Musicycle Gelar Sekolah Hijau di SMPN 29 Jakarta, Dorong Pelajar Peduli Lingkungan
INDOVIEWNEWS.COM — Komunitas lingkungan hidup Musicycle kembali menggelar program Sekolah Hijau di SMPN 29 Jakarta, Sabtu (20/9/2026). Kegiatan yang mengusung tema “Back To School” tersebut menjadi pelaksanaan ketiga program Sekolah Hijau sepanjang 2026.
Sebelumnya, kegiatan serupa telah digelar di SDN Pondok Benda I dan SDN Ciledug Barat, Tangerang Selatan.
Penggiat Musicycle, Edy Kusno, mengatakan Sekolah Hijau edisi SMPN 29 Jakarta digelar dengan menggandeng sejumlah komunitas sepeda serta sekolah di sekitar lokasi.
“Kita mengambil tema Back to School karena ingin mengenang masa-masa sekolah. Sekaligus memberi pemahaman lingkungan hidup dengan bersepeda dan merawat lingkungan hidup,” kata Edy.
Sejumlah komunitas yang terlibat antara lain Rumah Sepeda Indonesia, Yellow Ranger Indonesia, Selitangs, Rest And Race, Selsel, Bike To School, Elevated Chainstay, Pemda BSD dan komunitas lainnya.

Sementara sekolah yang ikut terlibat dalam kegiatan tersebut yakni SMPN 11, SMPN 29, SMPN 19 dan SMK Dharma Karya.
Menurut Edy, kegiatan Sekolah Hijau tidak hanya mengajak pelajar mengenal pentingnya menjaga lingkungan, tetapi juga memberikan apresiasi kepada siswa yang menggunakan sepeda.
Sebagai bentuk apresiasi tersebut, Musicycle memberikan helm sepeda kepada para pelajar.
“Tak lupa kami juga merawat pohon yang pernah ditanam di sekitar lingkungan sekolah. Kami pun menghibur para peserta dengan musik konservasi karya para member Musicycle,” ujar Edy.
Ia menjelaskan, program Sekolah Hijau digagas sejak 2024 sebagai upaya meningkatkan kesadaran dan kepedulian terhadap lingkungan hidup di kalangan generasi muda, khususnya pelajar.
Gerakan tersebut membawa slogan “Hijaukan Bumi, Birukan Langit” dengan tiga pilar utama, yakni bersepeda, menanam pohon dan bermusik.
Melalui pilar bersepeda, para pelajar diajak membiasakan diri menggunakan sepeda sebagai alternatif transportasi yang sehat dan ramah lingkungan sekaligus bagian dari upaya mengurangi polusi udara di kawasan perkotaan.
Pilar menanam pohon diarahkan untuk memberikan edukasi mengenai aksi nyata menghadapi persoalan lingkungan dan perubahan iklim melalui penghijauan, sehingga lingkungan sekolah menjadi lebih asri, nyaman dan segar.
Sedangkan musik digunakan sebagai media kreatif untuk menyampaikan pesan-pesan pelestarian alam dengan cara yang lebih menyenangkan dan mudah diterima para pelajar.
Edy mengatakan program tersebut juga diarahkan untuk mendorong terbentuknya kader konservasi di lingkungan sekolah serta menjadikan kebiasaan ramah lingkungan sebagai bagian dari aktivitas berkelanjutan para siswa.
Ia memastikan kegiatan Sekolah Hijau akan terus dilanjutkan ke sekolah-sekolah lainnya. Sejumlah sekolah, kata Edy, juga telah menunjukkan ketertarikan untuk bekerja sama menjalankan program tersebut.
“Di mana saja sekolahnya, tunggu tanggal mainnya,” tandas Edy.
DISCLAIMER : Khusus berita OPINI dalam Rubrik/Kanal OPINI adalah media masyarakat dalam menyampaikan tulisannya, sehingga setiap berita opini di kanal OPINI sepenuhnya menjadi tanggung jawab PENULIS. Oleh karenanya INDOVIEWNEWS.COM terbebas dari segala macam bentuk tuntutan. Jika ada pihak yang berkeberatan atau merasa dirugikan dengan tulisan OPINI, maka sesuai dengan undang-undang pers bahwa pihak tersebut dapat memberikan hak jawabnya kepada PENULIS OPINI atau dapat dikirimkan kepada redaksi INDOVIEWNEWS.COM melalui email yang tertera dalam box redaksi kami. nantinya redaksi INDOVIEWNEWS.COM akan menayangkan tulisan tersebut secara berimbang sebagai bagian dari hak jawab.







