Rizal Fadillah: UGM Menciptakan Raja Palsu, Desak Rektor Ova Emilia Mundur
INDOVIEWNEWS.COM— Pemerhati Politik dan Kebangsaan Rizal Fadillah menyoroti polemik dugaan ijazah palsu Joko Widodo yang turut menyeret Universitas Gadjah Mada (UGM). Rizal menilai kasus tersebut telah berdampak terhadap kepercayaan publik kepada kampus yang selama ini dikenal sebagai salah satu perguruan tinggi ternama di Indonesia.
Dalam keterangannya, Minggu (6/9/2026), Rizal bahkan menggunakan istilah “UGM Menciptakan Raja Palsu” untuk menggambarkan kritiknya terhadap sikap UGM dalam polemik dokumen akademik Joko Widodo.
“UGM kampus ternama, bergengsi, dan dinilai berkualitas di Indonesia. Ternyata atas kasus dugaan ijazah palsu Joko Widodo tiba-tiba anjlok menjadi murahan bahkan mengalami defisit nilai dalam kepercayaan publik,” kata Rizal.
Menurut dia, UGM kini lebih banyak dibicarakan karena polemik dugaan ijazah dan sikap pimpinan kampus terhadap keterbukaan dokumen akademik Joko Widodo.
“UGM dibicarakan dimana-mana bukan karena kehebatan dan keteguhannya, melainkan atas kerapuhan pimpinan dalam melindungi seseorang yang diragukan kejujuran akademiknya,” ujarnya.
Rizal kemudian menyinggung peran mantan Rektor UGM Pratikno serta Rektor UGM saat ini, Ova Emilia. Ia menilai terdapat upaya mempertahankan narasi mengenai keaslian dokumen akademik Joko Widodo.
“Dibalik bayang-bayang peran mantan rektor UGM Pratikno yang nakal bahkan jahat, ijazah Joko Widodo mantan Presiden RI disembunyikan dalam bingkai keaslian. Hanya bingkainya yang asli tapi isi dalam bingkai itu nyata palsu,” tutur Rizal.
Ia juga mengkritik Ova Emilia yang menurutnya menjalankan kebijakan yang tidak transparan terkait dokumen akademik tersebut.
“Ova Emilia rektor UGM saat ini sibuk menjalankan misi Pratikno untuk membohongi publik dengan narasi tanpa bukti,” katanya.
Soroti Sengketa Informasi
Rizal juga menyoroti sengketa informasi antara Bonjowi dan UGM. Ia menyebut putusan Komisi Informasi Pusat (KIP) memenangkan pihak Bonjowi dan memerintahkan UGM membuka sejumlah dokumen terkait riwayat akademik Joko Widodo.
“Putusan Komisi Informasi Pusat (KIP) yang menyidangkan sengketa informasi antara Bonjowi melawan UGM dimenangkan Bonjowi. UGM diperintahkan untuk membuka sejumlah dokumen antara lain ijazah, skripsi, data KRS, KKN dan lainnya karena dokumen atau data tersebut adalah informasi terbuka,” ujar Rizal.
Menurut Rizal, UGM kemudian mengajukan banding ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). Ia menyebut upaya tersebut tidak membuahkan hasil karena putusan KIP disebut tetap dikuatkan.
“Alih-alih menuruti perintah Majelis, UGM malah melawan dengan mengajukan banding melalui PTUN. Sialnya UGM kalah, Putusan KIP dikuatkan,” katanya.
Rizal menyatakan UGM selanjutnya mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung (MA). Menurutnya, putusan MA nantinya akan menjadi momentum penting dalam polemik tersebut.
“Kini Putusan MA sedang ditunggu bukan saja oleh Bonjowi tetapi juga oleh seluruh rakyat Indonesia,” kata Rizal.
Pertanyakan Status Akademik Jokowi
Lebih jauh, Rizal mempertanyakan status akademik Joko Widodo di UGM. Ia menyebut sejumlah hal yang menurutnya perlu dibuktikan melalui dokumen akademik.
“Tidak terlihat tanda kualifikasi bahwa Jokowi adalah lulusan Fakultas Kehutanan UGM. Diduga yang bersangkutan hanya berkuliah sampai Sarjana Muda, bahkan mungkin tidak pernah kuliah. Ijazah SMA nya pun dipertanyakan,” ujarnya.
Rizal juga menyampaikan konsekuensi politik dan administratif apabila nantinya dokumen akademik Joko Widodo dinyatakan bermasalah. Namun, pernyataan tersebut masih berupa tudingan dan dugaan yang belum dapat diperlakukan sebagai fakta hukum sebelum adanya putusan atau bukti yang berkekuatan hukum.
Ia menilai, apabila MA menguatkan putusan sebelumnya dan dokumen-dokumen tersebut wajib dibuka, UGM akan menghadapi tekanan besar untuk menjelaskan status akademik Joko Widodo secara terbuka.
“Jika Putusan MA nantinya kembali menguatkan Putusan KIP, maka hancurlah UGM. UGM terpaksa harus jujur untuk membuka semua dokumen ke(tidak)layakan Jokowi menyandang gelar insinyur,” kata Rizal.
Desak Rektor UGM Mundur
Rizal kemudian meminta Rektor UGM Ova Emilia bertanggung jawab secara politik dan moral atas polemik tersebut. Ia juga meminta mantan Rektor UGM Pratikno dimintai pertanggungjawaban atas apa yang dituduhkannya.
“Jokowi telah membuat UGM hancur. Rektor Ova Emilia harus mundur dan mantan Rektor Pratikno mesti dihukum,” tegas Rizal.
Dalam pernyataannya, Rizal juga menggunakan sejumlah metafora tajam untuk menggambarkan kritiknya terhadap Joko Widodo. Ia menyebut mantan Presiden RI itu sebagai “raja palsu” dan mengibaratkannya sebagai figur yang dibentuk oleh politik.
“Kisah ‘Frogman from Surakarta’ bagus dibuat buku atau film untuk menjadi pelajaran penting bagi anak-anak sekolah agar kelak tidak ada seorangpun dari anak Indonesia yang menginginkan menjadi raja kodok kayu, berbaju putih dan berhati abu-abu, serta bermahkota batu,” kata Rizal.
Ia menutup pernyataannya dengan kembali menyoroti posisi UGM dalam polemik tersebut.
“UGM pun tertipu dan terpaksa harus melawan rakyat demi membela sang raja palsu itu,” pungkasnya.
Tuduhan mengenai keaslian ijazah, riwayat perkuliahan, maupun status akademik Joko Widodo sebagaimana disampaikan Rizal Fadillah dalam pernyataan ini merupakan klaim dan tudingan narasumber. Kebenarannya tetap bergantung pada bukti, keterbukaan dokumen, serta proses hukum yang sedang atau akan berjalan. UGM dan pihak Joko Widodo berhak memberikan klarifikasi atau tanggapan atas pernyataan tersebut.
DISCLAIMER : Khusus berita OPINI dalam Rubrik/Kanal OPINI adalah media masyarakat dalam menyampaikan tulisannya, sehingga setiap berita opini di kanal OPINI sepenuhnya menjadi tanggung jawab PENULIS. Oleh karenanya INDOVIEWNEWS.COM terbebas dari segala macam bentuk tuntutan. Jika ada pihak yang berkeberatan atau merasa dirugikan dengan tulisan OPINI, maka sesuai dengan undang-undang pers bahwa pihak tersebut dapat memberikan hak jawabnya kepada PENULIS OPINI atau dapat dikirimkan kepada redaksi INDOVIEWNEWS.COM melalui email yang tertera dalam box redaksi kami. nantinya redaksi INDOVIEWNEWS.COM akan menayangkan tulisan tersebut secara berimbang sebagai bagian dari hak jawab.







