spot_img
spot_img
Senin, September 14, 2026
BerandaHeadlinePolemik Ijazah, Beathor: Jokowi Manfaatkan Joko Widodo Temannya Almarhumah Sri Adiningsih di...

Polemik Ijazah, Beathor: Jokowi Manfaatkan Joko Widodo Temannya Almarhumah Sri Adiningsih di UGM

spot_img

Polemik Ijazah, Beathor: Jokowi Manfaatkan Joko Widodo Temannya Almarhumah Sri Adiningsih di UGM

INDOVIEWNEWS.COM Politikus PDIP Beathor Suryadi kembali melontarkan pernyataan terkait polemik ijazah mantan Presiden Joko Widodo. Beathor bahkan menduga terdapat dua orang berbeda yang sama-sama bernama Joko Widodo.

Menurut Beathor, salah satu Joko Widodo disebut masuk Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) pada 1980 dan memiliki hubungan pertemanan dengan almarhumah Sri Adiningsih.

Sementara sosok lainnya, menurut dia, adalah Joko Widodo yang kemudian dikenal publik dengan nama Jokowi dan menjadi Presiden Republik Indonesia.

“Ada dua orang yang bernama Joko Widodo. Yang satu Joko Widodo yang masuk ke UGM pada tahun 1980 di Kehutanan. Kawannya almarhum Sri Adiningsih. Terus ada Joko Widodo yang disingkat menjadi Jokowi dan menjadi populer,” kata Beathor di podcast Forum Keadilan Madilog, Sabtu (5/9/2026).

BACA JUGA :  Amien Rais bukan Otak Pemakzulan Gus Dur, Adhie Massardi: Ada Peran Megawati

Beathor kemudian mengemukakan dugaan bahwa terdapat persoalan mengenai status pendidikan Jokowi. Ia mengklaim Jokowi yang pernah menjadi presiden tidak sempat mengikuti wisuda sebagai sarjana.

“Joko Widodo yang pernah menjadi presiden tidak sempat diwisuda menjadi sarjana karena dia cuma sampai sarjana muda,” ujarnya.

Beathor juga mengungkapkan, dugaan mantan Rektor UGM Pratikno yang mengatur membuat ijazah sarjana kehutanan untuk Jokowi.

Beathor juga menyinggung soal jadwal akademik UGM yang, menurut klaimnya, pernah dirilis oleh pihak humas kampus pada 2019. Ia mempertanyakan waktu penerbitan ijazah dan pelaksanaan wisuda Jokowi yang disebut terjadi pada November.

Menurut Beathor, jadwal akademik UGM dalam satu tahun mencakup beberapa periode wisuda, yakni Februari, Mei, Agustus, dan Desember.

“Humas UGM tahun 2019 sudah merilis jadwal akademik untuk wisuda setahun itu empat kali. Februari, Mei, Agustus, Desember. Ijazah dan wisudanya Jokowi ini kok November,” katanya.

BACA JUGA :  Said Didu Soroti BBM Langka: Rakyat Antre Puluhan Jam, Menteri ESDM Malah Dipuji

Ia menyebut adanya dugaan anomali yang, menurut versinya, tidak sesuai dengan kalender akademik UGM. Beathor meyakini persoalan tersebut akan semakin terbuka apabila terjadi perubahan kepemimpinan di kampus tersebut.

“Setelah rektor ini diganti akan terbongkar. Pasti terbongkar,” ujarnya.

Beathor juga menyoroti munculnya tekanan dari sebagian pihak yang menuntut pergantian pimpinan UGM. Ia menilai civitas akademika UGM harus ikut menjaga nama baik kampus dan membuka ruang bagi proses pencarian fakta.

“Gelombang massa menuntut rektor itu mundur. Apakah orang beribu-ribu yang ada di UGM membiarkan kampusnya hancur?” katanya.

Di sisi lain, Beathor menilai fokus pencarian dan pembuktian mengenai polemik ijazah tersebut tidak seharusnya dialihkan ke tempat lain.

“Proses pencarian ini diarahkan ke Pasar Pramuka, bukan malah ke UGM. Seharusnya yang diperdebatkan itu bukan ijazah produk UGM,” pungkas Beathor.

BACA JUGA :  Muslim Arbi: Pemerintah Prabowo Harus Waspadai Cipta Kondisi Inginkan Jakarta Rusuh

DISCLAIMER : Khusus berita OPINI dalam Rubrik/Kanal OPINI adalah media masyarakat dalam menyampaikan tulisannya, sehingga setiap berita opini di kanal OPINI sepenuhnya menjadi tanggung jawab PENULIS. Oleh karenanya INDOVIEWNEWS.COM terbebas dari segala macam bentuk tuntutan. Jika ada pihak yang berkeberatan atau merasa dirugikan dengan tulisan OPINI, maka sesuai dengan undang-undang pers bahwa pihak tersebut dapat memberikan hak jawabnya kepada PENULIS OPINI atau dapat dikirimkan kepada redaksi INDOVIEWNEWS.COM melalui email yang tertera dalam box redaksi kami. nantinya redaksi INDOVIEWNEWS.COM akan menayangkan tulisan tersebut secara berimbang sebagai bagian dari hak jawab.

BACA JUGA :  Beathor Suryadi Soroti Kesaksian Andi Widjajanto: Ada Dugaan “Mafia KPU” di Balik Hilangnya Dokumen Jokowi
spot_img
Must Read
spot_img
Populer
spot_img