spot_img
spot_img
Selasa, Agustus 25, 2026
BerandaBerita IndustriPT Kiani Lestari Dikaitkan dengan Prabowo, Benarkah Kini Kembali Beroperasi?

PT Kiani Lestari Dikaitkan dengan Prabowo, Benarkah Kini Kembali Beroperasi?

spot_img

PT Kiani Lestari Dikaitkan dengan Prabowo, Benarkah Kini Kembali Beroperasi?

INDOVIEWNEWS.COM – Sebuah unggahan di platform media sosial X pada 23 Agustus 2026 menyoroti PT Kiani Lestari dan mempertanyakan status operasional perusahaan tersebut.

Akun LambeSahamjja dalam unggahannya menyebut PT Kiani Lestari terkait dengan Presiden Prabowo Subianto melalui grup Nusantara Energy. Akun tersebut juga mengaitkan perusahaan itu dengan sejumlah entitas lain, antara lain Kiani Hutani Lestari dan Kertas Nusantara yang sebelumnya dikenal sebagai Kiani Kertas.

“pt kiani lestari itu punyanya prabowo subianto: lewat grup nusantara energy dia, bareng kiani hutani lestari, kertas nusantara/kiani kertas, dll,” tulis akun tersebut dalam unggahannya.

Unggahan itu selanjutnya menyebut PT Kiani Lestari sebelumnya terkait dengan pengusaha Mohammad “Bob” Hasan sebelum kemudian dibeli oleh Prabowo.

“kiani lestari dulu punya bob hasan terus dibeli prabowo,” demikian bunyi unggahan tersebut.

Sejumlah laporan terdahulu memang menyebut adanya transaksi pembelian aset usaha yang terkait dengan Kiani oleh Prabowo pada era 2000-an. Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla, sebagaimana diberitakan sebelumnya, pernah menjelaskan bahwa Prabowo membeli pabrik kertas PT Kiani Lestari pada 2004. Laporan investigasi The Gecko Project juga mencatat perusahaan yang kemudian dikenal sebagai Kertas Nusantara sebelumnya merupakan bagian dari aset usaha yang terkait dengan Bob Hasan.

Namun, sejumlah sumber publik menggunakan penyebutan nama badan usaha yang berbeda-beda, termasuk PT Kiani Lestari, PT Kiani Kertas, dan PT Kertas Nusantara. Karena itu, hubungan kepemilikan, perubahan nama badan usaha, serta struktur korporasi terkini perlu dikonfirmasi berdasarkan dokumen resmi perusahaan dan otoritas yang berwenang.

Dalam unggahan yang sama, akun tersebut juga mengklaim PT Kiani Lestari termasuk salah satu dari 20 perusahaan di Kalimantan Timur yang izinnya pernah dicabut pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo.

“pt kiani lestari ini termasuk salah satu dari 20 perusahaan di kaltim yang izinnya dicabut jokowi dulu,” tulisnya.

Akun itu kemudian mengajukan pertanyaan mengenai status terkini perusahaan tersebut.

“tapi sekarang udah beroperasi lagi?” tulis LambeSahamjja.

Pertanyaan mengenai status operasional tersebut menjadi penting karena unggahan di media sosial pada dasarnya merupakan klaim yang masih memerlukan verifikasi lebih lanjut. Dalam penelusuran awal, ditemukan pula laporan mengenai rencana pengaktifan kembali kegiatan industri Kertas Nusantara, tetapi belum diperoleh konfirmasi resmi yang secara langsung dapat memastikan bahwa PT Kiani Lestari—sebagaimana disebut dalam unggahan tersebut—telah kembali beroperasi berdasarkan izin yang pernah dicabut atau telah memperoleh izin baru.

Sebagai pembanding, pemerintah pada Januari 2026 secara resmi mengumumkan pencabutan izin 28 perusahaan yang dinyatakan terbukti melakukan pelanggaran terkait kegiatan di kawasan hutan. Daftar dan dasar pencabutan izin tersebut berbeda konteks dengan klaim mengenai “20 perusahaan di Kaltim” dalam unggahan yang kini beredar.

Sementara itu, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak PT Kiani Lestari, grup usaha terkait, maupun pemerintah mengenai klaim dalam unggahan tersebut, termasuk soal status kepemilikan dan apakah perusahaan yang dimaksud saat ini benar-benar telah kembali beroperasi.

Untuk memenuhi prinsip keberimbangan, media membuka ruang hak jawab dan akan memperbarui berita ini apabila terdapat klarifikasi atau penjelasan resmi dari PT Kiani Lestari, Nusantara Energy, pihak Istana/Kepresidenan, maupun instansi pemerintah yang berwenang.

Dengan demikian, klaim dan pertanyaan yang diunggah akun LambeSahamjja tersebut belum dapat diperlakukan sebagai fakta yang telah terverifikasi secara menyeluruh, terutama terkait status perizinan dan operasional terkini perusahaan yang dimaksud.

spot_img
Must Read
spot_img
Populer
spot_img