spot_img
spot_img
Selasa, Oktober 6, 2026
BerandaHeadlineTanam Pohon di Ekowisata Dusun Bambu, Menteri Jumhur Dorong Wisata yang Memuliakan...

Tanam Pohon di Ekowisata Dusun Bambu, Menteri Jumhur Dorong Wisata yang Memuliakan Lingkungan

spot_img

Tanam Pohon di Ekowisata Dusun Bambu, Menteri Jumhur Dorong Wisata yang Memuliakan Lingkungan

INDOVIEWNEWS.COM-– Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Moh Jumhur Hidayat melakukan penanaman pohon di area Ekowisata Dusun Bambu, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Selasa, 29 September 2026.

Dalam kesempatan itu Menteri Jumhur mengatakan, pemerintah sangat serius untuk mendorong eco tourism atau pariwisata ekologi karena itu adalah suatu kegiatan ekonomi yang sekaligus bisa memuliakan lingkungan.

“Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) sudah bekerja sama dengan beberapa pihak untuk memastikan bahwa keterlibatan dunia usaha yang memanfaatkan keanekaragaman hayati, kelebihan lingkungan Indonesia harus dikolaborasi dengan baik,” kata Menteri Jumhur di Acara Ekowisata Dusun Bambu, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

Menteri Jumhur menjelaskan, nanti aka ada yang namanya biodiversity credit dan sebagainya, kehadiran Menteri LH di Bandung juga dalam rangka sosialisasi hal tersebut. Apa yang dilakukan di sini bisa menjadi contoh baik bagi daerah mana pun, terutama di Jawa Barat, agar orang gandrung untuk bisa ikut dalam kegiatan atau mendatangi atau healing ke lokasi eco tourism.

BACA JUGA :  Setelah Solo Ngedit Pernyataan "Siap Percepat Pergantian Kekuasaan", Demo Bakal Anti-Klimaks

“Sebab apapun kegiatan di sini bisa hidup kalau ada sirkular ekonomi atau ada ekonomi yang berputar. Sebab kalau tidak ada sirkular ekonomi maka biasanya tidak akan abadi,” kata Menteri Jumhur.

Dalam rangka itu, kata Menteri Jumhur, seluruh aturan-aturan terkait dengan pemuliaan lingkungan itu harus dijaga. Untuk itu KLH akan selalu mengawasi semuanya untuk memastikan lingkungan terjaga. Dengan lingkungan terjaga maka orang akan menjadi gandrung untuk mendatangi eco tourism.

“Kemudian hal kedua, kemarin Saya di luar negeri yaitu New York, Amerika Serikat (AS), begitu juga di London, Inggris bertemu dengan kalangan-kalangan pecinta lingkungan, salah satunya penasihat Raja Inggris terkait biodiverity, intinya mereka meminta dan mendorong Indonesia menjadi leader dalam urusan-urusan lingkungan hidup,” kata Menteri Jumhur.

Menteri Jumhur mengatakan, Indonesia adalah megabiodiversity. Jumlah antara biodiversity di daerah dan di laut Indonesia merupakan yang terbesar di dunia. Karena itu sangat wajar kalau semua orang di dunia mengharapkan Indonesia menjadi pemimpin di dalam bagaimana memelihara dan mengembangkan biodiversity di dunia.

BACA JUGA :  Pantau Karhutla di Kalsel, Menteri Jumhur: 30-an Perusahaan Disanksi Kerugian Negara Rp5 Triliun dan Bayar Pemulihan Lingkungan Rp10 Triliun

“Kira-kira itulah kabar dari luar negeri tentang Indonesia,” ujar Menteri Jumhur.

Menteri Jumhur mengaku dirinya terkesan dengan eco tourism Dusun Bambu Bandung Barat karena merupakan kampung halamannya yang semasa kecil hidup di daerah Cililin. Dulunya di sini tanah yang gersang, tidak ada pohon-pohon keras, yang berpotensi menyebabkan erosi. Lalu sekarang ditanami pohon-pohon keras sehingga menjadi rimbun sekali.

“Itulah yang saya katakan tadi membangun usaha, membangun kegiatan ekonomi sirkular sambil memuliakan lingkungan. Saya rasa ini contoh baik,” kata Menteri Jumhur.

Menteri Jumhur menegaskan dirinya setuju izin usaha ekowisata dipermudah. Intinya semua aturan itu yang membuat pemerintah pusat. Jadi ada undang-undang, ada peraturan pemerintah, sejauh aturan itu diikuti seharusnya tidak boleh ada pertentangan. Jadi aturan di bawahnya, di daerah turunannya juga harus mempermudah sejauh usaha itu comply atau memenuhi syarat menjaga lingkungan. Tapi kalau kegiatannya justru merusak lingkungan dengan dalih ekowisata maka itu tidak boleh.

BACA JUGA :  Menteri Lingkungan Hidup Minta Warga Waspada Dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau

DISCLAIMER : Khusus berita OPINI dalam Rubrik/Kanal OPINI adalah media masyarakat dalam menyampaikan tulisannya, sehingga setiap berita opini di kanal OPINI sepenuhnya menjadi tanggung jawab PENULIS. Oleh karenanya INDOVIEWNEWS.COM terbebas dari segala macam bentuk tuntutan. Jika ada pihak yang berkeberatan atau merasa dirugikan dengan tulisan OPINI, maka sesuai dengan undang-undang pers bahwa pihak tersebut dapat memberikan hak jawabnya kepada PENULIS OPINI atau dapat dikirimkan kepada redaksi INDOVIEWNEWS.COM melalui email yang tertera dalam box redaksi kami. nantinya redaksi INDOVIEWNEWS.COM akan menayangkan tulisan tersebut secara berimbang sebagai bagian dari hak jawab.

BACA JUGA :  Selamat Ginting: Puncak Demo Besar Diprediksi Terjadi Oktober 2026
spot_img
Must Read
spot_img
Populer
spot_img