spot_img
spot_img
Selasa, September 15, 2026
BerandaOpiniPak Presiden, Mau Dibawa ke Mana Arah Pembangunan Bangsa Ini?

Pak Presiden, Mau Dibawa ke Mana Arah Pembangunan Bangsa Ini?

spot_img

Ngopi Sewarung

Pak Presiden, Mau Dibawa ke Mana Arah Pembangunan Bangsa Ini?

Selama hampir dua tahun Presiden Prabowo Subianto memegang kendali kepemimpinan negeri ini, berbagai langkah dan kebijakan pemerintah muncul dengan begitu cepat, bahkan tidak jarang kontroversial dan di luar dugaan.

Berbagai dinamika tersebut tentu membuat sebagian rakyat bertanya-tanya:

Sesungguhnya, mau dibawa ke mana arah pembangunan bangsa ini?

Mulai dari kebijakan luar negeri yang dinilai sebagian pihak semakin menjauh dari prinsip politik luar negeri bebas dan aktif—termasuk ketika Indonesia bergabung dalam Board of Peace (BoP)—hingga pembangunan Koperasi Merah Putih, kontroversi program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyerap anggaran negara dalam jumlah sangat besar, pembentukan Danantara, polemik ijazah Presiden ke-7 Joko Widodo dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, tekanan terhadap nilai rupiah, hingga persoalan korupsi di lingkungan elite kekuasaan yang seolah tak kunjung berakhir.

Dan ketika publik masih berusaha memahami berbagai persoalan tersebut, muncul pula pergantian pejabat penting di bidang ekonomi dan keuangan yang menambah pertanyaan di tengah masyarakat.

BACA JUGA :  Putus Kontrak dengan Singapura

Rangkaian peristiwa dan kontroversi itu pada akhirnya membuat perhatian publik tersedot pada persoalan demi persoalan yang muncul silih berganti. Akibatnya, sebagian rakyat justru semakin sulit melihat gambaran besar dan arah masa depan bangsa ini.

Ruang publik pun akhirnya lebih banyak dipenuhi narasi tentang konflik, polemik, saling tuding, dan persoalan personal, daripada gagasan besar tentang Indonesia seperti apa yang hendak dibangun.

Bahkan persoalan yang sesungguhnya bukan merupakan masalah paling mendasar bagi masa depan bangsa dapat memperoleh panggung yang begitu besar. Sementara persoalan yang menyangkut hajat hidup rakyat dan masa depan generasi mendatang justru sering tenggelam di tengah hiruk-pikuk kontroversi.

Padahal, masih begitu banyak pekerjaan besar yang membutuhkan perhatian serius.

Bagaimana mengatasi kemiskinan?

Bagaimana meningkatkan kualitas dan kemandirian sumber daya manusia?

Bagaimana menghentikan kerusakan lingkungan dan menjaga kekayaan alam Nusantara?

BACA JUGA :  DEKRIT RAKYAT: KEMBALI KEPADA UUD 1945 ASLI

Bagaimana membangun budaya antikorupsi yang benar-benar kuat?

Bagaimana mengembangkan seni, budaya, dan kearifan lokal sebagai kekuatan bangsa?

Bagaimana memperkuat karakter dan jati diri bangsa?

Bagaimana membangun kemandirian ekonomi agar Indonesia tidak terus bergantung pada kekuatan dari luar?

Dan yang tidak kalah penting:

Ke mana kesinambungan pembangunan bangsa ini hendak diarahkan dalam jangka panjang?

Bangsa sebesar Indonesia tidak cukup hanya membutuhkan banyak program dan kebijakan. Indonesia membutuhkan visi besar, arah yang jelas, keberanian mengambil keputusan, serta konsistensi dalam menjalankan pembangunan.

Rakyat berhak mengetahui bukan hanya apa yang sedang dikerjakan pemerintah, tetapi juga untuk apa semua itu dilakukan dan Indonesia seperti apa yang ingin diwujudkan.

Sebab pembangunan bukan sekadar soal membangun gedung, membagikan bantuan, menjalankan program, atau menghabiskan anggaran.

Pembangunan adalah tentang membangun manusia, menjaga alam, memperkuat kebudayaan, menciptakan keadilan, menegakkan hukum, dan memastikan anak cucu kita memiliki masa depan yang lebih baik.

Karena itu, pertanyaan rakyat sesungguhnya sangat sederhana:

BACA JUGA :  Mengapa Presiden Prabowo Diam?

Pak Presiden, mau dibawa ke mana arah perjalanan pembangunan bangsa ini?

Rakyat menunggu bukan sekadar jawaban, tetapi visi besar yang mampu membuat seluruh anak bangsa melihat ke depan dengan penuh harapan.

Get the feeling
Mr. Ten


DISCLAIMER : Khusus berita OPINI dalam Rubrik/Kanal OPINI adalah media masyarakat dalam menyampaikan tulisannya, sehingga setiap berita opini di kanal OPINI sepenuhnya menjadi tanggung jawab PENULIS. Oleh karenanya INDOVIEWNEWS.COM terbebas dari segala macam bentuk tuntutan. Jika ada pihak yang berkeberatan atau merasa dirugikan dengan tulisan OPINI, maka sesuai dengan undang-undang pers bahwa pihak tersebut dapat memberikan hak jawabnya kepada PENULIS OPINI atau dapat dikirimkan kepada redaksi INDOVIEWNEWS.COM melalui email yang tertera dalam box redaksi kami. nantinya redaksi INDOVIEWNEWS.COM akan menayangkan tulisan tersebut secara berimbang sebagai bagian dari hak jawab.

BACA JUGA :  DEKRIT RAKYAT: KEMBALI KEPADA UUD 1945 ASLI
spot_img
Must Read
spot_img
Populer
spot_img