Beathor Suryadi Usulkan Dana MBG Rp10 Ribu per Siswa Disalurkan ke Rumah
INDOVIEWNEWS.COM— Politisi PDIP Beathor Suryadi menyoroti pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia mengatakan dukungannya terhadap program tersebut sejak awal didasari harapan agar masyarakat, khususnya anak sekolah, mendapatkan makanan bergizi sehingga tumbuh sehat dan cerdas.
Dalam rilis yang diterima pada 20 Agustus 2026, Beathor mengatakan gagasan awal yang ia bayangkan adalah dana Rp15 ribu per anak sekolah dapat langsung disalurkan kepada ibu atau keluarga siswa.
“Awalnya aku dukung MBG agar Rakyat sehat, cerdas bergizi,” kata Beathor.
Menurut dia, apabila dana tersebut disalurkan langsung kepada keluarga siswa, manfaat ekonomi juga dapat dirasakan oleh rumah tangga dan warung-warung di sekitar tempat tinggal penerima.
“Dengan hitungan pada waktu itu dana 15 ribu tersebut langsung dikirim ke Ibu anak yang bersekolah, maka terjadi kemakmuran di semua rumah anak sekolah, warung warung disekitar rumah dan higenis bersih dari keracunan,” ujarnya.
Namun, Beathor mengaku melihat kondisi pelaksanaan MBG saat ini berbeda dari harapan awalnya. Ia bahkan menyebut muncul persoalan yang menurutnya perlu mendapat perhatian serius.
“Sekarang kondisinya jauh dari yang aku duga, jadi sumber korupsi, banyak keracunan dan bikin rangkap rejeki Polri, tni dll ditengah jutaan Sarjana tanpa kerja,” katanya.
Beathor kemudian menanggapi munculnya gerakan yang menyerukan pembubaran MBG. Menurutnya, setelah mencermati persoalan tersebut, ia memiliki pandangan yang berbeda dan memilih menawarkan perubahan mekanisme program.
“Begitu muncul Gerakkan Bubarkan MBG aku beda melihatnya,” kata Beathor.
Ia mengusulkan agar program MBG tidak dibubarkan, melainkan mekanisme penyaluran dananya diubah. Dari total Rp15 ribu per anak sekolah, ia mengusulkan Rp5 ribu dikembalikan kepada negara untuk membantu mencukupi kebutuhan APBN, sedangkan Rp10 ribu tetap digunakan untuk program MBG.
“Program MBG yang 15000 per anak sekolah itu 5000nya dikembalikan ke Negara karena untuk mencukupi kebutuhan APBN, yang 10000 terus jalan program MBG dengan cara kirimkan dana 10000 tersebut ke rumah rumah anak yang bersekolah,” ujarnya.
Beathor mengatakan usulan tersebut dimaksudkan agar tujuan dasar program tetap tercapai, sekaligus mengurangi risiko persoalan dalam pelaksanaannya.
“Agar idea dasar niat program itu tercapai Sehat cerdas dan bergizi serta jauh dari keracunan,” katanya.
Redaksi membuka ruang klarifikasi. Pernyataan mengenai dugaan korupsi, keracunan makanan, serta persoalan pembagian manfaat yang disampaikan Beathor Suryadi dalam rilis tersebut merupakan pandangan dan pernyataan narasumber. Redaksi tidak menyimpulkan bahwa tudingan tersebut telah terbukti secara hukum.
Redaksi membuka ruang yang seluas-luasnya bagi pihak-pihak yang disebut maupun terkait dengan pernyataan tersebut untuk memberikan klarifikasi, penjelasan, data, atau hak jawab sesuai ketentuan jurnalistik. Penjelasan dari pihak terkait akan menjadi bagian penting dalam pemberitaan.







