spot_img
spot_img
Selasa, Agustus 25, 2026
BerandaGaya HidupPendidikanPembacaan Puisi (Poetry Reading) Paramasophia di Kampus Paramadina: Memaknai Kemerdekaan RI

Pembacaan Puisi (Poetry Reading) Paramasophia di Kampus Paramadina: Memaknai Kemerdekaan RI

spot_img

Pembacaan Puisi (Poetry Reading) Paramasophia di Kampus Paramadina: Memaknai Kemerdekaan RI

INDOVIEWNEWS.COM-  Para Mahasiswa  Filsafat dan Agama Universitas Paramadina  (Paramasophia)  menyelenggarakan  Pembacaan Puisi (Poetry Reading) dan  Apresiasi Sastra Budaya  untuk pertama kali dalam memperingati 81 tahun HUT Kemerdekaan RI, di di kampus Paramadina, Cipayung, Jl. Raya Mabes Hankam, Jakarta Timur, Sabtu, 22 Agustus 2026 ini, pukul 13.00-15.00 WIB.

Dibuka oleh aktivis mahasiswa Falsafah seperti Indri , Hasbi, Bram Bramantyo, para seniman/ sastrawan/eseis/jurnalis  alumni UI, UGM, UNPAD dan Sekolah Tinggi Publisistik Jakarta  antara lain  Arief Joko Wicaksono  TR,  Herdi Sahrasad , Sofyan RH Zaid , Budi Setyawan, Djadjat Sudradjat, Inna Kamari  dan komunitas  seni budaya Jabotaebk  berpartisipasi dalam forum budaya ini.

Dalam hal ini, para partisipan menyadari bahwa bangsa Indonesia memperingati HUT kemerdekaannya yang ke-81 dengan keprihatinan atas maraknya korupsi-lousi-neoptisme/KKN, ketidakadilan sosial, kerusakan ekologis dan bencana alam dimana-mana, kerusakan sosial dan meluasnya hedonisme di Tanah Air kita.

Peringatan dengan Poetry Reading tersebut tidak lepas dari refleksi atas sejarah, kesusastraan, dan kebudayaan bangsa: Apa makna “Indonesia” yang perlu kita tawarkan pada abad ini? Apakah sama dengan yang telah lampau atau ia mengandung hal-hal baru? Bagaimana sastra dan budaya berdialog mengenai bangsa dan negara?

‘’HIMA Paramasophia menyadari situasi kondisi ini dengan kecemasan dan keprihatinan, serta  mendukung gerakan mahasiswa UI dan BEM-BEM  di Indonesia untuk mengkritisi/memprotes keadaan yang terus memburuk itu,’’kata Indri, Hasbi  dan Bram.

Bisakah  sastra dan seni menginspirasi dan memotivasi semangat kreatifitas dan keberanian mahasiswa dan masyarakat untuk melakukan kontrol pada  negara (eksekutif, legislatif, yudikatif) yang dekaden/melemah oleh  KKN, hedonisme dan kerusakan akhlak?

Kita ingat bahwa ‘’Bila  politik kotor, birokrasi dan bahasa menjadi kotor maka puisi akan membersihkannya,’’ demikian kata John F Kennedy, mantan Presiden AS.

Mari renungan dan tanggapanmu atas makna dan hakikat kebangsaan yang kamu yakinkan. Perjuangkan nilai-nilai kebangsaan dan persatuan tanpa diskriminasi , tanpa rasisme, tapi penuh komitmen pada keadilan dan kemanusiaan, demi menciptakan Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur, demikian para mahasiswa berkata.

spot_img
Must Read
spot_img
Populer
spot_img