Hadiri Peringatan 100 Tahun Gontor, KH Abdul Djalil Thahir Kenang Masa Pendidikan di Gontor dan Teguhkan Visi Besar Pesantren Darul Aman
INDOVIEWNEWS.COM— Pendiri Pondok Pesantren Darul Aman Gombara, Makasar dan Yayasan Buq’atun Mubarakah, KH Abdul Djalil Thahir bersama Sekretaris Yayasan Buq’atun Mubarakah, Ahmad Sahal menghadiri puncak peringatan 100 tahun Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Ponorogo, Jawa Timur.
Resepsi Kesyukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor ini juga dihadiri Presiden Prabowo Subianto.
Kehadiran Prabowo menjadi bagian dari rangkaian puncak peringatan satu abad Pondok Modern Darussalam Gontor yang berlangsung pada 18-20 September 2026.
Bagi KH Abdul Djalil Thahir peringatan satu abad Gontor memiliki makna yang jauh lebih dalam dari sekadar menghadiri sebuah peringatan.
Kehadirannya tersebut menjadi momentum untuk kembali mengenang masa pendidikan yang pernah dijalani di Pondok Modern Darussalam Gontor pada era tahun 70an.
KH Abdul Djalil Thahir juga berkesempatan bersilaturahmi dengan teman-teman lama yang pernah bersama-sama menempuh pendidikan di Gontor.
Pertemuan dengan para sahabat lama ini menjadi bagian yang penuh makna dari perjalanan nostalgia tersebut.
Ia juga bersilaturahmi dengan pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor serta keluarga besar Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor.
“Perjalanan 100 tahun Gontor memberikan inspirasi sekaligus pelajaran penting bahwa sebuah lembaga pendidikan membutuhkan visi yang kuat, konsistensi, dan kaderisasi yang berkelanjutan untuk dapat terus tumbuh lintas generasi,” kata KH Abdul Djalil Thahir dalam keterangannya, Senin (21/9/2026).
Kembali ke Gontor, bagi KH Abdul Djalil Thahir, berarti kembali kepada salah satu bagian penting dalam perjalanan hidup dan pendidikannya.
Nilai-nilai yang dahulu diperoleh di lingkungan pesantren tersebut kemudian menjadi bagian dari perjalanan panjang dalam membangun Darul Aman di Gombara, Makassar.
Momentum satu abad Gontor pun menjadi pengingat bahwa kemajuan pesantren dibangun melalui proses panjang, ketekunan, kaderisasi, dan komitmen untuk terus memberikan manfaat bagi umat, masyarakat, dan bangsa.
Ia menegaskan, bahwa visi pendidikan yang diajarkan di Gontor menjadi inspirasi dalam mengembangkan Pondok Pesantren Darul Aman Gombara. Dimana visi pendidikan yang dikembangkan selaras dengan pendidikan yang diajarkan di Gontor.
Sebab, Gontor merupakan bagian penting dari perjalanan pendidikan KH Abdul Djalil Thahir . Dari berbagai ilmu, pengalaman, nilai kepesantrenan, kedisiplinan, serta wawasan, semua diperolehnya selama menempuh pendidikan di Gontor.
Kemudian hal itu menjadi salah satu bekal dalam perjalanan pengabdian dan dakwahnya. Bekal tersebut selanjutnya turut menginspirasi perjalanannya dalam mendirikan dan mengembangkan Pondok Pesantren Darul Aman Gombara, Makassar, Sulawesi Selatan.
Salah satu alumni Pondok Pesantren Darul Aman Gombara adalah Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) RI sekaligus Ketua Umum Partai Gelora Anis Matta.
Darul Aman, lanjut dia, memiliki potensi yang besar untuk terus maju dan berkembang di masa yang akan datang. Setidaknya ada tiga keunggulan yang harus dimiliki santri Darul Aman Gombara.
Untuk mewujudkan hal tersebut. pendidikan santri diarahkan pada pembentukan pribadi yang memiliki keunggulan dalam menghafal 30 Juz Al Quran, pemahaman ilmu agama yang holistik, kemampuan bahasa, serta keterampilan hidup.
KH Abdul Djalil Thahir menegaskan bahwa hal tersebut harus berjalan secara beriringan agar Darul Aman mampu melahirkan generasi yang memiliki kekuatan spiritual, intelektual, kemampuan komunikasi, dan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan zaman.
“Insyaallah, Darul Aman juga memiliki potensi yang sama besarnya untuk terus maju dan berkembang dari waktu ke waktu. Karena itu, kita harus mempersiapkan santri dengan bekal yang kuat: Al-Qur’an, bahasa Arab dan Inggris, serta keterampilan hidup,” pesan KH Abdul Djalil Thahir.
Sementara itu, Sekretaris Yayasan Buq’atun Mubarakah, Ahmad Sahal, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pondok Modern Darussalam Gontor yang telah mencapai usia satu abad.
Menurutnya, perjalanan panjang Gontor merupakan bagian dari perjalanan pendidikan pesantren di Indonesia yang telah memberikan kontribusi dalam membangun sumber daya manusia, mengembangkan ilmu pengetahuan, membentuk akhlak al-karimah, serta melahirkan generasi yang memberikan manfaat bagi bangsa dan negara.
Ahmad Sahal mengajak seluruh santri di Indonesia untuk senantiasa bersyukur dan bangga menjadi bagian dari dunia pesantren.
“Seluruh santri di Indonesia harus senantiasa bangga dan bersyukur telah ditakdirkan menjadi santri. Santri memiliki peran penting dalam perjalanan pembangunan Indonesia, berkontribusi dalam ilmu pengetahuan, peningkatan akhlak al-karimah, serta menciptakan generasi-generasi unggul untuk hari ini dan masa yang akan datang,” ungkapnya.
DISCLAIMER : Khusus berita OPINI dalam Rubrik/Kanal OPINI adalah media masyarakat dalam menyampaikan tulisannya, sehingga setiap berita opini di kanal OPINI sepenuhnya menjadi tanggung jawab PENULIS. Oleh karenanya INDOVIEWNEWS.COM terbebas dari segala macam bentuk tuntutan. Jika ada pihak yang berkeberatan atau merasa dirugikan dengan tulisan OPINI, maka sesuai dengan undang-undang pers bahwa pihak tersebut dapat memberikan hak jawabnya kepada PENULIS OPINI atau dapat dikirimkan kepada redaksi INDOVIEWNEWS.COM melalui email yang tertera dalam box redaksi kami. nantinya redaksi INDOVIEWNEWS.COM akan menayangkan tulisan tersebut secara berimbang sebagai bagian dari hak jawab.







