INDOVIEWNEWS.COM – Motor listrik digadang-gadang menjadi primadona bagi pengemudi ojek online (ojol) untuk menghemat biaya pengeluaran bahan-bakar. Namun ternyata fakta di lapangan masih sedikit pengemudi ojol yang beralih ke motor listrik. Apakah soal harga yang menjadi batu sandungan bagi ojol? ternyata bukan semata-mata soal harga. BPI Danantara Indonesia mengungkap ada sejumlah kendala yang membuat ojol beramai-ramai ‘ogah hijrah’ ke motor listrik.
Managing Director Industrialization Danantara Indonesia, Ardy Muawin angkat bicara saat membahas pengembangan proyek Motor Listrik Nasional (Molinas) yang melibatkan aplikator seperti Gojek dan Grab.
Menurut Ardy, salah satu faktor utamanya adalah masalah teknis yang berpotensi dialami motor listrik. Pada awal pengembangan, sejumlah produk dinilai kurang bertenaga saat melibas tanjakan dan baterainya belum memadai untuk kebutuhan ojol. Namun, kabar baiknya, masalah tersebut pelan-pelan mulai bisa diatasi produsen motor listrik.
Selain persoalan teknis, tantangan besar lainnya datang dari pembiayaan. Berdasarkan masukan dari Grab, banyak mitra pengemudi kesulitan mendapat kredit karena terkendala verifikasi BI Checking atau SLIK OJK. Padahal, pengemudi yang memiliki performa baik dan aktif bekerja setiap hari dinilai memiliki risiko kredit yang relatif rendah.
Danantara melihat kondisi tersebut bisa diatasi dengan skema pembiayaan yang lebih sesuai dengan karakteristik ojol. Salah satunya melalui cicilan harian dan sistem yang dapat menonaktifkan kendaraan secara otomatis apabila pembayaran menunggak.
“Credit risk-nya bisa kita turunkan, sehingga harapannya cost of money bisa rendah, sehingga kita akan men-stimulate demand dari sisi teman-teman konsumen,” ujar Ardy dalam diskusi Navigating The Challenges of The Motor Vehicle Industry, dikutip situs nasional, Jumat (4/9/2026).
Masalah pembiayaan juga diperparah dengan tingginya bunga kredit motor. Saat ini, bunga kredit kendaraan roda dua disebut mencapai 30-40 persen. Angka itu jauh lebih tinggi dibandingkan kredit mobil yang berada di kisaran 12 persen. Beban konsumen semakin berat karena diler cenderung mendorong pembelian secara kredit demi mengejar bonus penjualan.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Danantara menggandeng Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) untuk menyusun skema pembiayaan baru. Harapannya, harga motor listrik bisa lebih terjangkau dan mendorong lebih banyak masyarakat, termasuk pengemudi ojol, untuk beralih ke kendaraan ramah lingkungan tersebut. (RED)
DISCLAIMER : Khusus berita OPINI dalam Rubrik/Kanal OPINI adalah media masyarakat dalam menyampaikan tulisannya, sehingga setiap berita opini di kanal OPINI sepenuhnya menjadi tanggung jawab PENULIS. Oleh karenanya INDOVIEWNEWS.COM terbebas dari segala macam bentuk tuntutan. Jika ada pihak yang berkeberatan atau merasa dirugikan dengan tulisan OPINI, maka sesuai dengan undang-undang pers bahwa pihak tersebut dapat memberikan hak jawabnya kepada PENULIS OPINI atau dapat dikirimkan kepada redaksi INDOVIEWNEWS.COM melalui email yang tertera dalam box redaksi kami. nantinya redaksi INDOVIEWNEWS.COM akan menayangkan tulisan tersebut secara berimbang sebagai bagian dari hak jawab.







