spot_img
spot_img
Sabtu, Oktober 10, 2026
BerandaGaya HidupEdukasiPembacaan Puisi (Poetry Reading) Paramasophia di Kampus Paramadina: Memaknai Kemerdekaan RI

Pembacaan Puisi (Poetry Reading) Paramasophia di Kampus Paramadina: Memaknai Kemerdekaan RI

spot_img

Pembacaan Puisi (Poetry Reading) Paramasophia di Kampus Paramadina: Memaknai Kemerdekaan RI

INDOVIEWNEWS.COM-–  Para Mahasiswa  Filsafat dan Agama Universitas Paramadina  (Paramasophia)  menyelenggarakan  Pembacaan Puisi (Poetry Reading) dan  Apresiasi Sastra Budaya  untuk pertama kali dalam memperingati 81 tahun HUT Kemerdekaan RI, di di kampus Paramadina, Cipayung, Jl. Raya Mabes Hankam, Jakarta Timur, Sabtu, 22 Agustus 2026 ini, pukul 13.00-15.00 WIB.

Dibuka oleh aktivis mahasiswa Falsafah seperti Indri , Hasbi, Bram Bramantyo, para seniman/ sastrawan/eseis/jurnalis  alumni UI, UGM, UNPAD dan Sekolah Tinggi Publisistik Jakarta  antara lain  Arief Joko Wicaksono  TR,  Herdi Sahrasad , Sofyan RH Zaid , Budi Setyawan, Djadjat Sudradjat, Inna Kamari  dan komunitas  seni budaya Jabotaebk  berpartisipasi dalam forum budaya ini.

BACA JUGA :  Musicycle Gelar Sekolah Hijau di SMPN 29 Jakarta, Dorong Pelajar Peduli Lingkungan

Dalam hal ini, para partisipan menyadari bahwa bangsa Indonesia memperingati HUT kemerdekaannya yang ke-81 dengan keprihatinan atas maraknya korupsi-lousi-neoptisme/KKN, ketidakadilan sosial, kerusakan ekologis dan bencana alam dimana-mana, kerusakan sosial dan meluasnya hedonisme di Tanah Air kita.

Peringatan dengan Poetry Reading tersebut tidak lepas dari refleksi atas sejarah, kesusastraan, dan kebudayaan bangsa: Apa makna “Indonesia” yang perlu kita tawarkan pada abad ini? Apakah sama dengan yang telah lampau atau ia mengandung hal-hal baru? Bagaimana sastra dan budaya berdialog mengenai bangsa dan negara?

‘’HIMA Paramasophia menyadari situasi kondisi ini dengan kecemasan dan keprihatinan, serta  mendukung gerakan mahasiswa UI dan BEM-BEM  di Indonesia untuk mengkritisi/memprotes keadaan yang terus memburuk itu,’’kata Indri, Hasbi  dan Bram.

BACA JUGA :  Universitas Paramadina Dorong Politik Pelayanan, Tinggalkan Politik Kekuasaan

Bisakah  sastra dan seni menginspirasi dan memotivasi semangat kreatifitas dan keberanian mahasiswa dan masyarakat untuk melakukan kontrol pada  negara (eksekutif, legislatif, yudikatif) yang dekaden/melemah oleh  KKN, hedonisme dan kerusakan akhlak?

Kita ingat bahwa ‘’Bila  politik kotor, birokrasi dan bahasa menjadi kotor maka puisi akan membersihkannya,’’ demikian kata John F Kennedy, mantan Presiden AS.

Mari renungan dan tanggapanmu atas makna dan hakikat kebangsaan yang kamu yakinkan. Perjuangkan nilai-nilai kebangsaan dan persatuan tanpa diskriminasi , tanpa rasisme, tapi penuh komitmen pada keadilan dan kemanusiaan, demi menciptakan Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur, demikian para mahasiswa berkata.


DISCLAIMER : Khusus berita OPINI dalam Rubrik/Kanal OPINI adalah media masyarakat dalam menyampaikan tulisannya, sehingga setiap berita opini di kanal OPINI sepenuhnya menjadi tanggung jawab PENULIS. Oleh karenanya INDOVIEWNEWS.COM terbebas dari segala macam bentuk tuntutan. Jika ada pihak yang berkeberatan atau merasa dirugikan dengan tulisan OPINI, maka sesuai dengan undang-undang pers bahwa pihak tersebut dapat memberikan hak jawabnya kepada PENULIS OPINI atau dapat dikirimkan kepada redaksi INDOVIEWNEWS.COM melalui email yang tertera dalam box redaksi kami. nantinya redaksi INDOVIEWNEWS.COM akan menayangkan tulisan tersebut secara berimbang sebagai bagian dari hak jawab.

BACA JUGA :  Universitas Paramadina Dorong Politik Pelayanan, Tinggalkan Politik Kekuasaan
spot_img
Must Read
spot_img
Populer
spot_img