spot_img
spot_img
Selasa, Agustus 25, 2026
BerandaPolitikSutoyo Abadi: Ryaas Rasyid Nilai Pemerintahan Prabowo Sudah Gagal

Sutoyo Abadi: Ryaas Rasyid Nilai Pemerintahan Prabowo Sudah Gagal

spot_img

Sutoyo Abadi: Ryaas Rasyid Nilai Pemerintahan Prabowo Sudah Gagal

INDOVIEWNEWS.COM– Pengamat politik dan pemerintahan Ryaas Rasyid, berdasarkan pernyataan dalam wawancara yang beredar, disebut menilai pemerintahan Presiden Prabowo Subianto sudah memperlihatkan kegagalan, bahkan tanpa harus menunggu berakhirnya masa jabatan.

Pandangan tersebut disampaikan oleh Sutoyo Abadi dalam rilis bertajuk “Presiden Prabowo Sudah Gagal”, Jum’at (21/8/2026).

Menurut Sutoyo, Ryaas Rasyid menilai kegagalan pemerintahan dapat menjadi permanen apabila pola kebijakan dan tata kelola yang ada tidak segera dikoreksi.

“Sekarang ini sudah gagal. Kalau tidak dikoreksi, akan gagal terus sampai ujung,” kata Ryaas dalam kutipan wawancara yang beredar, sebagaimana disampaikan Sutoyo Abadi.

Sutoyo menyebut, Ryaas melihat persoalan terdapat pada kabinet, manajemen pemerintahan, serta kemampuan dalam mengelola berbagai urusan negara.

Menurutnya, penilaian bahwa pemerintahan telah gagal bukan berarti tidak ada kemungkinan untuk melakukan perbaikan. Namun, perbaikan tersebut, kata Sutoyo mengutip pandangan Ryaas, harus dilakukan melalui koreksi besar dan total dalam cara mengelola pemerintahan.

“Prabowo sudah gagal bila pola yang sama dibiarkan berlanjut,” demikian penilaian yang dikutip Sutoyo.

Rilis itu juga menempatkan pernyataan tersebut dalam konteks kritik politik yang lebih luas terhadap pemerintahan Prabowo. Sutoyo menilai masih terdapat pengaruh warisan pemerintahan sebelumnya, sementara Prabowo disebut belum mampu, bahkan dinilai memiliki kecenderungan tidak dapat mandiri sepenuhnya dalam menjalankan peran, fungsi, dan posisinya sebagai presiden.

“Prabowo sangat lemah dalam tata kelola pemerintahan dan menjaga kedaulatan negara,” ujar Sutoyo dalam rilisnya.

Ia juga menyoroti penanganan korupsi dan apa yang disebutnya sebagai kejahatan oligarki. “Tampak tidak berdaya melawan dan mengendalikan korupsi yang sudah merajalela dan kejahatan oligarki dengan segala dampaknya,” katanya.

Pernyataan dan penilaian tersebut merupakan pandangan Sutoyo Abadi yang mengutip serta merujuk pada wawancara Ryaas Rasyid yang disebut beredar. Hingga berita ini disusun, redaksi belum memperoleh tanggapan atau penjelasan dari pihak Istana maupun pihak terkait atas kritik tersebut.

Redaksi membuka ruang hak jawab, klarifikasi, dan penjelasan dari Presiden Prabowo Subianto, Istana Kepresidenan, Ryaas Rasyid, maupun pihak-pihak terkait lainnya untuk melengkapi pemberitaan secara berimbang, sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

spot_img
Must Read
spot_img
Populer
spot_img