spot_img
spot_img
Selasa, Oktober 6, 2026
BerandaOpiniOrang Baik Dijaga Semesta

Orang Baik Dijaga Semesta

spot_img

Ngopi Sewarung

Orang Baik Dijaga Semesta

Kita sering mendengar ungkapan, “Jangan melawan orang baik, nanti celaka.”

Sebagian orang menganggapnya hanya mitos. Tidak ilmiah, sulit dibuktikan, dan tidak punya dasar keilmuan.

Tetapi coba kita melihat kehidupan dari sudut yang lebih luas.

Kehidupan ini berjalan dalam keteraturan yang luar biasa. Ada siang dan malam, hujan dan kemarau, kelahiran dan kematian. Pohon yang patah dapat menumbuhkan tunas baru. Air menguap menjadi awan, lalu kembali sebagai hujan. Matahari dan bulan menjalankan perannya. Semua bergerak dalam sebuah siklus yang menjaga kehidupan tetap berlangsung.

Sebagian ajaran agama dan spiritual bahkan memandang bumi sebagai sebuah amanah kehidupan yang harus dijaga agar tetap menjadi tempat yang baik bagi seluruh makhluk.

Karena itu, manusia bukan hanya penghuni bumi. Manusia juga diberi tanggung jawab untuk merawatnya.

Dengan akal, hati, rasa dan kehendaknya, manusia bisa menjadi penjaga kehidupan. Tetapi manusia juga bisa menjadi perusaknya.

Di sinilah makna “orang baik” menjadi menarik.

Orang baik bukan sekadar orang yang sopan atau disukai banyak orang. Orang baik adalah mereka yang kehadirannya cenderung menambah kehidupan: tidak sengaja menyakiti, tidak mengambil hak orang lain, tidak merusak, dan berusaha meninggalkan kebaikan di tempat yang pernah dilewatinya.

BACA JUGA :  Ketika Pakar Saking Pintarnya Jadi “Goblok”

Kebaikan menciptakan keseimbangan.

Sebaliknya, kebencian, keserakahan, pengkhianatan dan kejahatan pada akhirnya merusak keseimbangan kehidupan—bukan hanya bagi orang lain, tetapi juga bagi pelakunya sendiri.

Maka, ungkapan “jangan melawan orang baik” mungkin tidak harus dipahami secara mistis.

Bisa jadi itu adalah bahasa sederhana untuk menjelaskan hukum kehidupan:

Apa yang kita tanam ke dalam kehidupan, pada waktunya akan menjadi bagian dari kehidupan kita sendiri.

Orang yang terus menebarkan kebencian akan hidup dalam dunia yang penuh kecurigaan. Orang yang gemar menyakiti akan menciptakan lingkungan yang suatu saat dapat berbalik menyakitinya.

Sebaliknya, orang yang menebarkan kasih sayang, kepercayaan dan kebaikan akan membangun lingkungan kehidupan yang lebih memungkinkan dirinya mendapatkan pertolongan ketika membutuhkan.

Inilah yang mungkin dimaksud dengan “dijaga semesta.”

Bukan berarti orang baik pasti bebas dari musibah, kegagalan atau kematian. Orang baik tetap manusia. Ia bisa jatuh, kecewa, kehilangan dan menderita.

Tetapi kebaikan yang ditanamnya tidak pernah benar-benar sia-sia.

Ia hidup dalam ingatan orang lain. Tumbuh dalam perilaku orang yang pernah ditolongnya. Menjadi teladan bagi generasi berikutnya. Bahkan setelah dirinya tiada, jejak kebaikannya masih bisa bekerja dalam kehidupan.

BACA JUGA :  Rocky Gerung Bukan Filsuf

Semesta tidak selalu menjaga orang baik dengan cara menyelamatkannya dari masalah.

Kadang, semesta menjaganya dengan memberikan kekuatan untuk melewati masalah.

Kadang dengan mempertemukannya dengan orang yang tepat.

Kadang dengan membuka jalan ketika semua jalan terasa tertutup.

Pengalaman pribadi saya juga menjadi bahan perenungan. Saya tidak mengatakan diri saya orang baik. Tetapi setidak-tidaknya saya selalu berusaha untuk tidak sengaja menyakiti orang lain.

Dalam perjalanan bisnis, politik dan pergaulan sosial, saya pernah mengalami konflik dan disakiti orang lain. Sebagian dari mereka kemudian mengalami berbagai persoalan dalam kehidupannya.

Saya tidak mengatakan bahwa semua itu terjadi karena mereka pernah menyakiti saya. Itu terlalu sederhana untuk menjelaskan misteri kehidupan.

Tetapi pengalaman itu membuat saya semakin percaya:

Kehidupan memiliki caranya sendiri untuk menjaga keseimbangan.

Karena itu, jangan sibuk membalas orang yang menyakiti kita.

Teruslah berbuat baik.

Bukan karena takut celaka.

Bukan pula karena ingin mendapatkan balasan.

Tetapi karena kebaikan adalah cara kita merawat kehidupan.

BACA JUGA :  Jebakan Ijazah dan Kebisingan Para Elite

Dan mungkin, di situlah rahasianya:

Orang baik tidak selalu dijaga agar tidak pernah terluka. Orang baik dijaga agar luka tidak mengubahnya menjadi orang jahat.

Tetaplah baik.

Sebab dunia ini membutuhkan orang-orang baik agar kehidupan tetap menjadi tempat yang layak untuk dihuni.

Orang baik mungkin tidak selalu menang. Tetapi kebaikan selalu dibutuhkan oleh kehidupan.

Get the feeling
Mr. Ten


DISCLAIMER : Khusus berita OPINI dalam Rubrik/Kanal OPINI adalah media masyarakat dalam menyampaikan tulisannya, sehingga setiap berita opini di kanal OPINI sepenuhnya menjadi tanggung jawab PENULIS. Oleh karenanya INDOVIEWNEWS.COM terbebas dari segala macam bentuk tuntutan. Jika ada pihak yang berkeberatan atau merasa dirugikan dengan tulisan OPINI, maka sesuai dengan undang-undang pers bahwa pihak tersebut dapat memberikan hak jawabnya kepada PENULIS OPINI atau dapat dikirimkan kepada redaksi INDOVIEWNEWS.COM melalui email yang tertera dalam box redaksi kami. nantinya redaksi INDOVIEWNEWS.COM akan menayangkan tulisan tersebut secara berimbang sebagai bagian dari hak jawab.

BACA JUGA :  Pak Presiden, Mau Dibawa ke Mana Arah Pembangunan Bangsa Ini?
spot_img
Must Read
spot_img
Populer
spot_img