spot_img
spot_img
Sabtu, Oktober 17, 2026
BerandaNewsProgram Dai Sejuta Mimbar Buka Peluang Anak Muda Kembangkan Dakwah Digital

Program Dai Sejuta Mimbar Buka Peluang Anak Muda Kembangkan Dakwah Digital

spot_img

Program Dai Sejuta Mimbar Buka Peluang Anak Muda Kembangkan Dakwah Digital

INDOVIEWNEWS.COM— Persiapan ibadah haji dan perkembangan dakwah di media sosial menjadi dua hal yang disorot Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dalam mendorong peran generasi muda di era digital.

Upaya tersebut diwujudkan melalui peluncuran Program Dai Sejuta Mimbar di Auditorium Gedung B.J. Habibie, BRIN, Jakarta, Jumat (16/10/2026).

Program ini dikembangkan bersama Yayasan Harika untuk Kemanusiaan, dengan menghubungkan edukasi perencanaan haji dan pengembangan dakwah melalui platform digital. Bagi BPKH, kesadaran menunaikan ibadah haji perlu dibangun jauh sebelum seseorang berangkat ke Tanah Suci.

Persiapan tersebut mencakup pemahaman agama, kesiapan spiritual, hingga kemampuan mengatur keuangan dalam jangka panjang.

Anggota Badan Pelaksana BPKH, Harry Alexander, mengatakan generasi muda perlu memahami bahwa perencanaan haji membutuhkan komitmen yang dibangun secara bertahap.

“Persiapan ibadah haji perlu dimulai sejak usia muda. Haji bukan hanya tentang keberangkatan ke Tanah Suci, tetapi juga tentang membangun komitmen jangka panjang melalui perencanaan keuangan yang disiplin,” ujar Harry.

BACA JUGA :  Jhon Sitorus Desak Aparat Segera Ungkap Kasus Kematian Bambang di Pejompongan

Pendekatan itu diterapkan melalui Program Haji Muda yang mendorong anak muda membangun kebiasaan menabung, memahami pengelolaan keuangan, dan mencari informasi haji dari sumber yang tepat.

Di sisi lain, perkembangan teknologi juga membuka ruang bagi generasi muda untuk menyampaikan pesan keagamaan dengan cara yang lebih dekat dengan keseharian masyarakat. Media sosial, video pendek, dan podcast menjadi sarana yang dapat dimanfaatkan untuk menjangkau kelompok audiens yang lebih luas.

Namun, kemudahan memproduksi dan menyebarkan konten menghadirkan tantangan tersendiri. Pesan keagamaan yang disampaikan secara digital perlu memiliki dasar pengetahuan yang kuat agar tidak berhenti pada popularitas semata.

Kepala BRIN, Arif Satria, menekankan pentingnya menjaga kualitas materi dakwah di tengah perkembangan teknologi komunikasi.

“Dakwah di era digital tidak cukup hanya mengandalkan kreativitas dan jangkauan yang luas, tetapi juga harus didukung oleh substansi pengetahuan yang kuat dan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan,” kata Arif.

Menurutnya, pemanfaatan teknologi seharusnya menghasilkan dampak yang dapat dirasakan masyarakat, termasuk meningkatnya pemahaman terhadap pesan yang disampaikan.

BACA JUGA :  Pengamat: Pansus Papua DPD RI Harus Bongkar Akar Konflik, dari Tanah Adat hingga Kepentingan Geopolitik

“Keberhasilan dakwah digital perlu dilihat dari manfaat dan dampak nyata yang dihasilkan,” tegasnya.

Pandangan tersebut membuka ruang bagi riset untuk mengambil peran dalam pengembangan dakwah digital. Melalui kolaborasi dengan BRIN, pendekatan berbasis penelitian dapat dimanfaatkan untuk mengenali kebutuhan audiens, mengevaluasi efektivitas komunikasi, dan melihat perubahan pemahaman masyarakat setelah menerima suatu pesan.

Dengan demikian, penilaian terhadap keberhasilan sebuah konten tidak hanya bertumpu pada jumlah penonton, interaksi, atau frekuensi unggahan. Kualitas informasi dan manfaatnya bagi masyarakat juga menjadi aspek penting.

Peluncuran program ini turut dihadiri Deputi Bidang Penghimpunan BPKH Juni Supriyanto, dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia Banu Muhammad, peneliti BRIN Rizky Prayogo Ramadhan, serta Fatchul Wachid dari Gerakan Dai Sejuta Mimbar.

Dalam diskusi yang digelar, para peserta membahas berbagai isu, mulai dari perencanaan haji sejak usia muda dan pengelolaan keuangan hingga ekonomi digital serta pendekatan dakwah yang sesuai dengan karakter generasi muda.

Program ini juga mendapat dukungan dari CIMB Niaga Syariah, Danamon Syariah, Bank Mega Syariah, dan Amazon Web Services (AWS).

BACA JUGA :  Pengamat: Pramono Sedang Menempatkan Jakarta dalam Peta Persaingan Kota Global

Melalui pengembangan Program Haji Muda dan Dai Sejuta Mimbar, BPKH dan BRIN mendorong generasi muda agar tidak hanya memiliki perencanaan yang lebih baik untuk menunaikan ibadah haji, tetapi juga mampu memanfaatkan teknologi untuk menyebarkan pesan keislaman yang bertanggung jawab dan memberi manfaat.


DISCLAIMER : Khusus berita OPINI dalam Rubrik/Kanal OPINI adalah media masyarakat dalam menyampaikan tulisannya, sehingga setiap berita opini di kanal OPINI sepenuhnya menjadi tanggung jawab PENULIS. Oleh karenanya INDOVIEWNEWS.COM terbebas dari segala macam bentuk tuntutan. Jika ada pihak yang berkeberatan atau merasa dirugikan dengan tulisan OPINI, maka sesuai dengan undang-undang pers bahwa pihak tersebut dapat memberikan hak jawabnya kepada PENULIS OPINI atau dapat dikirimkan kepada redaksi INDOVIEWNEWS.COM melalui email yang tertera dalam box redaksi kami. nantinya redaksi INDOVIEWNEWS.COM akan menayangkan tulisan tersebut secara berimbang sebagai bagian dari hak jawab.

BACA JUGA :  Tak Segera Pecat Nusron Wahid, Muslim Arbi: Publik Bisa Nilai Prabowo Lindungi Terduga Koruptor
spot_img
Must Read
spot_img
Populer
spot_img