spot_img
spot_img
Selasa, Oktober 6, 2026
BerandaOpiniMEMILIKI POWER TIDAK HARUS MEMILIKI JABATAN TINGGI : BELAJAR DARI SUFMI DASCO...

MEMILIKI POWER TIDAK HARUS MEMILIKI JABATAN TINGGI : BELAJAR DARI SUFMI DASCO AHMAD DAN FILOSOFI POWER BEHIND THE THRONE

spot_img

MEMILIKI POWER TIDAK HARUS MEMILIKI JABATAN TINGGI : BELAJAR DARI SUFMI DASCO AHMAD DAN FILOSOFI POWER BEHIND THE THRONE

Oleh: Kurtubi
Tokoh Masyarakat Tangerang

Dalam politik Indonesia, banyak orang mengira bahwa power atau kekuasaan itu identik dengan jabatan tinggi. Harus jadi menteri, harus jadi ketua partai, harus jadi gubernur. Padahal dalam ilmu politik, jabatan tinggi tidak selalu berbanding lurus dengan power yang sesungguhnya.

Lihatlah sosok Prof. Sufmi Dasco Ahmad. Dia adalah salah satu contoh paling nyata tentang bagaimana memiliki power tidak harus memiliki jabatan tinggi.

1. DASCO: ORANG KEPERCAYAAN PRESIDEN YANG MENOLAK MENJADI MENTERI

Dasco adalah salah satu orang kepercayaan paling dekat Presiden Prabowo Subianto. Sudah bersama Prabowo puluhan tahun, dari saat Prabowo masih di luar kekuasaan sampai menjadi Presiden.

Secara struktur partai, Dasco adalah Ketua Harian DPP Partai Gerindra. Jabatan yang sangat sentral, karena Ketua Harian adalah pelaksana harian partai, yang menjalankan roda organisasi sehari-hari.

Namun secara jabatan negara, Dasco tetap pada posisi semula yakni Wakil Ketua DPR RI. Dia tidak ambisi untuk menjadi Menteri.

Padahal jika mau, sangat mudah bagi Dasco untuk menjadi Menteri. Dengan kedekatannya dengan Presiden Prabowo, jangankan Menteri, Menko pun bisa. Tapi Dasco tidak mengambil itu.

Ini menunjukkan satu hal: Bagi Dasco, jabatan bukan segalanya.

Bagi politisi kebanyakan, menjadi Menteri adalah puncak karir. Tapi bagi Dasco, menjadi orang yang didengar Presiden, menjadi orang yang bisa menyelesaikan masalah, menjadi jembatan antara Istana, DPR, dan Partai, itu jauh lebih ber-power daripada sekadar menjadi Menteri.

BACA JUGA :  KETIKA AKTIVIS SENIOR MEMIMPIN BAKOM RI - MEMBACA ARAH BARU KOMUNIKASI PEMERINTAH DI BAWAH DR. SYAHGANDA NAINGGOLAN

Menteri itu kekuasaannya terbatas pada kementeriannya saja. Tapi sebagai Wakil Ketua DPR yang juga Ketua Harian Gerindra dan orang kepercayaan Presiden, power Dasco melintasi semua kementerian. Semua Menteri harus menghormati Dasco, karena Dasco adalah representasi Presiden di DPR.

Inilah yang dalam ilmu politik disebut “Power Behind The Throne” atau kekuasaan di balik singgasana. Tidak duduk di singgasana, tapi menentukan siapa yang duduk di singgasana.

2. MENGINGATKAN PADA SOSOK HANA DARI AMERIKA

Fenomena Dasco ini mengingatkan kita pada sosok Hana dari Amerika.

Dalam sejarah politik Amerika, ada sosok seperti Hana yang menjadi orang terdepan memenangkan kandidat calon presiden. Dia bekerja siang malam, mengatur strategi, menggalang dana, memenangkan pertarungan.

Namun ketika calon presiden yang dia menangkan sudah menjadi Presiden, Hana menolak menerima jabatan setingkat Menteri.

Banyak orang bertanya, kenapa Hana menolak? Jawabannya sederhana: Karena Hana tahu, jika dia menjadi Menteri, maka dia akan terikat. Terikat pada birokrasi, terikat pada aturan, terikat pada satu bidang saja.

Tapi jika dia tetap di luar kabinet, dia bisa memiliki pengaruh yang jauh lebih besar. Dia bisa memberi masukan langsung kepada Presiden tanpa terikat protokoler Menteri, dia bisa menjadi penasihat yang jujur, bukan penasihat yang hanya mencari muka.

BACA JUGA :  PP 48/2025: PANGKAS WAKTU 90 HARI, PEDANG BERMATA DUA UNTUK TANAH TERLANTAR DAN KEADILAN AGRARIA

Hana memilih menjadi *King Maker*, bukan menjadi King. Karena King Maker bisa membuat banyak King, tapi King hanya bisa menjadi satu.

Dasco melakukan hal yang sama. Dasco memilih tetap menjadi King Maker di DPR dan di Partai, daripada menjadi salah satu Menteri yang kekuasaannya dibatasi oleh nomenklatur.

3. ORA JABAT ORA POPO, SING PENTING NGATUR

Ada istilah “Ora Jabat Ora Popo, Sing Penting Ngatur” artinya tidak menjabat tidak apa-apa, yang penting bisa mengatur.

Inilah yang dijalankan Dasco.

Banyak orang berebut jabatan Menteri, tapi setelah jadi Menteri justru tidak punya power. Dikit-dikit dimarahi Presiden, dikritik DPR, diserang media, dan akhirnya dicopot dalam reshuffle.

Tapi Dasco, tanpa menjadi Menteri, semua orang datang kepadanya. Pengusaha datang, Jenderal datang, Menteri datang, Kepala Daerah datang. Karena semua orang tahu, Dasco adalah pintu masuk ke Presiden Prabowo.

Power Dasco bukan pada jabatan Wakil Ketua DPR nya, tapi pada kepercayaan Presiden Prabowo kepadanya. Kepercayaan itulah power yang sesungguhnya, yang tidak bisa diberikan oleh SK Presiden, tapi dibangun oleh loyalitas puluhan tahun.

3. JABATAN BISA DICOPOT, KEPERCAYAAN TIDAK BISA

Jabatan Menteri bisa dicopot kapan saja lewat reshuffle. Jabatan Gubernur bisa hilang setelah 5 tahun. Jabatan Ketua Partai bisa direbut dalam kongres.

BACA JUGA :  SKEMA REDISTRIBUSI ASET YANG MINIM DI TANGERANG UTARA DALAM KONTEKS UU REFORMA AGRARIA 2026

Tapi kepercayaan seorang Presiden kepada orang kepercayaannya, itu tidak bisa dicopot oleh siapapun.

Dasco membangun powernya bukan dari jabatan, tapi dari loyalitas, dari kerja keras, dan dari kemampuan menyelesaikan masalah tanpa banyak bicara di media.

Inilah tipe pemimpin yang dibutuhkan hari ini: Tidak haus jabatan, tapi haus kerja. Tidak mencari panggung, tapi mencari solusi.

Dasco telah menunjukkan bahwa dalam politik, yang paling berkuasa bukanlah yang jabatannya paling tinggi, tapi yang paling dipercaya oleh pemegang kekuasaan tertinggi.

Memiliki jabatan tinggi belum tentu memiliki power, tapi memiliki kepercayaan Presiden, sudah pasti memiliki power yang sesungguhnya.


DISCLAIMER : Khusus berita OPINI dalam Rubrik/Kanal OPINI adalah media masyarakat dalam menyampaikan tulisannya, sehingga setiap berita opini di kanal OPINI sepenuhnya menjadi tanggung jawab PENULIS. Oleh karenanya INDOVIEWNEWS.COM terbebas dari segala macam bentuk tuntutan. Jika ada pihak yang berkeberatan atau merasa dirugikan dengan tulisan OPINI, maka sesuai dengan undang-undang pers bahwa pihak tersebut dapat memberikan hak jawabnya kepada PENULIS OPINI atau dapat dikirimkan kepada redaksi INDOVIEWNEWS.COM melalui email yang tertera dalam box redaksi kami. nantinya redaksi INDOVIEWNEWS.COM akan menayangkan tulisan tersebut secara berimbang sebagai bagian dari hak jawab.

BACA JUGA :  MEGATHRUST SELAT SUNDA: BANTEN BERDIRI DI GARIS DEPAN, TAPI APA YANG SUDAH DIPERSIAPKAN?
spot_img
Must Read
spot_img
Populer
spot_img