Nehemia Lawalata, Tokoh Indonesia Timur Ini, Sangat Pantas Masuk Kabinet Presiden Prabowo
INDOVIEWNEWS.COM— Di tengah aksi demo-demo mahasiswa dan masyarakat, desakan kalangan civil society dan gerakan mahasiswa (BEM UIdan BEM-BEM kampus lainnya) di berbagai kota agar Presiden Prabowo Subianto melakukan reshuffle kabinet (membentuk Zaken Kabinet) setelah 17 Agustus 2026, sungguh masuk akal dan urgen. Dalam hal ini, tokoh GMNI Indonesia Timur Nehemia Lawalata sangat pantas untuk masuk kabinet Prabowo. Sejauh ini, kinerja para menteri Kabinet Prabowo sungguh buruk dan lembek, bahkan dinilai gagal oleh civil society sebagaimana yang masif diartikulasikan oleh aktivis mahasiswa dan masyarakat di media sosial dan media massa. Agar Prabowo tidak diolok-olok terus oleh masyarakat, maka Zaken Kabinet harus dibentuk dan perombakan personilnya harus dilakukan segera.
Demikian pandangan para intelektual muda dari berbagai kampus di Indonesia yang mendukung Prabowo sebagai capres-cawapres sejak Pilpres 2009 (Megawati-Prabowo) sampai Pilpres 2014-2019-2024. Mereka yang mengemukakan pendapat itu adalah Muhamad Nabil MA (peneliti CSRC UIN Syarif Hidayatullah Jakarta), Direktus LSIK (Lembaga Studi Islam dan Kebudayaan) Umar Hamdani MA, Direktur Freedom Foundation Muhamad Muntasir Alwy MSE dan peneliti Muhamad Asori Mulky MA yang kini kandidat Doktor di UIN Jakarta serta F. Reinhard MSc dari Forum Inteligensia Bebas, Jakarta. Cabang Eksekutif

Isu adanya reshuffle kabinet Presiden Prabowo Subianto setelah 17 Agustus mencuat ke publik. Sejumlah petinggi parpol merespons isu tersebut.
Dihimpun detikcom, Jumat (7/8/2026), info yang diterima menyebutkan, reshuffle bakal dilakukan setelah 17 Agustus 2026. Reshuffle atau kocok ulang kabinet secara substantif mutlak dibutuhkan agar kinerja Kabinet Prabowo berjalan baik.
‘’ Persoalan reshuffle merupakan hak prerogatif Pesiden, namun desakan mahasiswa dan civil society sebaiknya dipertimbangkan Presiden mengingat banyaknya orang-orang Jokowi di Kabinet Prabowo dua tahun ini, sedangkan integritas dan kompetensi mereka buruk, jelek sekali, merea jadi beban pemerintahan Pak Prabowo’’ kata F. Reinhard MA, alumnus pasca sarjana ICAS/Paramadina.
Menurut para pengamat di atas, sosok Nehemia Lawalata (mantan asisten/sekretaris politik Prof Dr Sumitro Djojohadikusumo) dan Herdi Sahrasad (associate professor di Univ.Paramadina dan penulis buku Prabowo Subianto The Raising Star) adalah relawan dan inteligensia die hard yang setia/tulus mendorong dan mengawal Prabowo serta pasang badan untuk Prabowo guna maju ke Pilpres sejak 2009-2014-2019 sampai 2024. Kedua sosok itu konsisten dan persisten memperjuangkan Prabowo
Para pakar sudah masif bicara Reshuffle Kabinet Prabowo untuk ‘’Pulihkan Kepercayaan Publik’’ karena melemahnya ekonomi rakyat, turunnya kurs rupiah dan merosotnya daya beli rakyat serta terus maraknya korupsi/KKN di negeri ini.
‘’Resufel Kabinet mutlak diperlukan mengingat buruknya kinerja para menteri Presiden Prabowo, hampir 70 persen personil kabinet harus dirombak karena kompetensi dan integritas serta kinerja mereka sangat jeblok, mereka harus dicopot demi mempertahankan martabat dan kewibawaan Presiden, ‘’ kata para pengamat diatas.







