spot_img
spot_img
Senin, Oktober 12, 2026
BerandaNewsEkonomiGede Sandra: SE 2026 Dinilai Sukses, Perlu Metode Lain Pengganti Desil

Gede Sandra: SE 2026 Dinilai Sukses, Perlu Metode Lain Pengganti Desil

spot_img

Gede Sandra: SE 2026 Dinilai Sukses, Perlu Metode Lain Pengganti Desil

INDOVIEWNEWS.COM— Bagaimana penilaian pengamat ekonomi terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE 2026) yang dilaksanakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS), dan apa saja yang harus dilakukan BPS setelah SE 2026 ini?

“Pelaksanaannya boleh dibilang cukup sukses, hanya saja BPS harus transparan mengungkap berapa banyak masyarakat yang belum didata oleh BPS. Sehingga tidak terjadi diskrepansi data (kesenjangan data),” tandas Direktur Eksekutif lembaga think thank ekonomi, Infast-Bestari, Dr Ir Gede Sandra Msi, kepada wartawan di Jakarta, 12/10/2026.

Anggota Badan Komunikasi (Bakom) RI Kantor Staf Presiden ini lebih jauh mengatakan, berbekal hasil SE 2026 BPS harus memberikan kelengkapan data ekonomi kepada daerah yang bisa digunakan oleh daerah untuk mengambil kebijakan ekonomi yang tepat dengan cara berkordinasi dengan Pemda, Bank Indonesia, dan Tim Pemantau Ekonomi Daerah.

BACA JUGA :  Sensus Ekonomi 2026, Ini Dasar Hukum, Maksud dan Tujuannya

“Data-data itu dibutuhkan untuk percepatan pembangunan ekonomi daerah,” ujar Gede Sandra.

Menyingung tentang desil yang sempat menuai kontroversi di tengah masyarakat, Gede berpendapat, mengategorikan desil ke dalam 10 bagian sebenarnya kurang menguntungkan kelompok masyarakat kelas menengah. Kategori desil 9 dan 10, menurutnya membuat kelompok masyarakat kelas menengah kurang terlihat. Yang banyak terekspose adalah kelompok masyarakat kelas bawah. Sehingga secara teknis dapat cenderung terjadi inclusive error dan exclusive error.

“Mungkin ke depannya perlu ada metode lain yang berpihak kepada kelas menengah, apalagi kelompok kelas menengah saat ini sedang anjlok,” ujar Gede.

Lebih jauh ia menaruh harapan agar BPS tetap profesional dan selalu menjaga integritas. Karena sebenarnya pemerintah dan masyarakat banyak bergantung kepada BPS. Ia yakin BPS memiliki kompetensi yang tinggi apalagi lembaga ini banyak melibatkan Doktor dalam menjalankan tugas.

BACA JUGA :  Sukseskan Sensus Ekonomi 2026 Masyarakat Diminta Kenali Identitas Atribut Petugas

“Kebetulan BPS sekarang dipimpin oleh senior saya di ITB. Mbak Wini (Amalia Adininggar Widyasanti) sosok yang profesional dan berkompeten,” pungkas Gede Sandera.


DISCLAIMER : Khusus berita OPINI dalam Rubrik/Kanal OPINI adalah media masyarakat dalam menyampaikan tulisannya, sehingga setiap berita opini di kanal OPINI sepenuhnya menjadi tanggung jawab PENULIS. Oleh karenanya INDOVIEWNEWS.COM terbebas dari segala macam bentuk tuntutan. Jika ada pihak yang berkeberatan atau merasa dirugikan dengan tulisan OPINI, maka sesuai dengan undang-undang pers bahwa pihak tersebut dapat memberikan hak jawabnya kepada PENULIS OPINI atau dapat dikirimkan kepada redaksi INDOVIEWNEWS.COM melalui email yang tertera dalam box redaksi kami. nantinya redaksi INDOVIEWNEWS.COM akan menayangkan tulisan tersebut secara berimbang sebagai bagian dari hak jawab.

BACA JUGA :  Festival Jakarta Great Sale, Dekranasda Jakpus libatkan 20 UMKM
spot_img
Must Read
spot_img
Populer
spot_img