Pengamat: Penyerang Demo UGM dan Pembantai Bambang Setiawan Bukan Massa Dadakan, Diduga Terlatih
INDOVIEWNEWS.COM— Pengamat kebijakan publik Gigin Praginanto melontarkan sorotan tajam terhadap aksi kekerasan yang terjadi dalam demonstrasi mahasiswa di Yogyakarta dan kasus tewasnya Bambang Setiawan di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat.
Melalui akun media sosialnya, Gigin menyebut kelompok yang menyerang mahasiswa dalam aksi di Yogyakarta serta kelompok yang melakukan pengeroyokan terhadap Bambang bukanlah massa yang muncul secara spontan.
“Mereka yang menyerang demo mahasiswa UGM dan membantai Bambang Setiyawan bukan massa dadakan. Lihat saja bentuk badan dan koordinasi mereka ketika beraksi. Mereka terlatih,” kata Gigin dalam unggahannya, Senin (7/9/2026).
Pernyataan tersebut muncul di tengah sorotan publik terhadap sejumlah aksi kekerasan yang terjadi dalam rangkaian demonstrasi beberapa hari terakhir. Unggahan Gigin yang menyinggung dua peristiwa tersebut juga tercatat di akun X miliknya.
Di Yogyakarta, lima mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) dilaporkan mengalami luka setelah mengikuti aksi demonstrasi di kawasan Simpang Gramedia, Jalan Jenderal Sudirman, pada 1 September 2026. UGM menyatakan keprihatinan dan menegaskan bahwa siapa pun yang melakukan kekerasan harus bertanggung jawab.
Dalam kesaksian yang diberitakan sejumlah media, seorang mahasiswa Pers Mahasiswa UGM mengaku dipukul menggunakan kaleng ketika situasi aksi mulai memanas. Perwakilan mahasiswa juga menuding adanya kelompok tertentu yang mengejar dan menyerang peserta aksi ketika massa berupaya membubarkan diri.
Sementara itu, kasus Pejompongan menjadi perhatian setelah Bambang Setiawan meninggal dunia usai ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri ketika kericuhan berlangsung pada 27 Agustus 2026. Polisi kemudian mengevakuasi Bambang ke RS TNI AL Mintohardjo, tetapi korban akhirnya dinyatakan meninggal dunia.
Polda Metro Jaya kini telah meningkatkan penyelidikan. Polisi bahkan merilis dua sketsa wajah pria yang diduga terlibat dalam pengeroyokan yang menyebabkan Bambang meninggal dunia. Sketsa tersebut dibuat berdasarkan keterangan saksi yang dicocokkan dengan rekaman CCTV dan bukti digital. Kedua terduga pelaku masih dalam pengejaran.
Polda Metro Jaya juga telah membuat laporan polisi tipe A untuk mengusut kematian Bambang. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan rangkaian peristiwa yang menyebabkan kematian warga Pejompongan itu dapat diungkap secara hukum.
Sorotan terhadap dugaan keterlibatan kelompok massa tertentu juga datang dari Indonesia Police Watch (IPW). IPW mendesak polisi menangkap pelaku pengeroyokan Bambang dan menilai kekerasan oleh kelompok sipil tidak boleh dibiarkan karena dapat menciptakan preseden munculnya tindakan main hakim sendiri.
Meski demikian, hingga kini belum ada keterangan resmi dari kepolisian yang menyimpulkan bahwa pelaku kekerasan dalam dua peristiwa tersebut merupakan kelompok terlatih atau memiliki hubungan satu sama lain.
Karena itu, pernyataan Gigin mengenai adanya kelompok yang “terlatih” masih merupakan analisis atau dugaan yang perlu dibuktikan melalui penyelidikan aparat.
Publik kini menunggu pengungkapan lebih lanjut dari kepolisian, terutama mengenai identitas para pelaku, motif, kemungkinan adanya koordinator, serta apakah terdapat keterkaitan antara berbagai aksi kekerasan yang terjadi dalam rangkaian demonstrasi tersebut.
DISCLAIMER : Khusus berita OPINI dalam Rubrik/Kanal OPINI adalah media masyarakat dalam menyampaikan tulisannya, sehingga setiap berita opini di kanal OPINI sepenuhnya menjadi tanggung jawab PENULIS. Oleh karenanya INDOVIEWNEWS.COM terbebas dari segala macam bentuk tuntutan. Jika ada pihak yang berkeberatan atau merasa dirugikan dengan tulisan OPINI, maka sesuai dengan undang-undang pers bahwa pihak tersebut dapat memberikan hak jawabnya kepada PENULIS OPINI atau dapat dikirimkan kepada redaksi INDOVIEWNEWS.COM melalui email yang tertera dalam box redaksi kami. nantinya redaksi INDOVIEWNEWS.COM akan menayangkan tulisan tersebut secara berimbang sebagai bagian dari hak jawab.







