Ngopi Sewarung
Rocky Gerung Bukan Filsuf
Banyak orang menilai Rocky Gerung sebagai seorang filsuf karena ia sering berbicara kritis, vokal, bahkan kadang terlalu kritis hingga kata-kata kasar sering meluncur begitu saja dari mulutnya.
Kata-kata seperti “goblok”, “dungu”, dan “bodoh” kerap ditujukan kepada seseorang, kelompok, bahkan seorang figur pemimpin nasional.
Seolah-olah filsuf identik dengan orang yang bebas berbicara, kritis, berani, bahkan bersikap kasar.
Tentu kita prihatin jika filsafat dan sosok filsuf kemudian dikaitkan dengan perilaku semacam itu.
Menurut saya, filsuf memiliki makna yang jauh lebih dalam. Filsuf bukan sekadar orang yang mampu berpikir analitis dan kritis, atau berani menyampaikan pendapat.
Lebih dari itu, filsuf adalah orang yang mampu menyelami akar persoalan, memahami masalah secara mendalam, lalu menawarkan jalan keluar dengan sikap arif, bijaksana, penuh keyakinan, dan kesantunan.
Ia menghindari kata-kata kasar yang dapat menghina atau melukai hati orang lain.
Kemampuan berpikirnya digunakan untuk mencerdaskan, mencerahkan, dan membantu menyelesaikan persoalan.
Ia berbicara tentang politik bukan semata untuk kepentingan kekuasaan, melainkan untuk memperjuangkan kualitas ide, gagasan, dan pemikiran yang dibutuhkan banyak orang.
Ia berbicara tentang pemimpin bukan sekadar untuk mengkritik dan menyerang, tetapi memberikan pandangan alternatif yang meneduhkan sekaligus membuka jalan bagi perbaikan.
Ia berbicara tentang ekonomi bukan hanya soal pertumbuhan dan kekayaan materi, tetapi juga membangun kesadaran publik tentang keadilan dan kesejahteraan rakyat.
Itulah sebabnya, sejak zaman dahulu, seorang filsuf memiliki kebebasan berpikir yang dihormati. Ia ditempatkan pada posisi penting karena pikirannya tidak boleh tunduk kepada kepentingan kekuasaan.
Plato bahkan pernah membayangkan bahwa jika para filsuf menjadi pemimpin negara, persoalan negara akan lebih mudah diselesaikan.
Sebaliknya, banyak filsuf justru memilih berada di luar istana. Penguasalah yang datang kepada mereka untuk meminta nasihat.
Kisah yang terkenal adalah ketika Alexander Agung mendatangi Diogenes, seorang filsuf Yunani, untuk meminta pendapatnya.
Ini menunjukkan bahwa seorang filsuf memiliki kedudukan yang tidak mudah ditundukkan oleh kekuasaan. Ia berada di luar lingkaran kekuasaan agar pikirannya tetap merdeka.
Kalaupun seorang filsuf masuk ke istana, semestinya bukan karena ia ingin mengejar kekuasaan, melainkan karena ada keyakinan bahwa pemikirannya dibutuhkan untuk menyelesaikan persoalan bangsa.
Lalu, bagaimana dengan Rocky Gerung yang kini resmi masuk ke lingkaran Istana sebagai Wantimpres? Apakah dengan sendirinya ia menjadi seorang filsuf?
Rocky Gerung mengerti ilmu filsafat, iya.
Mengenal pemikiran para filsuf, iya.
Memahami cara berpikir filosofis, mungkin iya.
Tetapi untuk menjadi filsuf adalah persoalan yang berbeda.
Seorang filsuf dituntut tetap memiliki integritas, moralitas, kebebasan dan kesantunan berpikir, bahkan ketika berhadapan dengan kekuasaan. Ia tidak boleh kehilangan daya kritis hanya karena berada di dalam istana.
Ia tidak boleh mudah dirayu, apalagi dibeli oleh uang, jabatan, status, atau kepentingan materi.
Sebab, ketika seorang filsuf kehilangan kebebasan berpikirnya, yang hilang bukan hanya keberanian mengkritik penguasa, tetapi juga kemerdekaan pikiran rakyat yang diwakilinya.
Dan bila suatu saat ia harus keluar dari istana karena mempertahankan kebenaran dan keyakinannya, maka ia harus siap.
Sebab, bagi seorang filsuf, istana bukan tujuan.
Kebenaran, kebijaksanaan, dan kemaslahatan manusia jauh lebih tinggi daripada kekuasaan.
Get the feeling
Mr. Ten
DISCLAIMER : Khusus berita OPINI dalam Rubrik/Kanal OPINI adalah media masyarakat dalam menyampaikan tulisannya, sehingga setiap berita opini di kanal OPINI sepenuhnya menjadi tanggung jawab PENULIS. Oleh karenanya INDOVIEWNEWS.COM terbebas dari segala macam bentuk tuntutan. Jika ada pihak yang berkeberatan atau merasa dirugikan dengan tulisan OPINI, maka sesuai dengan undang-undang pers bahwa pihak tersebut dapat memberikan hak jawabnya kepada PENULIS OPINI atau dapat dikirimkan kepada redaksi INDOVIEWNEWS.COM melalui email yang tertera dalam box redaksi kami. nantinya redaksi INDOVIEWNEWS.COM akan menayangkan tulisan tersebut secara berimbang sebagai bagian dari hak jawab.







