spot_img
spot_img
Kamis, Oktober 29, 2026
BerandaBerita IndustriAgro BisnisDari AI Peternakan hingga Desa Penggerak Ekonomi, Astra Apresiasi 9 Pembawa Perubahan

Dari AI Peternakan hingga Desa Penggerak Ekonomi, Astra Apresiasi 9 Pembawa Perubahan

spot_img

Dari AI Peternakan hingga Desa Penggerak Ekonomi, Astra Apresiasi 9 Pembawa Perubahan

INDOVIEWNEWS.COM– PT Astra International Tbk (Astra) memberikan penghargaan kepada sembilan penggerak perubahan melalui SATU Indonesia Awards 2026. Para penerima apresiasi terdiri atas lima inovator muda dan empat Desa Sejahtera Astra yang dinilai berhasil menghadirkan manfaat bagi masyarakat.

Beragam inovasi menjadi perhatian Astra tahun ini. Mulai dari pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) untuk meningkatkan produktivitas peternakan, penanganan stunting berbasis data, pengolahan limbah pasar, hingga pengembangan ekonomi masyarakat desa.

Penghargaan tersebut diumumkan dalam acara 17th Semangat Astra Terpadu Untuk (SATU) Indonesia Awards di Catur Dharma Hall, Menara Astra, Jakarta, Rabu (28/10/2026).

Presiden Direktur Astra Rudy berharap berbagai inisiatif yang dijalankan penerima penghargaan dapat terus berkembang dan menjangkau lebih banyak masyarakat.

“Harapan kami, inisiatif-inisiatif ini dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak masyarakat Indonesia yang merasakan manfaatnya. Kami juga berharap apa yang telah kami lakukan dapat diamplifikasi oleh banyak pihak sehingga dampaknya dapat dirasakan oleh masyarakat lebih luas,” ujar Rudy.

Ajang SATU Indonesia Awards tahun ini diikuti 19.155 peserta, meningkat sekitar 8 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 17.708 peserta.

Setelah melalui proses penjaringan dan seleksi, dewan juri menetapkan 10 finalis kategori umum untuk mengikuti penilaian akhir. Dari jumlah tersebut, lima orang terpilih sebagai penerima penghargaan.

Masyarakat juga dilibatkan untuk memilih finalis favorit melalui pemungutan suara daring pada 16–26 Oktober 2026.

Lima Inovator Muda dengan Beragam Terobosan

Di bidang kesehatan, penghargaan diberikan kepada Andi Rizki Tenryayu asal Bone, Sulawesi Selatan, yang mengembangkan Gerakan Intervensi Gizi Menuju Zero Stunting (GIZI, GO!).

BACA JUGA :  Jelang 70 Tahun, Astra Siapkan Gebrakan Sosial di 700 Desa pada 7 Pulau Indonesia

Melalui pendekatan “Satu Anak, Satu Profil”, setiap anak memiliki profil elektronik untuk menentukan penanganan sesuai kondisi dan penyebab masalahnya.

Penanganan dilakukan mulai dari perbaikan gizi, layanan medis, hingga sanitasi lingkungan dengan melibatkan bidan desa serta kader posyandu.

Program tersebut telah menjangkau 982 balita di 10 desa. Hasilnya, jumlah anak stunting dilaporkan turun 45 persen, sementara anak berisiko stunting berkurang 60 persen.

Penghargaan bidang pendidikan diraih Hari Novar asal Pekanbaru, Riau, melalui gerakan Indonesian Youth Education & Social (IYES) Mengajar.

Hari mengajak ratusan anak muda menjadi relawan pendidikan di desa-desa terpencil, termasuk kawasan permukiman Suku Talang Mamak yang belum memiliki akses listrik dan harus ditempuh menggunakan perahu selama empat jam.

Selain mengajar, para relawan juga memberikan pelatihan kepada guru dan membantu memperbaiki fasilitas sekolah.

Dalam dua tahun, gerakan tersebut telah menjalankan kegiatan di sembilan sekolah yang tersebar di lima kabupaten.

Sementara itu, Ahmad Fahrezi asal Jawa Tengah menerima penghargaan bidang lingkungan berkat inovasinya mengolah limbah sayuran dari Pasar Cepogo, Boyolali.

Melalui program Gumregah Nata Bumi, sekitar dua ton limbah pasar setiap hari diolah menjadi pupuk menggunakan pendekatan bioteknologi.

Pupuk tersebut telah dimanfaatkan petani di enam kabupaten. Program ini dilaporkan mampu meningkatkan bobot panen hingga 40 persen sekaligus mengurangi tumpukan sampah lebih dari 50 persen.

Di bidang kewirausahaan, penghargaan diberikan kepada Afif Alfianto asal Kebumen, Jawa Tengah.

Afif memberdayakan perempuan Desa Karangduwur melalui Koperasi Produsen Sinergi Mekarsari Lestari untuk mengolah biji tamanu menjadi minyak bahan baku kosmetik.

BACA JUGA :  Proyek MBG jadi Sebab Naiknya Harga Ayam, Kata BPS

Pemanfaatan biji tamanu dilakukan tanpa menebang pohonnya. Kegiatan tersebut menghasilkan sekitar 30 kilogram biji setiap bulan dan memberikan tambahan pendapatan hingga 40 persen bagi perempuan yang terlibat.

Adapun penghargaan bidang teknologi diraih Feri Ramanda asal Medan, Sumatra Utara.

Berbekal pengalamannya sebagai peternak, Feri mengembangkan Farmloka, sistem pengelolaan peternakan yang memadukan teknologi Internet of Things (IoT), kecerdasan buatan (AI), dan aplikasi seluler.

Teknologi tersebut memungkinkan peternak memantau kondisi kandang dari jarak jauh, mengantisipasi gangguan, serta mengelola produksi berdasarkan data.

Farmloka kini digunakan sekitar 824 peternak dan dilaporkan mampu meningkatkan hasil panen hingga 93 persen.

Empat Desa Sejahtera Astra Juga Raih Penghargaan

Selain lima individu, Astra mengapresiasi empat Desa Sejahtera Astra yang mengembangkan program pemberdayaan masyarakat.

Kategori ini diikuti 265 pendaftar dari 17 provinsi di Indonesia.

Penghargaan pertama diberikan kepada Desa Sejahtera Astra Sukaluyu, Karawang, Jawa Barat, yang mengembangkan pelayanan kesehatan terpadu melalui program Oase Dalam Transformasi Kesehatan Siklus Hidup.

Program tersebut mengintegrasikan layanan kesehatan bagi ibu hamil, balita, remaja, pasangan usia subur, hingga lanjut usia melalui delapan program aktif.

Penerima berikutnya adalah Desa Sejahtera Astra Karangjengkol, Purbalingga, Jawa Tengah, melalui Griya Petualang Indonesia.

Program ini memanfaatkan potensi alam dan budaya desa sebagai ruang pendidikan berbasis pengalaman dengan melibatkan petani serta perajin sebagai pendidik.

Kegiatannya telah menjangkau lebih dari 5.000 peserta pelatihan dan melayani sekitar 500 siswa dari lebih dari 10 sekolah setiap tahun.

Dari Jawa Timur, penghargaan diberikan kepada Desa Sejahtera Astra Purwodadi, Malang, yang menjalankan program Laut Lestari, Masa Depan Berseri.

BACA JUGA :  Langgar Kaidah Akademis, Guru Besar IPB: Seluruh Proyek Food Estate Pasti Gagal

Melalui program tersebut, masyarakat pesisir Lenggoksono dilibatkan dalam pelestarian ekosistem laut, mulai dari pengawasan aktivitas penangkapan ikan, pembangunan rumah ikan, hingga transplantasi terumbu karang.

Sementara itu, Desa Sejahtera Astra Tanjuang Bonai, Tanah Datar, Sumatra Barat, mendapat apresiasi atas pengembangan ekosistem kopi melalui Koperasi Ragam Kopi Nusantara.

Program tersebut menghubungkan petani lintas nagari untuk mengembangkan usaha kopi dari hulu hingga hilir dengan pendekatan agroforestri dan nilai kekeluargaan masyarakat Minangkabau.

Kesembilan penerima SATU Indonesia Awards 2026 dan apresiasi Desa Sejahtera Astra berhak mendapatkan dana pembinaan senilai Rp65 juta serta kesempatan mengikuti program pembinaan dan pengembangan bersama Astra.

Hingga kini, program Desa Sejahtera Astra telah menjangkau lebih dari 1.500 desa di 35 provinsi melalui pengembangan sektor kesehatan, pendidikan, lingkungan, dan kewirausahaan.


DISCLAIMER : Khusus berita OPINI dalam Rubrik/Kanal OPINI adalah media masyarakat dalam menyampaikan tulisannya, sehingga setiap berita opini di kanal OPINI sepenuhnya menjadi tanggung jawab PENULIS. Oleh karenanya INDOVIEWNEWS.COM terbebas dari segala macam bentuk tuntutan. Jika ada pihak yang berkeberatan atau merasa dirugikan dengan tulisan OPINI, maka sesuai dengan undang-undang pers bahwa pihak tersebut dapat memberikan hak jawabnya kepada PENULIS OPINI atau dapat dikirimkan kepada redaksi INDOVIEWNEWS.COM melalui email yang tertera dalam box redaksi kami. nantinya redaksi INDOVIEWNEWS.COM akan menayangkan tulisan tersebut secara berimbang sebagai bagian dari hak jawab.

BACA JUGA :  Proyek MBG jadi Sebab Naiknya Harga Ayam, Kata BPS
spot_img
Must Read
spot_img
Populer
spot_img