Kabinet Prabowo Dinilai Perlu Reshuffle Substansial, Sejumlah Menteri Disorot
INDOVIEWNEWS.COM — Kinerja Kabinet Presiden Prabowo Subianto mendapat sorotan dari sejumlah pengamat dan peneliti. Mereka menilai evaluasi menyeluruh hingga perombakan kabinet secara substansial diperlukan untuk memperbaiki kinerja pemerintahan.
Direktur Lembaga Islam dan Kebudayaan (LSIK) Umar Hamdani MA, peneliti independen dari Forum Inteligensia Bebas Fathor Reinhard MSc, serta peneliti CSRC UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Mohamad Nabil MA menyoroti persoalan kompetensi dan integritas sejumlah pejabat kabinet.
Menurut mereka, persoalan tersebut berpengaruh terhadap efektivitas pelaksanaan program pemerintah.
“Penilaian tersebut didasarkan pada persoalan kompetensi dan integritas sejumlah pejabat kabinet yang dinilainya berdampak terhadap kinerja pemerintahan,” tegas Umar Hamdani, alumnus Pascasarjana STF Driyarkara.
Mohamad Nabil mengatakan, berbagai kalangan akademisi, peneliti, mahasiswa, dan analis telah memberikan penilaian kritis terhadap kinerja kabinet.
“Para analis, peneliti dan akademisi serta mahasiswa sudah menilai kabinet Prabowo gagal dan ambyar, maka Prabowo dihimbau melakukan perombakan kabinet secara substansial,” kata Nabil.
Sorotan serupa sebelumnya disampaikan Direktur Riset Freedom Foundation Darmawan Sinayangsah. Ia menilai sekitar 65 persen menteri dalam Kabinet Prabowo perlu diganti apabila Presiden ingin melakukan perombakan kabinet secara substansial.
“Sebab mereka tidak kompeten dan tak punya integritas,” ujar Darmawan.
Mantan aktivis Senat Mahasiswa FISIP UI itu juga menilai kinerja sejumlah menteri berdampak terhadap citra Presiden Prabowo. Menurut dia, sebagian pejabat kabinet cenderung menerapkan pola asal bapak senang (ABS), meskipun terdapat persoalan dalam pelaksanaan sejumlah program pemerintah.
“Akibatnya, Prabowo jadi cemooh dan olok-olok publik sebab para menterinya itu ABS (asal bapak senang), meski menyaksikan buruknya pelaksanaan MBG (Makan Bergizi Gratis) dan Koperasi Merah Putih yang jelas bermasalah, dan berbagai kelemahan lainnya,” katanya.
Sorotan terhadap Kinerja Pemerintah
Para pengamat tersebut juga menyoroti sejumlah persoalan yang mereka nilai menjadi tantangan pemerintahan Prabowo, mulai dari tekanan terhadap nilai tukar rupiah, persoalan korupsi, daya beli masyarakat, pemutusan hubungan kerja (PHK), de-industrialisasi, hingga persoalan lingkungan hidup.
Mereka berpandangan, persoalan tersebut membutuhkan jajaran pemerintahan yang memiliki kompetensi, integritas, dan kemampuan eksekusi yang kuat.
Dalam pandangan mereka, Presiden Prabowo perlu mengevaluasi kinerja para menteri, wakil menteri, kepala dan wakil kepala badan secara menyeluruh. Evaluasi tersebut dinilai penting untuk memastikan program-program pemerintah berjalan sesuai target.
Para pengamat tersebut menyatakan dukungan mereka terhadap Presiden Prabowo, namun mengaku kecewa terhadap kinerja sejumlah menteri yang dinilai belum mampu menjalankan tugas secara optimal.
Mereka juga mengaitkan kondisi tersebut dengan munculnya kritik dari kalangan mahasiswa dan sejumlah Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) terhadap pemerintah.
Sementara itu, klaim mengenai hasil survei yang menyebut 63 persen responden mendukung reshuffle substantif perlu merujuk pada survei dan periode penelitian yang jelas agar dapat dipastikan konteks serta metodologinya.
Media membuka ruang klarifikasi, tanggapan, maupun informasi dari pihak-pihak yang disebut atau terkait dengan pemberitaan ini, sesuai prinsip keberimbangan dan asas praduga tak bersalah.
DISCLAIMER : Khusus berita OPINI dalam Rubrik/Kanal OPINI adalah media masyarakat dalam menyampaikan tulisannya, sehingga setiap berita opini di kanal OPINI sepenuhnya menjadi tanggung jawab PENULIS. Oleh karenanya INDOVIEWNEWS.COM terbebas dari segala macam bentuk tuntutan. Jika ada pihak yang berkeberatan atau merasa dirugikan dengan tulisan OPINI, maka sesuai dengan undang-undang pers bahwa pihak tersebut dapat memberikan hak jawabnya kepada PENULIS OPINI atau dapat dikirimkan kepada redaksi INDOVIEWNEWS.COM melalui email yang tertera dalam box redaksi kami. nantinya redaksi INDOVIEWNEWS.COM akan menayangkan tulisan tersebut secara berimbang sebagai bagian dari hak jawab.







