spot_img
spot_img
Selasa, Oktober 6, 2026
BerandaOpiniBandit Keuangan Terorganisir atau  Londo Ireng?

Bandit Keuangan Terorganisir atau  Londo Ireng?

spot_img

Bandit Keuangan Terorganisir atau  Londo Ireng?

Oleh: Defiyan Cori
Ekonom Konstitusi

Bag 1, Tulisan bersambung….

Akhirnya, Purbaya Yudhi Sadewa diberhentikan dari jabatannya sebagai Menteri Keuangan. Kejadian yang biasa saja sebenarnya. Tidak mengejutkan sama sekali atas pengangkatan dan pemberhentian para pembantu Presiden Republik Indonesia (RI). Dan,  Purbaya pun mengakuinya sebagai hak prerogatif Presiden RI. Yang tak biasa mungkin banyak pihak menyayangkan caranya melalui telepon dan sedang dalam kegiatan rapat formil. Meskipun, lewat telepon ataupun tatap muka sebagaimana kalimat Dahlan Iskan, SAMA SAJA!

Mengapa bisa tiba-tiba dan mendadak kejadiannya? Apakah ada kekuatan besar di belakang keputusan pemberhentian Purbaya Yudhi Sadewa ini? Kekuatan yang “memaksa” secara tak beretika. Yang hanya bisa dilakukan oleh seorang atau beberapa BANDIT KEUANGAN!? Siapakah orang atau mereka yang tak beretika secara Pancasilais dan konstitusi UUD 1945 bisa “memaksa”  apapun dengan kekuatan uang tersebut? Pertanyaan untuk Menteri Keuangan yang baru dilantik pada 14 September 2026, yaitu Suahasil Nazara lebih baik dan bersih dibanding Purbaya Yudhi Sadewa?

BACA JUGA :  5 KELEMAHAN UU REFORMA AGRARIA YANG BARU DISAHKAN

Tantangan Resistensi Internal
Tepat satu (1) tahun tujuh (7) hari mengemban amanah Menkeu RI banyak hal kontroversial yang dilakukannya terkait tata kelola keuangan negara. Selain itu, Purbaya memang bukan berasal dari pejabat karir di Kementerian Keuangan. Banyak pembenahan (bersih-bersih) di internal Kemenkeu RI yang akan dan telah dilakukannya. Diantaranya, adalah terkait dengan kasus korupsi dan manipulasi di Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak) serta Bea dan Cukai. Gebrakan Purbaya ini tentu membuat resistensi dan “gerah” sebagian pejabat dan jajaran internal Kemenkeu.

Sementara, Suahasil Nazara merupakan pejabat karir di lingkungan tersebut. Pasca kegiatan serah terima jabatan dan pelepasan Purbaya, Menkeu Suahasil Nazara begitu antusias disambut oleh jajaran Kemenkeu RI. Sambutan meriah ini bisa ditafsirkan oleh publik sebagai “kemenangan” orang internal (baca: orang dalam). Tentu ada pertanyaan yang tersisa dalam pikiran orang awan, apakah ini kemenangan bandit keuangan? Mungkinkah Suahasil Nazara mampu melanjutkan kinerja Purbaya Yudhi Sadewa dalam melakukan pembenahan internal organisasi Kemenkeu RI?

BACA JUGA :  DISKUALIFIKASI/ PEMBATALAN GIBRAN SEBAGAI WAPRES

Terlepas dari keahlian Suahasil Nazara dibidang fiskal serta merancangi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan pengalaman birokrasinya. Isu dan permasalahan utama jelas terletak bukan hanya pada kemampuan sektor fiskal negara. Ini hanyalah alat yang tak terlalu signifikan dalam mengelola stabilitas perekonomian, memacu pertumbuhan ekonomi dan pemerataan hasil-hasilnya. Yang lebih berperan menjadi motor penggerak perekonomian bangsa dan negara adalah sektor rill. Sektor riil inilah yang akan mendukung kapasitas fiskal negara dan harus dijauhkan dari bandit keuangan.

bersambung


DISCLAIMER : Khusus berita OPINI dalam Rubrik/Kanal OPINI adalah media masyarakat dalam menyampaikan tulisannya, sehingga setiap berita opini di kanal OPINI sepenuhnya menjadi tanggung jawab PENULIS. Oleh karenanya INDOVIEWNEWS.COM terbebas dari segala macam bentuk tuntutan. Jika ada pihak yang berkeberatan atau merasa dirugikan dengan tulisan OPINI, maka sesuai dengan undang-undang pers bahwa pihak tersebut dapat memberikan hak jawabnya kepada PENULIS OPINI atau dapat dikirimkan kepada redaksi INDOVIEWNEWS.COM melalui email yang tertera dalam box redaksi kami. nantinya redaksi INDOVIEWNEWS.COM akan menayangkan tulisan tersebut secara berimbang sebagai bagian dari hak jawab.

BACA JUGA :  Sembilan Usulan Pokok untuk UU Ketenagakerjaan Baru
spot_img
Must Read
spot_img
Populer
spot_img