Partai Pelita, Din Syamsuddin: Sumpah Pemuda Momentum Tegakkan Kedaulatan Martabat Bangsa
INDOVIEWNEWS.COM– Ketua Umum Partai Pelita Din Syamsuddin menegaskan, momentum Sumpah Pemuda harus menjadi etape baru perjuangan pemuda untuk menegakkan kedaulatan harkat dan martabat bangsa menuju Indonesia Emas 2045.
Hal itu disampaikan Din Syamsuddin dalam Refleksi Peringatan Sumpah Pemuda 28 Oktober 2026 hasil Silaturahmi Nasional (Silatnas) Partai Pelita di Jakarta, 27-28 Oktober 2026, Selasa (28/10/2026).
Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah dan mantan Ketua MUI itu menyebut Sumpah Pemuda 1928 adalah penegakan kedaulatan budaya yang menjadi tonggak kedaulatan politik 1945 dan kedaulatan teritorial lewat Deklarasi Djuanda 1959.
“Semua etape perjuangan kebangsaan dan kenegaraan tersebut diprakarsai dan dipimpin oleh para pemuda. Maka inilah saatnya bagi Pemuda Indonesia untuk melanjutkan etape perjuangan berikutnya menegakkan kedaulatan harkat dan martabat bangsa, yaitu menjadikan Bangsa Indonesia maju dan unggul dalam pergaulan antar bangsa,” ujar Din.
Din menegaskan Partai Pelita memposisikan diri sebagai Partai Kawula Muda dan partai terbuka yang agamawi.
“Partai Pelita bukan partai agama, tapi partai beragama yang mengamalkan nilai-nilai agama secara sejati dan hakiki. Partai Pelita adalah partai terbuka yang agamawi,” kata Din.
Menurutnya, Sumpah Pemuda harus dimaknai untuk melawan kabut buta aksara moral di kalangan elit.
“Jangan berpangku tangan, tapi bersama-sama menyingsingkan lengan baju mengatasi aneka masalah bangsa yang diliputi kabut buta aksara moral, khususnya di kalangan sebagian elit bangsa,” ucapnya.
Din juga menyoroti persoalan korupsi, kemiskinan hingga kebakaran hutan yang dinilainya akibat keserakahan.
“Kekayaan alam terkuras dan terjarah oleh keserakahan segelintir penguasa yang berkacak pinggang di atas penderitaan rakyat. Celakanya, acapkali mereka tidak tersentuh hukum yang tumpul ke atas tapi tajam ke bawah,” ujarnya.
Terkait kinerja pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, Partai Pelita memberikan apresiasi sekaligus catatan kritis.
“Partai Pelita memberi apresiasi kepada Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto atas kerjanya selama dua tahun ini. Cukup banyak capaian yang menggembirakan seperti dalam memperluas pelayanan pendidikan, mewujudkan swasembada pangan, dan membuka akses rakyat ke pelayanan kesehatan,” kata Din.
Namun, ia menilai masih banyak kelemahan.
“Pemerintah belum berhasil menciptakan lapangan kerja khususnya bagi sarjana dan pemuda; Pemerintah belum berhasil bahkan nyaris gagal dalam memberantas korupsi sehingga negara mengalami kondisi darurat korupsi,” tegas Din.
Din menambahkan, “Pemerintah cenderung berhenti pada kata-kata tanpa berlanjut pada perbuatan nyata. Banyak ide baru Pemerintah yang sebenarnya baik dan berguna, tapi sayang tidak dapat diselenggarakan secara baik dan benar sehingga menimbulkan malpraktek.”
Menutup refleksi, Din mengajak pemuda menyalakan pelita.
“Jika cahaya tiba, gulita ‘kan sirna. Maka nyalakan pelita,” pungkasnya.
DISCLAIMER : Khusus berita OPINI dalam Rubrik/Kanal OPINI adalah media masyarakat dalam menyampaikan tulisannya, sehingga setiap berita opini di kanal OPINI sepenuhnya menjadi tanggung jawab PENULIS. Oleh karenanya INDOVIEWNEWS.COM terbebas dari segala macam bentuk tuntutan. Jika ada pihak yang berkeberatan atau merasa dirugikan dengan tulisan OPINI, maka sesuai dengan undang-undang pers bahwa pihak tersebut dapat memberikan hak jawabnya kepada PENULIS OPINI atau dapat dikirimkan kepada redaksi INDOVIEWNEWS.COM melalui email yang tertera dalam box redaksi kami. nantinya redaksi INDOVIEWNEWS.COM akan menayangkan tulisan tersebut secara berimbang sebagai bagian dari hak jawab.






