spot_img
spot_img
Selasa, Oktober 6, 2026
BerandaNewsInternasionalSyahganda Nainggolan: Keraguan terhadap Peran Prabowo di Board of Peace Tidak Berdasar

Syahganda Nainggolan: Keraguan terhadap Peran Prabowo di Board of Peace Tidak Berdasar

spot_img

Syahganda Nainggolan: Keraguan terhadap Peran Prabowo di Board of Peace Tidak Berdasar

INDOVIEWNEWS.COM— Ketua Dewan Direktur Great Institute Dr Syahganda Nainggolan menilai keraguan masyarakat terhadap peran Presiden Prabowo Subianto dalam Board of Peace (BoP) tidak berdasar. Menurutnya, fokus BoP adalah persoalan Palestina, sementara perang Amerika Serikat-Israel dengan Iran merupakan persoalan lain.

“Ya pertama gini ya, klaim-klaim rakyat meragukan Prabowo di BOP tersebut, itu kan klaim-klaim yang sebenarnya tidak berdasar,” kata Syahganda, 23/9/2026.

Menurut Syahganda, BoP memang difokuskan untuk Palestina dan melibatkan negara-negara Islam dengan penduduk 100 juta jiwa ke atas yang tergabung dalam D-8.

“Karena apa, karena di BoP ini kita ketahui adalah fokusnya di Palestina. Board of Peace itu untuk Palestina dan negara-negara Islam dengan penduduk 100.000.000 juta ke atas yang ada di D-8, itu juga ikut di dalam BoP tersebut,” ujarnya.

BACA JUGA :  Putus Kontrak dengan Singapura

Ia mengatakan munculnya perang Iran membuat konsentrasi persoalan bergeser dari Palestina ke kawasan Teluk. Namun, hal tersebut menurutnya merupakan persoalan berbeda.

“Bahwa ada perang Iran kemudian konsentrasi pecah untuk urusan Palestina, menjadi urusan perang di Teluk ya urusan lain,” kata Syahganda.

Syahganda juga menilai Indonesia telah menunjukkan diplomasi internasional, baik melalui Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) maupun berbagai diplomasi Presiden Prabowo ke luar negeri.

“Dimana kita Indonesia ini sudah memperlihatkan diplomasi international kita baik di PBB dan kita lihat Prabowo sering melakukan diplomasi ke luar negeri untuk ikut berpartisipasi sebagai misi penengah ya antara kelompok yang berkonflik,” tuturnya.

Terkait konflik di kawasan, Syahganda mengatakan Indonesia perlu melihat persoalan secara proporsional. Ia juga menilai Amerika Serikat dan Israel terlalu agresif dalam melakukan serangan terhadap negara-negara berdaulat.

BACA JUGA :  Azzam Mujahid Soroti Gestur Nonverbal dalam Pertemuan Prabowo-Putin

“Ya tentu kita sebagai sebuah bangsa melihat bahwa Amerika dan Israel ini terlalu agresif ya untuk melakukan serangan kepada negara-negara berdaulat,” ujarnya.

Meski demikian, Syahganda menekankan Indonesia harus tetap menempatkan diri sebagai pihak yang dapat berperan sebagai penengah di antara kelompok-kelompok yang berkonflik.

“Tetapi kan Indonesia harus tetap melihat ini pada proporsi dimana Indonesia harus mendudukan diri sebagai orang memang bisa masuk sebagai penengah gitu di antara dua kelompok yang berperang ini,” katanya.

Karena itu, Syahganda menilai langkah Presiden Prabowo dalam menjalankan diplomasi tersebut merupakan hal yang positif.

“Saya pikir baguslah Pak Prabowo di sini,” pungkasnya.


DISCLAIMER : Khusus berita OPINI dalam Rubrik/Kanal OPINI adalah media masyarakat dalam menyampaikan tulisannya, sehingga setiap berita opini di kanal OPINI sepenuhnya menjadi tanggung jawab PENULIS. Oleh karenanya INDOVIEWNEWS.COM terbebas dari segala macam bentuk tuntutan. Jika ada pihak yang berkeberatan atau merasa dirugikan dengan tulisan OPINI, maka sesuai dengan undang-undang pers bahwa pihak tersebut dapat memberikan hak jawabnya kepada PENULIS OPINI atau dapat dikirimkan kepada redaksi INDOVIEWNEWS.COM melalui email yang tertera dalam box redaksi kami. nantinya redaksi INDOVIEWNEWS.COM akan menayangkan tulisan tersebut secara berimbang sebagai bagian dari hak jawab.

BACA JUGA :  Azzam Mujahid Soroti Gestur Nonverbal dalam Pertemuan Prabowo-Putin
spot_img
Must Read
spot_img
Populer
spot_img