Sutoyo Abadi Soroti Oligark Menguasai Media: Kepemilikan Terkonsentrasi Dinilai Pengaruhi Pemberitaan
INDOVIEWNEWS.COM— Pengamat Sutoyo Abadi menyoroti konsentrasi kepemilikan media di Indonesia yang dinilainya berpotensi memperkuat pengaruh oligark terhadap pemberitaan, keputusan redaksional, hingga arah kebijakan politik dan ekonomi.
Dalam rilisnya, Sabtu (29/8/2026), Sutoyo Abadi mengangkat tema “Oligark Menguasai Media”. Ia menyebut media Indonesia dalam banyak studi digambarkan sangat terkonsentrasi pada segelintir kelompok bisnis besar.
“Dalam banyak studi, media di Indonesia digambarkan sangat terkonsentrasi pada segelintir kelompok bisnis besar, dan kepemilikan itu sering dikaitkan dengan pengaruh politik serta arah pemberitaan,” kata Sutoyo.
Menurut dia, pengaruh pemilik media tidak hanya berkaitan dengan aspek bisnis, tetapi juga dapat masuk ke wilayah redaksional dan kecenderungan pemberitaan.
“Berbagai riset juga menyebut bahwa pemilik media kerap ikut membentuk keputusan redaksional dan kecenderungan liputan, melalui kekuatan yang memiliki akses langsung ke media,” ujarnya.
Sutoyo menyebut terdapat delapan grup besar yang mendominasi banyak kanal media utama di Indonesia, baik televisi, media cetak, online maupun radio.
“Delapan grup besar mendominasi banyak kanal media utama di Indonesia, termasuk televisi, cetak, online dan radio. Nama-nama yang sering muncul antara lain MNC/Global Mediacom, EMTEK, Visi Media Asia, Trans Corp, Media Group, Kompas Gramedia, Jawa Pos Group, dan Lippo,” katanya.
Ia menilai konsentrasi kepemilikan tersebut dapat membuka ruang bagi masuknya kepentingan oligark ke dalam pemberitaan maupun kebijakan.
“Konsentrasi kepemilikan ini dapat membuat media lebih mudah dipengaruhi oleh kepentingan oligark, masuk ke jantung kebijakan kekuasaan untuk kepentingan bisnis dan arah kebijakan politiknya,” kata Sutoyo.
Lebih jauh, Sutoyo menyebut sejumlah studi mencatat adanya persoalan bias pemberitaan, propaganda, serta upaya memengaruhi keragaman perspektif yang berkembang di ruang publik.
“Beberapa studi mencatat adanya bias liputan, propaganda, dan untuk menangkal, menekan atau membelokkan keragaman sudut pandang publik yang berpotensi akan merugikan kepentingan oligark,” ujarnya.
Sutoyo juga menyoroti tekanan terhadap media yang dinilainya dapat terjadi ketika isi pemberitaan dianggap tidak sejalan dengan kepentingan penguasa.
“Pengendali media sering berperilaku kasar. Beberapa media mendapatkan tekanan dan ancaman langsung dengan dalih pelanggaran kode etik jurnalistik hanya karena isi media yang dianggap bertentangan dan atau tidak sejalan dengan arah kebijakan penguasa (kekuasaan) ujungnya untuk kepentingan ekonomi dan politik oligark,” tegasnya.
Pandangan Sutoyo Abadi tersebut merupakan kritik terhadap konsentrasi kepemilikan dan pengaruh pemilik media. Penilaian mengenai keterlibatan pemilik dalam keputusan redaksional, bias pemberitaan, maupun tekanan terhadap media perlu dilihat berdasarkan kasus, data, serta kajian yang dapat diverifikasi.
Di sisi lain, media juga memiliki mekanisme editorial dan kode etik jurnalistik yang menjadi dasar independensi pemberitaan.
Hingga berita ini diturunkan, redaksi memberikan ruang klarifikasi atau penjelasan kepada nama-nama yang disebutkan narasumber. Klarifikasi tersebut akan dipublikasikan secara proporsional sebagai bagian dari prinsip keberimbangan dalam pemberitaan.
DISCLAIMER : Khusus berita OPINI dalam Rubrik/Kanal OPINI adalah media masyarakat dalam menyampaikan tulisannya, sehingga setiap berita opini di kanal OPINI sepenuhnya menjadi tanggung jawab PENULIS. Oleh karenanya INDOVIEWNEWS.COM terbebas dari segala macam bentuk tuntutan. Jika ada pihak yang berkeberatan atau merasa dirugikan dengan tulisan OPINI, maka sesuai dengan undang-undang pers bahwa pihak tersebut dapat memberikan hak jawabnya kepada PENULIS OPINI atau dapat dikirimkan kepada redaksi INDOVIEWNEWS.COM melalui email yang tertera dalam box redaksi kami. nantinya redaksi INDOVIEWNEWS.COM akan menayangkan tulisan tersebut secara berimbang sebagai bagian dari hak jawab.







