spot_img
spot_img
Senin, September 14, 2026
BerandaNewsDosen UI Soroti Jokowi: Usai Lengser Kok Masih Safari Politik dan Bela...

Dosen UI Soroti Jokowi: Usai Lengser Kok Masih Safari Politik dan Bela Anak

spot_img

Dosen UI Soroti Jokowi: Usai Lengser Kok Masih Safari Politik dan Bela Anak

INDOVIEWNEWS.COM— Dosen Universitas Indonesia (UI) Suzie Sudarman menyoroti perlunya penelusuran secara serius terhadap berbagai dugaan persoalan yang melibatkan elite dan tokoh politik, termasuk keluarga mantan Presiden Joko Widodo. Menurutnya, penegakan hukum dan penelusuran asal-usul kekayaan tidak boleh hanya menyasar masyarakat biasa, sementara kelompok elite luput dari perhatian.

Suzie mempertanyakan pola penelusuran yang selama ini, menurut dia, lebih banyak menyasar masyarakat di lapisan bawah. Ia menilai harus ada keberanian untuk membangun sebuah konsepsi besar dalam membedah persoalan kekuasaan, termasuk menelusuri aliran uang dan kepentingan yang berada di baliknya.

“Kenapa yang ditelisik orang biasa? Uangnya di mana? Harus ada orang yang berani mengkonseptualisasikan,” ujarnya di channel YouTube Forum Keadilan Madilog, Sabtu (5/9/2026).

Tak berhenti di situ, Suzie juga melontarkan kritik terhadap aktivitas politik Joko Widodo setelah tidak lagi menjabat sebagai presiden.

BACA JUGA :  Bonatua Silalahi: Ijazah Jokowi tak Ada

Menurutnya, seorang mantan presiden semestinya dapat menjalani masa pasca-kekuasaan tanpa menimbulkan pertanyaan publik mengenai kepentingan politik yang sedang diperjuangkan.

Ia menilai sejumlah aktivitas politik Jokowi, termasuk safari politik dan sikapnya dalam merespons dinamika yang berkaitan dengan keluarganya, patut menjadi perhatian publik.

“Kalau dia bertindak baik sebagai mantan presiden, tidak macam-macam, semua rakyat juga bisa terima. Tapi ngapain safari politik? Ngapain membela-bela anaknya?” katanya.

Pernyataan tersebut menjadi sorotan karena muncul di tengah masih kuatnya pengaruh politik keluarga Joko Widodo dalam percaturan nasional.

Bagi Suzie, publik perlu terus mengawasi setiap aktivitas politik elite agar kekuasaan, jejaring politik, dan kepentingan ekonomi tidak berjalan tanpa kontrol.

Ia juga menilai situasi politik Indonesia membutuhkan keberanian dari kalangan akademisi, mahasiswa, kelompok masyarakat sipil, hingga berbagai elemen rakyat untuk menyusun sebuah konsepsi besar dalam membaca persoalan bangsa.

Menurutnya, tanpa pemetaan yang jelas mengenai akar persoalan dan struktur yang dianggap menciptakan ketidakadilan, kritik serta perlawanan masyarakat akan terus bergerak sendiri-sendiri dan sulit membentuk kekuatan yang terorganisasi.

BACA JUGA :  Guru Besar Unair Soroti Fenomena Kakistokrasi: Ketika Kekuasaan Dikuasai Orang Berkualitas Buruk

Bagi Suzie, kekuatan rakyat tetap menjadi faktor penting dalam setiap perubahan politik. Namun, kekuatan itu tidak cukup hanya diwujudkan melalui kemarahan atau aksi spontan.

Kesadaran politik, keberanian berdiskusi, kemampuan membaca persoalan, serta pemahaman terhadap struktur kekuasaan menjadi bagian penting dalam membangun gerakan perubahan.

“Harus ada yang berani menggambarkan struktur yang menindas itu. Kalau itu sudah jelas, maka orang-orang akan memahami apa yang sebenarnya sedang mereka lawan,” ujarnya.

Suzie menekankan bahwa keberanian membongkar persoalan bangsa harus diarahkan kepada semua pihak tanpa pandang bulu. Penelusuran terhadap dugaan persoalan, termasuk yang melibatkan orang-orang berpengaruh dan elite politik, menurutnya harus dilakukan dengan prinsip yang sama sebagaimana hukum menyasar masyarakat biasa.

Sorotan terhadap elite, kata Suzie, menjadi penting agar publik tidak hanya disuguhi penegakan hukum yang tajam ke bawah, tetapi juga berani menembus lingkaran kekuasaan. Di tengah dinamika politik yang terus bergerak, ia mendorong lahirnya diskursus yang lebih besar tentang siapa yang memegang pengaruh, bagaimana struktur kekuasaan bekerja, serta kepentingan apa yang sesungguhnya sedang dipertarungkan.

BACA JUGA :  Dosen UI: Jokowi “Berpikir Jahat”, Prabowo Disebut Punya Kejahatan Paralel

DISCLAIMER : Khusus berita OPINI dalam Rubrik/Kanal OPINI adalah media masyarakat dalam menyampaikan tulisannya, sehingga setiap berita opini di kanal OPINI sepenuhnya menjadi tanggung jawab PENULIS. Oleh karenanya INDOVIEWNEWS.COM terbebas dari segala macam bentuk tuntutan. Jika ada pihak yang berkeberatan atau merasa dirugikan dengan tulisan OPINI, maka sesuai dengan undang-undang pers bahwa pihak tersebut dapat memberikan hak jawabnya kepada PENULIS OPINI atau dapat dikirimkan kepada redaksi INDOVIEWNEWS.COM melalui email yang tertera dalam box redaksi kami. nantinya redaksi INDOVIEWNEWS.COM akan menayangkan tulisan tersebut secara berimbang sebagai bagian dari hak jawab.

BACA JUGA :  Pengamat: Indonesia Perlu Bangun Jaringan Deteksi Bawah Laut, Bukan Sekadar Tambah Kapal Selam
spot_img
Must Read
spot_img
Populer
spot_img