Prediksi Hendrajit: MK Pertahankan Gibran, Tapi Konfigurasi Politik Bakal Plot Twist Desember
INDOVIEWNEWS.COM– Pengamat geopolitik yang juga wartawan senior Hendrajit menilai putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tidak akan menggoyahkan posisi Gibran secara konstitusional, namun akan memicu dinamika politik baru.
“Dugaan terbaik saya, putusan MK tetap akan mempertahankan Gibran secara konstitusional. Namun konfigurasi politik akan semakin dinamis dan penuh plot twist. Alur cerita bisa berbelok tajam dan terduga, tapi dipandu oleh sebuah pola,” ujar Hendrajit dalam rilisnya, Rabu (7/10/2026).
Menurut Hendrajit, arah dari putusan tersebut bukan pelemahan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi). Ia justru melihat ada kelompok lain yang terdampak.
“Arahnya bukan pelemahan Jokowi tapi melemahnya kelompok abu-abu yang selama ini berlindung di irisan politik antara Prabowo vs Jokowi atau Geng Solo,” kata Hendrajit.
Ia mengajukan pertanyaan kritis terkait arah pembangunan kekuasaan saat ini.
“Pertanyaan kritisnya, Arsitektur kekuasaan model apa yang lagi mau dibangun oleh elit kekuasaan? Kan gitu,” ucapnya.
Hendrajit melihat ada dua arus besar yang berpotensi menguat pada Desember 2026 mendatang.
“Tekanan publik yang makin kuat untuk mengaktualisasi Pasal 33 UUD 1945. Kalau ini makin bergulir, peran negara sebagai subyek ekonomi politik akan semakin masuk dalam radar bahasan politik di DPR maupun eksekutif,” ujarnya.
Arus kedua, menurutnya, lebih strategis.
“Begitu isu aktualisasi Pasal 33 UUD 1945 menggelombang sebagai arus pemikiran maupun pergolakan pemikiran, maka bergulirlah isu yang lebih strategis. Kaji Ulang UUD 1945 hasil amandemen 4 kali,” kata Hendrajit.
Jika kedua tren tersebut intens bersamaan dengan tenggat janji elit Senayan untuk meloloskan UU Perampasan Aset, maka arsitektur kekuasaan baru akan kondusif tercipta.
“Nah pada tahap ini power struggle dan power game sesungguhnya baru dimulai. Pergantian Kapolri baru, reshuffle cabinet dan pengangkatan para anggota Wantimpres, kalau ibarat main catur, Prabowo baru memainkan tahap permainan posisionil menguasai daerah-daerah sentrum dari papan catur,” jelasnya.
Hendrajit kemudian menganalogikan konfigurasi politik saat ini dengan permainan catur.
“Permainan posisionil Prabowo menguasai sentrum papan catur sudah terlewati dengan lancar. Raja – Perdana Menteri adalah Prabowo-Mega sebagai simpul pengendali papan catur biji putih. Pemain kunci sebagai dinamisator adalah tiga bidak catur: gajah dan kuda. Dudung dan Suyudi sebagai kuda, Sufmi Dasco sebagai gajah,” ujar Hendrajit.
Ia menjelaskan, Kapolri dan Menkopolkam memiliki keleluasaan manuver seperti kuda dalam catur, sementara Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco bergerak seperti gajah.
“Kapolri Suyudi dan Menkopolkam punya kebebasan gerak untuk langkah tiga langkah kuda baik maju maupun mundur. Adapun Sufmi Dasco yang resminya menjabat Wakil Ketua DPR punya kebebasan gerak sesuai kodratnya sebagai gajah, untuk melakukan manuver ke jalur kanan atau kiri melalui langkah-langkah diagonal,” katanya.
Menurut Hendrajit, peran Dasco unik karena secara tidak kasat mata mewakili ratu yang memiliki langkah paling komplet dalam catur.
“Peran Dasco di sini jadi unik dalam permainan catur babak awal ini. Memainkan langkah gajah (bishop) tapi secara tak kasat mata mewakili ratu yang dalam pakem permainan catur justru punya beberapa langkah paling komplit,” ucapnya.
Ia juga menyoroti makna simbolik pertemuan Prabowo dan Megawati di Jalan Teuku Umar.
“Makanya entah kebetulan atau memang gerak alam, dalam pertemuan Prabowo-Mega di Teuku Umar, Seskap Teddy dan Mensesneg Prasetyo Hadi mengenakan kemeja putih. Tapi Saleh Abdullah, kader PDIP pendamping Mega di pertemuan itu, dan Sufmi Dasco mengenakan kemeja batik lengan panjang. Makna simbolik kemeja batik yang sama-sama dikenakan Dasco dan Saleh jelas. Dasco merupakan titik hubung antara Mega dan Prabowo. Saleh titik hubung PDIP-Gerindra,” pungkas Hendrajit.
Pernyataan di atas merupakan pendapat pribadi narasumber sebagai analisis geopolitik dan menjadi tanggung jawab narasumber sepenuhnya.
Hingga berita ini diturunkan, redaksi memberi ruang hak jawab, tanggapan, dan klarifikasi seluas-luasnya bagi pihak-pihak terkait yang disebutkan, termasuk pihak Istana Kepresidenan, DPR RI, dan pihak terkait lainnya.
DISCLAIMER : Khusus berita OPINI dalam Rubrik/Kanal OPINI adalah media masyarakat dalam menyampaikan tulisannya, sehingga setiap berita opini di kanal OPINI sepenuhnya menjadi tanggung jawab PENULIS. Oleh karenanya INDOVIEWNEWS.COM terbebas dari segala macam bentuk tuntutan. Jika ada pihak yang berkeberatan atau merasa dirugikan dengan tulisan OPINI, maka sesuai dengan undang-undang pers bahwa pihak tersebut dapat memberikan hak jawabnya kepada PENULIS OPINI atau dapat dikirimkan kepada redaksi INDOVIEWNEWS.COM melalui email yang tertera dalam box redaksi kami. nantinya redaksi INDOVIEWNEWS.COM akan menayangkan tulisan tersebut secara berimbang sebagai bagian dari hak jawab.






