spot_img
spot_img
Senin, September 14, 2026
BerandaAnggaranPemerintahanKawal Ekonomi Kerakyatan, Pemuda Responsif Jakarta Sebut Pembiayaan Bank Jakarta Selamatkan Ratusan...

Kawal Ekonomi Kerakyatan, Pemuda Responsif Jakarta Sebut Pembiayaan Bank Jakarta Selamatkan Ratusan Pedagang Pasar

spot_img

Indoviewnews.com — Kehadiran layanan finansial informal atau yang kerap dikenal sebagai “bank emok” kian meresahkan para pelaku usaha di tingkat akar rumput. Dengan iming-iming pencairan cepat tanpa proses berbelit, praktik pinjaman harian ini justru menjerat pedagang pasar dalam lingkaran utang berbunga tinggi. Menanggapi persoalan tersebut, Pemuda Responsif Jakarta memberikan sorotan tajam sekaligus apresiasi terhadap langkah strategis perbankan daerah.

​Ketua Umum Pemuda Responsif Jakarta, M. Arif, menilai bahwa sinergi antara Bank Jakarta bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Perumda Pasar Jaya dalam menggelontorkan pembiayaan senilai Rp48 miliar di Pasar Induk Kramat Jati merupakan bentuk intervensi negara yang sangat dinantikan oleh para pedagang kecil.

​”Selama ini, pedagang tradisional sering kali terpaksa mengambil jalan pintas ke pinjaman harian karena butuh likuiditas cepat. Padahal, cicilan harian dengan beban bunga mencekik justru menjadi bumerang yang menggerus modal dan membuat omzet mereka jalan di tempat,” ujar M. Arif di Jakarta, Selasa (1/9/2026).

BACA JUGA :  Sorotan Anggaran Tenaga Pendukung Dishub DKI, CBA Desak APH Turun Tangan Selidiki Potensi Rekrutmen Fiktif

​Menurutnya, kucuran dana jumbo melalui skema formal yang transparan—baik lewat Kredit Usaha Rakyat (KUR) maupun non-KUR—memberikan napas lega bagi ratusan pedagang di Pasar Induk Kramat Jati. Alih-alih terjebak dalam skema utang yang destruktif, para pelaku UMKM kini memiliki akses permodalan yang sehat, terukur, dan berpihak pada pertumbuhan jangka panjang.

​Pemuda Responsif Jakarta memandang bahwa langkah konkret ini bukan sekadar aktivitas bisnis perbankan semata, melainkan instrumen penting dalam menjaga ketahanan ekonomi kerakyatan di ibu kota. Ketika pedagang memiliki kestabilan finansial, otomatis perputaran barang dan daya beli di pasar tradisional akan ikut terdongkrak naik.

​Oleh karena itu, Pemuda Responsif Jakarta secara tegas mendorong agar program pro-rakyat ini tidak berhenti di satu lokasi saja. Pihaknya mendesak Bank Jakarta untuk memperluas cakupan pembiayaan serupa ke berbagai pasar tradisional lainnya di seluruh wilayah Jakarta.

BACA JUGA :  Tingkatkan Kualitas Layanan, Kadishub DKI Resmikan Pangkalan Ojol di Pulo Gebang

​”Peran bank pembangunan daerah harus benar-benar dirasakan langsung oleh masyarakat bawah. Pemuda Responsif Jakarta mengapresiasi langkah Bank Jakarta I yang konsisten hadir sebagai support system nyata bagi UMKM agar bisa naik kelas dan mandiri secara ekonomi,” pungkas M. Arif.(red).


DISCLAIMER : Khusus berita OPINI dalam Rubrik/Kanal OPINI adalah media masyarakat dalam menyampaikan tulisannya, sehingga setiap berita opini di kanal OPINI sepenuhnya menjadi tanggung jawab PENULIS. Oleh karenanya INDOVIEWNEWS.COM terbebas dari segala macam bentuk tuntutan. Jika ada pihak yang berkeberatan atau merasa dirugikan dengan tulisan OPINI, maka sesuai dengan undang-undang pers bahwa pihak tersebut dapat memberikan hak jawabnya kepada PENULIS OPINI atau dapat dikirimkan kepada redaksi INDOVIEWNEWS.COM melalui email yang tertera dalam box redaksi kami. nantinya redaksi INDOVIEWNEWS.COM akan menayangkan tulisan tersebut secara berimbang sebagai bagian dari hak jawab.

BACA JUGA :  Koalisi Peduli Indonesia Dorong Masyarakat Segera Urus Perubahan Data agar Bansos Tepat Sasaran
spot_img
Must Read
spot_img
Populer
spot_img