Punya Dimensi Geopolitik, Prabowo Jangan Ikuti Kepentingan Global

Pengamat: MBG Punya Dimensi Geopolitik, Prabowo Jangan Ikuti Kepentingan Global

spot_img

Pengamat: MBG Punya Dimensi Geopolitik, Prabowo Jangan Ikuti Kepentingan Global

INDOVIEWNEWS.COM– Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan. Pengamat intelijen dan geopolitik Amir Hamzah meminta pemerintah mempertimbangkan penghentian sementara program tersebut selama tiga hingga enam bulan untuk melakukan penelitian, pendataan dan pembenahan sistem secara menyeluruh.

Menurut Amir, pemerintah perlu memastikan terlebih dahulu siapa kelompok masyarakat yang benar-benar membutuhkan intervensi makanan bergizi melalui anggaran negara. Ia menilai pelaksanaan MBG tidak cukup hanya dengan memperluas jumlah penerima, tetapi harus dibangun dengan sistem yang jelas dari tingkat pusat hingga daerah.

“MBG dihentikan dulu. Tiga sampai enam bulan. Sistemnya MBG seperti apa harus diteliti dan didata,” kata Amir Hamzah kepada wartawan, Senin (14/9/2026).

Ia mempertanyakan desain pelaksanaan MBG dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), khususnya hubungan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

Menurut dia, pendataan penerima manfaat harus dilakukan sampai tingkat kecamatan dan kelurahan sehingga pemerintah dapat mengetahui masyarakat yang benar-benar membutuhkan dan mereka yang sebenarnya tidak memerlukan program tersebut.

“Siapa yang paling membutuhkan MBG harus jelas. Ada yang tidak mau MBG karena tidak suka makanannya, ada juga siswa yang berasal dari kalangan berada. Jadi sistemnya harus diatur dengan baik,” ujarnya.

Pernyataan Amir tersebut muncul di tengah skala MBG yang memang sangat besar. Badan Gizi Nasional (BGN) menargetkan program tersebut menjangkau hingga 82,9 juta penerima manfaat pada 2026. Sasaran tersebut mencakup peserta didik, ibu hamil, ibu menyusui dan balita.

Pada awal 2026, BGN juga mencatat MBG telah menjangkau sekitar 55,1 juta penerima manfaat dengan 19.188 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi di 38 provinsi.

BACA JUGA :  Pengamat: DPR Harus Dialog dengan Demonstran, Bukan Menghadapi Rakyat dengan Kekerasan

Besarnya skala program tersebut membuat Amir menilai pembenahan tata kelola menjadi kebutuhan penting. Ia mengusulkan adanya struktur organisasi yang tegas antara pemerintah pusat dan daerah, termasuk mekanisme pengawasan serta pembagian kewenangan.

“Struktur organisasinya harus jelas. Pusat bagaimana, daerah bagaimana. Mana masyarakat yang membutuhkan harus ada datanya sampai kecamatan dan kelurahan,” katanya.

Amir juga mengusulkan agar pembiayaan MBG tidak seluruhnya dipandang sebagai beban pemerintah pusat. Menurut dia, pemerintah dapat merancang skema hubungan keuangan pusat dan daerah sehingga daerah ikut mempunyai tanggung jawab dalam pelaksanaan program.

Ia menyebut kemungkinan penggunaan mekanisme dana bagi hasil atau skema fiskal pusat-daerah untuk mendukung MBG di daerah. Pengawasan, kata dia, juga dapat melibatkan DPRD masing-masing daerah.

“Setiap kabupaten dan provinsi harus punya bagian dalam pembiayaan. MBG di daerah bisa dari dana bagi hasil pusat dan daerah. Pengawasannya bisa dilakukan DPRD masing-masing,” ujar Amir.

Namun, terkait anggaran, BGN sebelumnya telah menyatakan bahwa anggaran MBG tidak mengurangi pagu kementerian lain. Untuk 2026, BGN menyebut pagu lembaganya mencapai Rp268 triliun, dengan Rp248 triliun dialokasikan untuk MBG.

BGN juga pernah menegaskan bahwa anggaran program MBG tidak mengganggu anggaran Kementerian Kesehatan. Untuk kelompok ibu hamil, ibu menyusui dan balita, misalnya, terdapat alokasi Rp24 triliun dalam fungsi kesehatan BGN.

Karena itu, usulan penghentian sementara yang disampaikan Amir lebih diarahkan pada audit kebijakan dan pembenahan tata kelola sebelum program dilanjutkan dalam skala yang lebih besar.

Amir kemudian membawa pembahasan MBG ke ranah geopolitik. Ia menilai program makanan bergizi memiliki keterkaitan dengan agenda global dan meminta pemerintah tidak menerima begitu saja kepentingan global yang masuk ke dalam kebijakan nasional.

BACA JUGA :  Warga Malaysia Disebut Akan Demo di Kedubes Indonesia Tuntut Penanganan Kabut Asap

“MBG itu bagian konsep global PBB. Penduduk tambah terus, maka dikurangi jumlah manusia. MBG kekuatan global. Ada agenda tersembunyi,” kata Amir.

PBB di Indonesia menyebut pemerintah meminta dukungan organisasi tersebut berdasarkan penelitian ilmiah dan pengalaman internasional. PBB juga menyebut MBG sebagai salah satu program prioritas Presiden Prabowo yang diarahkan untuk mengatasi persoalan kekurangan gizi, kelebihan berat badan dan kekurangan mikronutrien.

Agenda PBB sendiri melalui Sustainable Development Goals (SDGs) mencantumkan Goal 2 tentang penghapusan kelaparan, ketahanan pangan dan peningkatan gizi. Target SDG 2.1 antara lain memastikan akses terhadap makanan yang aman, bergizi dan mencukupi bagi masyarakat, khususnya kelompok miskin dan rentan.

Dengan demikian, terdapat fakta bahwa MBG mendapat dukungan dan kerja sama dari lembaga-lembaga PBB.

Amir juga mengaitkan persoalan MBG dengan arah geopolitik Indonesia setelah bergabung dengan BRICS.

Menurut dia, Presiden Prabowo harus menjaga agar kebijakan nasional tidak diarahkan oleh kepentingan kekuatan global tertentu.

“Pidato Prabowo di BRICS tidak mau İndonesia didikte kekuatan global. Prabowo harus menolak kepentingan global,” ujar Amir.

Indonesia sendiri resmi menjadi anggota penuh BRICS sejak Januari 2025. Kementerian Luar Negeri menyatakan keanggotaan tersebut merupakan langkah strategis untuk memperkuat kerja sama dengan negara-negara berkembang dan mendorong tatanan global yang lebih inklusif dan berkeadilan.

Pemerintah juga menyebut keanggotaan BRICS sebagai bagian dari diplomasi aktif Presiden Prabowo. Dalam KTT BRICS 2025 di Rio de Janeiro, pemerintah menegaskan Indonesia ingin memainkan peran sebagai bridge-builder sekaligus memperjuangkan kepentingan nasional dan kerja sama Global South.

Karena itu, Amir meminta pemerintah menempatkan MBG sebagai kebijakan nasional yang harus dirancang berdasarkan kebutuhan masyarakat Indonesia sendiri.

BACA JUGA :  Rizal Fadillah: UGM Menciptakan Raja Palsu, Desak Rektor Ova Emilia Mundur

“NKRI harus ada hubungan pusat dan daerah. Perlu penelitian dan pendataan. Jangan sampai program sebesar ini tidak jelas siapa yang paling membutuhkan,” katanya.

Di sisi lain, BGN sendiri pada September 2026 telah melakukan pemutakhiran sasaran penerima MBG dan mengeluarkan 1.653 satuan pendidikan dari daftar penerima. Mayoritas merupakan sekolah swasta bertaraf internasional, sekolah yang memiliki kerja sama dengan institusi internasional atau nasional, serta sekolah yang dinilai memiliki kemampuan finansial secara mandiri.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa pemerintah juga mulai melakukan penajaman sasaran penerima. Bagi Amir, langkah itu perlu diperluas melalui pendataan yang lebih komprehensif sampai tingkat pemerintahan paling bawah.

Menurutnya, jika MBG tetap dijalankan, program tersebut harus memiliki struktur pusat-daerah yang jelas, basis data penerima yang akurat, mekanisme pembiayaan yang transparan serta pengawasan kuat dari lembaga legislatif daerah.

“MBG harus diatur dengan baik. Siapa yang membutuhkan harus jelas. Jangan semua orang dipukul rata,” pungkas Amir.


DISCLAIMER : Khusus berita OPINI dalam Rubrik/Kanal OPINI adalah media masyarakat dalam menyampaikan tulisannya, sehingga setiap berita opini di kanal OPINI sepenuhnya menjadi tanggung jawab PENULIS. Oleh karenanya INDOVIEWNEWS.COM terbebas dari segala macam bentuk tuntutan. Jika ada pihak yang berkeberatan atau merasa dirugikan dengan tulisan OPINI, maka sesuai dengan undang-undang pers bahwa pihak tersebut dapat memberikan hak jawabnya kepada PENULIS OPINI atau dapat dikirimkan kepada redaksi INDOVIEWNEWS.COM melalui email yang tertera dalam box redaksi kami. nantinya redaksi INDOVIEWNEWS.COM akan menayangkan tulisan tersebut secara berimbang sebagai bagian dari hak jawab.

BACA JUGA :  Pengamat Luruskan Polemik Danantara: AUM US$1 Triliun Tak Bisa Langsung Dihitung ROA 10 Persen
spot_img
Must Read
spot_img
Populer
spot_img