Indoviewnews.com – Pemerintah Kabupaten Ngada menggelar rapat koordinasi tanggap darurat bencana gempa bumi bersama Gubernur NTT Melki Laka Lena, Sabtu (22/8/2026).
Rapat Koordinasi dihadiri oleh Bupati Ngada, Raymundus Bena, Wakil Bupati Ngada Bernadinus Dhey Ngebu, Ketua DPRD Kabupaten Ngada Romilus Juji, Pj. Sekretaris Daerah Yohanes Ghae serta unsur Forkopimda.
Gubernur Laka Lena pada kesempatan itu menyampaikan bahwa penanganan bencana harus didasarkan pada analisis data yang akurat dan riil.
Ia mengapresiasi langkah-langkah yang telah dilakukan Pemerintah Kabupaten Ngada dalam merespons kondisi darurat. “Langkah-langkah yang dilakukan Pemda Ngada sudah sangat maksimal,” ujar Gubernur NTT.
Gubernur Laka Lena berharap bantuan dari pemerintah maupun berbagai pihak dapat menjangkau seluruh masyarakat terdampak di Kabupaten Ngada.
Terkait kebutuhan pangan, khususnya beras, masyarakat diminta tidak perlu khawatir karena pemerintah provinsi telah berkoordinasi dengan Perum Bulog untuk memastikan ketersediaannya selama masa tanggap darurat.
Untuk wilayah yang sulit dijangkau dan masyarakat yang belum memperoleh bantuan, Pemerintah Provinsi NTT juga menyiapkan kebijakan agar kebutuhan pokok dapat diperoleh terlebih dahulu melalui toko-toko sembako setempat, dengan mekanisme pembayaran oleh pemerintah paling lambat dua hari.
Dalam bidang kesehatan, Gubernur Laka Lena meminta agar kondisi masyarakat terus dipantau. Warga yang membutuhkan penanganan medis harus segera dibawa ke fasilitas kesehatan.
Apabila fasilitas kesehatan di Riung maupun wilayah sekitarnya tidak dapat menangani kondisi tertentu, pemerintah akan menyiapkan alternatif evakuasi medis menggunakan helikopter untuk mendapatkan perawatan di Labuan Bajo.
Terkait kerusakan rumah, Gubernur Laka Lena menekankan pentingnya pendataan secara menyeluruh sebagai dasar pengusulan bantuan kepada pemerintah pusat melalui BNPB. Perbaikan rumah akan dilakukan setelah kondisi gempa dan situasi darurat dinyatakan berakhir.
Sementara itu beberapa komunitas lakukan penggalangan dana untuk membantu warga yang terdampak gempa bumi Flores ini, satu diantaranya Bunda Saiyo dan rekan yang berdomisili dan bergiat di antara kota Labuan Bajo dan Ende. Mereka mengumpulkan dan menyalurkan donasi dari keikhlasan donatur ke penyintas gempa Flores sejak tanggal 15 Agustus 2026 lalu,guna membantu meringankan beban penyintas gempa bumi. Para pembaca yang berniat membantu dapat salurkan bantuannya melalui komunitas ini. Donasi dikumpulkan melalui rekening yayasan, An.Yayasan INNEKULE INSANI SEJAHTERA NOREK BNI 1995438171 dan langsung disalurkan ke penyintas di beberapa wilayah Flores yang terdampak gempa bumi.
Semoga masyarakat tangguh Flores dapat segera pulih dan bergiat normal kembali. (Poer).







