Sutoyo Abadi Sindir Prabowo: Nasionalisme Sejati Bukan Pidato Omon-Omon, Buktikan dengan Kerja Nyata untuk Rakyat
INDOVIEWNEWS.COM— Koordinator Kajian Politik Merah Putih, Sutoyo Abadi, melontarkan kritik tajam terhadap gaya kepemimpinan nasional saat ini. Ia menilai nasionalisme sejati tidak bisa diukur dari teriakan patriotik di atas mimbar, melainkan dari konsistensi sikap, tindakan nyata, dan keberpihakan pada rakyat kecil.
Dalam rilis tertulis yang diterima redaksi, Jumat (16/10/2026), Sutoyo membuka pernyataannya dengan kutipan filsuf Edward Young.
“Orang-orang yang merasa dirinya selalu benar, adalah orang bodoh,” tulis Sutoyo mengutip Edward Young.
Menurutnya, nasionalisme sejati bukan hanya simbol, seremoni, atau seruan patriotik dan pidato yang menggebu-gebu dengan teriakan “Saya nasionalisme sejati – Saya ingin mati bersama rakyat”.
Sutoyo menegaskan, segalanya akan tampak dengan sendirinya ketika tercermin dalam konsistensi sikap, tindakan, dan kontribusi riil untuk rakyatnya.
“Hanya pada pemimpin yang tidak percaya diri, terus berteriak ‘Saya Negarawan nasionalisme sejati dan NKRI harga mati’,” kata Sutoyo.
Ia menambahkan, nasionalisme yang sempit sering berubah menjadi chauvinisme, merasa paling benar, menolak kritik, atau memandang rendah yang lain.
“Nasionalisme sejati bersifat terbuka dan kritis—mencintai negara justru dengan berusaha memperbaiki kelemahannya,” ujar Sutoyo Abadi.
Sutoyo menekankan, ukuran nasionalisme akan terlihat dari bagaimana pemimpin memperlakukan rakyat kecil yang masih hidup dalam kemiskinan dan ketidakadilan. Sebab, mencintai Indonesia seharusnya berarti peduli pada kehidupan rakyatnya.
“Nasionalisme bukan sekadar mengibarkan bendera atau meneriakkan cinta tanah air. Bukan sekadar bangga pada simbol-simbolnya,” tegasnya.
Ia secara terbuka menyindir Presiden Prabowo Subianto agar berhenti hanya berpidato.
“Kalau masih suka berteriak diatas mimbar, mengakuan nasionalisme dari pengakuan dirinya, tanda nasionalisme sejati kayaknya bukan Anda,” kata Sutoyo.
“Presiden Prabowo berhentilah berpidato omon-omon lakukan langkah riil untuk kehidupan rakyat. Rakyat sudah muak mendengarnya,” sambungnya.
Sebagai penutup, Sutoyo mengutip tokoh nasional Sutan Sjahrir dari buku Renungan Indonesia tahun 1945.
“Kecintaan kepada tanah air tanpa kepedulian kepada rakyat yang menderita hanyalah omong kosong kaum elitis,” tutup Sutoyo mengutip Sutan Sjahrir.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Istana Kepresidenan maupun Presiden Prabowo belum memberikan tanggapan atas kritik tersebut. Media memberi ruang utk menayangkan klarifikasi dari pihak yang disebutkan narasumber.
DISCLAIMER : Khusus berita OPINI dalam Rubrik/Kanal OPINI adalah media masyarakat dalam menyampaikan tulisannya, sehingga setiap berita opini di kanal OPINI sepenuhnya menjadi tanggung jawab PENULIS. Oleh karenanya INDOVIEWNEWS.COM terbebas dari segala macam bentuk tuntutan. Jika ada pihak yang berkeberatan atau merasa dirugikan dengan tulisan OPINI, maka sesuai dengan undang-undang pers bahwa pihak tersebut dapat memberikan hak jawabnya kepada PENULIS OPINI atau dapat dikirimkan kepada redaksi INDOVIEWNEWS.COM melalui email yang tertera dalam box redaksi kami. nantinya redaksi INDOVIEWNEWS.COM akan menayangkan tulisan tersebut secara berimbang sebagai bagian dari hak jawab.






