Said Didu: Pernyataan Budi Arie Ungkap Agenda Geng Solo Ambil Alih Kekuasaan
INDOVIEWNEWS.COM– Mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Muhammad Said Didu, menyoroti pernyataan yang dikaitkan dengan Budi Arie Setiadi dan mengaitkannya dengan apa yang ia sebut sebagai agenda politik kelompok “SOP”, singkatan dari Solo, Oligarki, dan Parcok.
Pandangan tersebut disampaikan Said Didu melalui akun YouTube pribadinya dalam tayangan berjudul “TERIMA KASIH KE BUDI ARIE YANG TELAH MEMBUKA AGENDA BUSUK SOLO”. Dalam paparannya, Said Didu menilai dinamika politik pascapelantikan Presiden Prabowo Subianto telah menunjukkan adanya perebutan pengaruh dan kekuasaan.
Said Didu mengungkit peristiwa pelantikan Prabowo sebagai Presiden pada 20 Oktober 2024. Menurut dia, ketika itu Presiden ke-7 Joko Widodo kembali ke Solo dengan pengawalan pesawat tempur.
“Saat pelantikan Presiden Prabowo 20 Oktober 2024, Jokowi dikawal pesawat tempur ke Solo. Saat itu saya menyatakan hari awal perebutan kekuasaan yang sebenarnya antara Presiden Prabowo dengan Geng SOP, karena pada dasarnya Jokowi tidak pernah rela lepaskan kekuasaan kepada siapapun. Akhirnya sekarang terbukti,” kata Said Didu.
Ia kemudian menyinggung rekaman pernyataan Budi Arie yang, menurut penilaiannya, merupakan seruan kepada kelompok tertentu untuk mulai bergerak.
“Rekaman pernyataan Budi Arie yang seakan sudah meminta Geng SOP sudah harus siap ambil alih kekuasaan, bagi saya adalah pengumuman sikap kepada geng mereka untuk segera bergerak,” ujarnya.
Said Didu mendasarkan analisisnya pada sejumlah hal. Pertama, ia menyebut memperoleh informasi bahwa pernyataan tersebut disampaikan setelah sebuah pertemuan yang disebutnya “dipimpin” Jokowi dan dihadiri sekitar 60 orang yang disebutnya sebagai tokoh “die hard SOP”.
“Pernyataan tersebut disampaikan setelah hasil pertemuan yang ‘dipimpin’ oleh Jokowi yang dihadiri sekitar 60 orang tokoh die hard SOP,” kata Said Didu.
Kedua, Said Didu menyoroti posisi Budi Arie saat menyampaikan pernyataan tersebut. Menurut dia, pernyataan itu disampaikan ketika berada di samping Jokowi.
“Pernyataan tersebut disampaikan di samping Jokowi dan Jokowi hanya diam. Bahkan Budi Arie menyatakan sudah membisikkan Jokowi sebelumnya,” ujarnya.
Ketiga, Said Didu menyinggung kemungkinan munculnya bantahan bahwa Jokowi tidak mengetahui pernyataan tersebut. “Seperti biasa, saat ini dimunculkan tukang bantah bahwa Jokowi tidak tahu. Ini permainan lama Geng SOP,” katanya.
Lebih lanjut, Said Didu memperkirakan masih akan ada dinamika politik yang melibatkan pihak-pihak yang disebutnya sebagai faksi SOP di lingkungan pemerintahan Prabowo.
“Tapi kita juga harus siap-siap bahwa akan ada acara faksi SOP dalam pemerintahan Prabowo yang akan siapkan acara dan berteriak, ‘Hidup Jokowi’,” ujarnya.
Ia pun mempertanyakan sampai kapan, menurut istilah yang digunakannya, “drama Hambalang-Solo” akan terus berlangsung dan berdampak pada masyarakat.
“Sampai kapan drama Hambalang-Solo ini menyiksa rakyat? Sangat tergantung pada ketegasan sikap Presiden Prabowo,” tegas Said Didu.
Hingga berita ini diturunkan, paparan tersebut merupakan analisis dan penilaian pribadi Muhammad Said Didu berdasarkan pernyataan yang dibahas dalam tayangan videonya.
Media masih membuka ruang klarifikasi dan hak jawab dari Budi Arie Setiadi, Joko Widodo, maupun pihak-pihak lain yang disebut atau terkait dalam paparan tersebut, sesuai ketentuan Undang-Undang Pers dan Kode Etik Jurnalistik.
Sumber: Tayangan YouTube Muhammad Said Didu, berjudul “TERIMA KASIH KE BUDI ARIE YANG TELAH MEMBUKA AGENDA BUSUK SOLO”.






