Aksi Protes Berujung Lempar Telur Busuk di Bank Mandiri Pati, Massa Ancam Demo 5 Hari
INDOVIEWNEWS.COM— Suasana di depan Kantor Bank Mandiri Cabang Pati, Jawa Tengah, mendadak memanas pada Selasa (15/9/2026). Puluhan massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) mengepung kantor perbankan tersebut untuk memprotes pemblokiran rekening milik koordinator mereka, Supriyono alias Botok.
Aksi yang dimulai pukul 10.00 WIB itu diwarnai ketegangan. Massa yang datang menggunakan mobil komando tidak hanya berorasi dan membakar ban bekas, tetapi juga meluapkan kekesalan dengan melempari gedung dan bilik ATM menggunakan telur busuk. Akibat aksi tersebut, area pintu masuk kantor bank tampak bernoda dan menebarkan bau menyengat.
Berdasarkan keterangan AMPB, pemblokiran rekening ini telah berlangsung sejak 21 Agustus 2026, membuat dana sekitar Rp80,9 juta tidak bisa digunakan sama sekali. Dana tersebut diklaim merupakan akumulasi dari tabungan pribadi Supriyono serta hasil donasi publik yang dihimpun untuk mendanai berbagai kegiatan kelompok masyarakat tersebut.
Supriyono mengaku geram lantaran pembekuan akses rekening dilakukan secara sepihak tanpa adanya surat pemberitahuan atau konfirmasi awal dari pihak bank. Pihak AMPB bahkan sempat melontarkan kecurigaan bahwa langkah tersebut merupakan bentuk pembungkaman terhadap gerakan masyarakat sipil.
Di sisi lain, polemik ini menyita perhatian publik karena menyangkut prosedur perbankan yang melibatkan pihak luar. Informasi yang dihimpun sebelumnya mengindikasikan bahwa pemblokiran rekening atas nama Supriyono dilakukan oleh Bank Mandiri atas permintaan resmi dari aparat penegak hukum. Kendati demikian, ketiadaan transparansi komunikasi langsung membuat pihak nasabah merasa dirugikan dan memilih jalur jalanan. Pada hari pertama demonstrasi ini, massa memilih untuk terus berorasi tanpa membuka ruang dialog dengan manajemen cabang.
Konflik tampaknya belum akan mereda dalam waktu dekat. Supriyono menegaskan bahwa aksi protes ini tidak akan berhenti hanya dalam satu hari. AMPB merencanakan demonstrasi lanjutan selama lima hari berturut-turut, bahkan membuka opsi memperpanjang aksi hingga pihak bank maupun penegak hukum membuka duduk perkara ini secara transparan kepada publik.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Bank Mandiri Cabang Pati maupun aparat penegak hukum yang bersangkutan masih dinantikan keterangannya guna meredakan spekulasi yang kian berkembang di tengah masyarakat.
DISCLAIMER : Khusus berita OPINI dalam Rubrik/Kanal OPINI adalah media masyarakat dalam menyampaikan tulisannya, sehingga setiap berita opini di kanal OPINI sepenuhnya menjadi tanggung jawab PENULIS. Oleh karenanya INDOVIEWNEWS.COM terbebas dari segala macam bentuk tuntutan. Jika ada pihak yang berkeberatan atau merasa dirugikan dengan tulisan OPINI, maka sesuai dengan undang-undang pers bahwa pihak tersebut dapat memberikan hak jawabnya kepada PENULIS OPINI atau dapat dikirimkan kepada redaksi INDOVIEWNEWS.COM melalui email yang tertera dalam box redaksi kami. nantinya redaksi INDOVIEWNEWS.COM akan menayangkan tulisan tersebut secara berimbang sebagai bagian dari hak jawab.






