Dokter Tifa: Siap-Siap, Akan Ada “Tantrum Massal” Mulai 1 Oktober
INDOVIEWNEWS.COM — Dokter Tifa menyoroti arahan Presiden Prabowo Subianto kepada kementerian dan lembaga untuk melakukan pembenahan atau “bersih-bersih”. Menurutnya, langkah tersebut berpotensi memunculkan dinamika politik baru, terutama jika menyentuh jabatan, anggaran, proyek, hingga jaringan birokrasi.
Pandangan tersebut disampaikan Dokter Tifa melalui unggahan di platform media sosial X, 30 September 2026, bertajuk “Akan ada Tantrum Massal”.
Dokter Tifa mengawali analisisnya dengan merujuk pada arahan Prabowo pada 29 September 2026. Saat itu, Menteri Hukum Supratman Andi Agtas menyampaikan bahwa Presiden meminta seluruh kementerian dan lembaga melakukan pembenahan.
“Inti pesan Pak Presiden, yang pertama adalah pemerintahan yang kami pimpin semua dalam bentuk kementerian dan lembaga itu semua harus bersih-bersih,” kata Supratman usai bertemu Prabowo di Istana, Selasa (29/9/2026).
Menurut Dokter Tifa, apabila proses tersebut benar-benar menyentuh kepentingan yang selama ini melekat pada jabatan, anggaran, proyek, jaringan birokrasi maupun kepentingan lama, maka kritik terhadap pemerintah dapat muncul dari berbagai arah.
“Semakin banyak kepentingan yang tersentuh → semakin banyak aktor yang merasa dirugikan,” tulisnya.
Ia juga mengingatkan adanya kemungkinan perubahan bentuk kritik. Menurut Dokter Tifa, kritik terhadap kebijakan perlu dibedakan dari kritik terhadap personal Presiden, kritik terhadap menteri atau pejabat, konflik antar-elite, pemberitaan investigatif, maupun serangan politik yang memang diarahkan kepada Presiden.
Dokter Tifa juga mengaitkan situasi tersebut dengan momentum dua tahun pemerintahan Prabowo. Sebelumnya, Prabowo memang menyatakan evaluasi maupun kemungkinan reshuffle merupakan hal yang logis karena para menteri telah memiliki waktu untuk membuktikan kemampuan dan kinerjanya.
“Saya kira itu sesuatu yang logis. Dua tahun, jadi masing-masing sudah punya waktu untuk membuktikan kemampuannya,” ujar Prabowo pada16/92026.
Dalam unggahannya, Dokter Tifa kemudian menyebut pergantian pejabat berpotensi menjadi pemicu kontestasi kepentingan dan konflik politik baru.
“Semakin dalam proses konsolidasi dan pembersihan pemerintahan Prabowo, semakin besar pula potensi munculnya kontestasi kepentingan, kritik, dan konflik politik di sekitar Presiden,” tulisnya.
Dokter Tifa menutup analisisnya dengan peringatan bernada metaforis mengenai periode 1 hingga 20 Oktober 2026.
“Siap-siap. Mulai tanggal 1 Oktober hingga 20 Oktober 2026, akan banyak jantung berdenyut lebih kencang, bahkan bisa terjadi Kejang-Kejang Massal,” tulisnya.
Pernyataan mengenai potensi “tantrum massal” dan “kejang-kejang massal” tersebut merupakan analisis serta ungkapan Dokter Tifa dalam unggahannya di media sosial X.
Media membuka ruang klarifikasi, bantahan, maupun informasi dari perspektif pihak-pihak yang disebut atau terkait dengan pernyataan tersebut, sesuai prinsip keberimbangan dan asas praduga tak bersalah.
DISCLAIMER : Khusus berita OPINI dalam Rubrik/Kanal OPINI adalah media masyarakat dalam menyampaikan tulisannya, sehingga setiap berita opini di kanal OPINI sepenuhnya menjadi tanggung jawab PENULIS. Oleh karenanya INDOVIEWNEWS.COM terbebas dari segala macam bentuk tuntutan. Jika ada pihak yang berkeberatan atau merasa dirugikan dengan tulisan OPINI, maka sesuai dengan undang-undang pers bahwa pihak tersebut dapat memberikan hak jawabnya kepada PENULIS OPINI atau dapat dikirimkan kepada redaksi INDOVIEWNEWS.COM melalui email yang tertera dalam box redaksi kami. nantinya redaksi INDOVIEWNEWS.COM akan menayangkan tulisan tersebut secara berimbang sebagai bagian dari hak jawab.







