spot_img
spot_img
Senin, Oktober 5, 2026
BerandaOpiniRadical Break Rocky Gerung dan Operasi Sandi Yudha Prabowo

Radical Break Rocky Gerung dan Operasi Sandi Yudha Prabowo

spot_img

Radical Break Rocky Gerung dan Operasi Sandi Yudha Prabowo

MN LAPONG

Tiba tiba publik dikagetkan lagi dengan pencopotan Kapolri Listyo Sigit plus reshuffle kabinet dalam jumlah yang besar oleh Presiden setelah sebelumnya heboh besar  publik yang tak puas atas pencopotan Purbaya.

Tak tanggung tanggung kagetnya makin bikin heboh, karena Tokoh seperti Rocky Gerung sosok intelektual yang telah menjadi Rausyan Fikr dalam mengedukasi bangsa ini yang terjerumus dalam kedunguan berjamaah, tiba tiba dilantik menjadi Watimpres oleh Presiden Prabowo.

Wartawan pun gatal dan heboh bertanya, “kok mau bang Rocky ikutan jadi pejabat kan selama ini dikenal selalu mengeritik pemerintah?” Rocky Gerung menjawab singkat kepada wartawan, “apa alasan saya untuk menolak.” Jawaban Rocky Gerung dalam dialektika yang kaya makna itu membuat Wartawan terdiam.

Media sosial tak kalah heboh, bahkan rame dan viral dengar komentar komentar dari netizen Indonesia yang dikenal sebagai negara pengguna media sosial terheboh dan 4 besar dunia. Pro kontra dengan Konten lucu, berat, ringan, puas, tak puas plus tak lupa bonus caci maki ikut menyertai reshuffle kabinet kali ini karena masuknya tokoh tokoh aktivis kelas berat seperti Sahganda Nainggolan yang selama ini dikenal dekat dengan Sufi Dasco Wakil Ketua DPR-RI dari Partai Gerindra.

BACA JUGA :  Demokrasi Liberal - UUD 45/2002 : Sumber Utama Malapetaka Ketidak-adilan Sosial Rakyat Indonesia

Purbaya di copot, Rocky Gerung sang Radical Break masuk dan Kapolri Listyo Sigit yang merupakan abdi dalem Genk Solo Jokowi itu dicopot, sepertinya menjadi sebuah harga yang harus segera dibayar tunai oleh Prabowo agar perhatian Publik tidak terkonsentrasi atas pencopotan Purbaya yang gejalanya mulai bisa menuai masalah yang merepotkan Prabowo. Apalagi diberapa hasil survey Purbaya makin populer di atas Prabowo.

Terlepas pro-kontra yang menyertainya, namun ada secercah harapan dalam resuffle kabinet kali ini, bahwa kehadiran sosok Rocky Gerung dalam pemerintahan Presiden Prabowo, setidaknya dalam pikiran sebagian publik diyakini akan membawa dampak yang cukup signifikan dalam paradigma dan kinerja kabinet Prabowo.

Rocky Gerung sering mengatakan bahwa kegagalan atau tak moncernya kinerja kabinet Prabowo, diakibatkan oleh para pejabat kabinet tak faham visi dan misi Presiden Prabowo yang orientasinya kepada perwujudan idealisme sosialis seperti yang diharapkan dalam sila ke-5 Pancasila. Rocky Gerung juga mengungkapkan bahwa Prabowo berkeinginan menjadi pemimpin besar sosiali dunia yang mensejahterakan rakyatnya yang selama ini dilihatnya sangat Paradoks dengan kekayaan alam yang dimiliki Indonesia, tapi terlihat hanya menguntungkan segelintir orang dari para oligarki rakus yang sejalan dengan korupnya sistem pemerintahan yang berjalan.

BACA JUGA :  Presiden Prabowo dan Pengertian Kata Go-Block

Prabowo niscaya akan memberi peran kepada Rocky Gerung untuk mengedukasi secara luas jajaran pemerintahan dalam kabinet Prabowo agar kinerja kabinet maching dengan visi dan misi Presiden. Selain itu dengan masuknya Rock Gerung, gerakan dan jaringan Genk SOP yang ada di kabinet Prabowo kemungkinan besar akan terkunci dan mati kutu.

Pelantikan Rocky Gerung adalah point tertiingi dan bisa menjadi variable kunci untuk move on dalam memenuhi optimalisasi kinerja kabinet sesuai harapan visi dan misi Presiden. Menjadi Dewan Pertimbangan Presiden, Rocky Gerung tak perlu lagi berteriak menyampaikan kritik di panggung seperti yang dilakukannya selama ini yang belum tentu sampai ke Presiden, tapi dengan posisi Rocky Gerung saat sebagai Watimpres kritiknya atau pun Radical Break-nya bisa disampaikan cukup dengan berbisik di telinga sang Presiden, Maka Rocky Gerung akan berkata “itu salah, ini bener Pak Presiden.” Desain ini niscaya disadari Presiden dan terlebih khusus oleh Rocky Gerung sebagai sang Rausyan Fikr (pemikir dan pencerah) bangsa.

Peristiwa di atas mengingatkan saya terhadap apa yang sering  disampaikan Jend Purn. Gatot Nurmantyo, yang pada intinya Prabowo akan melakukan operasi Sandi yudha dalam mengelola dan menjalankan pemerintahannya mengingat situasi yang dihadapi head to head dengan kubangan Genk Solo yang telah mencengkram kuat selama 10 tahun plus benalu Wapres Gibran.

BACA JUGA :  6 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo, MN Lapong: Presiden Terlihat Lemah

Jika demikian apakah peristiwa terakhir ini dalam 2 (dua) tahun Pemerintahan Prabowo terakhir dengan reshuffle kali ini, pelan tapi pasti operasi Sandi yudha mulai masuk atau naik pada level 2 (dua) untuk fokus pada pembenahan kinerja sesuai visi misi sesungguhnya dari Presiden Prabowo setelah cipta kondisi di level awal sudah mampu dikendalikan.

Mari kita tunggu, Wait and see dan mari kita awasi bersama.

PN 3 Oktober 2026


DISCLAIMER : Khusus berita OPINI dalam Rubrik/Kanal OPINI adalah media masyarakat dalam menyampaikan tulisannya, sehingga setiap berita opini di kanal OPINI sepenuhnya menjadi tanggung jawab PENULIS. Oleh karenanya INDOVIEWNEWS.COM terbebas dari segala macam bentuk tuntutan. Jika ada pihak yang berkeberatan atau merasa dirugikan dengan tulisan OPINI, maka sesuai dengan undang-undang pers bahwa pihak tersebut dapat memberikan hak jawabnya kepada PENULIS OPINI atau dapat dikirimkan kepada redaksi INDOVIEWNEWS.COM melalui email yang tertera dalam box redaksi kami. nantinya redaksi INDOVIEWNEWS.COM akan menayangkan tulisan tersebut secara berimbang sebagai bagian dari hak jawab.

BACA JUGA :  SEGEL KARHUTLA, UJIAN KETEGASAN NEGARA
spot_img
Must Read
spot_img
Populer
spot_img