Guru Besar Unair Puji KH Hasan Abdullah Sahal: Kiai yang Jujur dan Berani, Tak Menjilat Presiden
INDOVIEWNEWS.COM— Guru Besar Universitas Airlangga (Unair) Henri Subiakto memberikan apresiasi terhadap sosok KH Hasan Abdullah Sahal, pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor.
Henri menilai KH Hasan Abdullah Sahal merupakan sosok ulama yang memiliki keberanian dan prinsip dalam menyampaikan pandangan. Menurutnya, KH Hasan tidak menunjukkan sikap menjilat kepada kekuasaan, termasuk kepada Presiden.
“KH Hasan Abdullah Sahal inilah kiai yang jujur dan berani. Beliau tidak menjilat pada Presiden. Salut dengan kiai pimpinan Pondok Pesantren Modern Gontor ini,” ujar Henri di akun X (Twitter), Senin (21/9/2026).
Pernyataan tersebut menggambarkan apresiasi Henri terhadap sikap KH Hasan Abdullah Sahal yang dinilai tetap menjaga independensi sebagai seorang ulama di tengah dinamika hubungan antara tokoh agama dan kekuasaan.
Bagi Henri, keberanian seorang kiai untuk menyampaikan pandangan secara terbuka merupakan sikap penting. Terlebih, pesantren dan ulama memiliki posisi strategis dalam kehidupan sosial dan kebangsaan Indonesia.
KH Hasan Abdullah Sahal dikenal sebagai salah satu pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor. Pesantren tersebut memiliki sejarah panjang dalam pendidikan Islam dan pembentukan karakter santri.
Pujian Henri terhadap KH Hasan Abdullah Sahal juga menyoroti pentingnya keteladanan pemimpin pesantren dalam menjaga integritas. Seorang ulama, dalam pandangan tersebut, tidak semestinya kehilangan sikap kritis hanya karena berhadapan dengan pejabat atau pemegang kekuasaan.
Di tengah kehidupan politik yang dinamis, hubungan antara ulama dan pemerintah memang kerap menjadi perhatian publik. Dukungan maupun kritik dari tokoh agama terhadap kebijakan pemerintah dapat menjadi bagian dari ruang dialog dalam kehidupan demokrasi.
Karena itu, sikap KH Hasan Abdullah Sahal yang diapresiasi Henri dipandang sebagai contoh bahwa kedekatan dengan pemerintah tidak harus menghilangkan keberanian untuk menyampaikan pandangan.
Pernyataan Henri tersebut sekaligus menegaskan pentingnya menjaga independensi moral para tokoh agama agar tetap dapat menjadi rujukan masyarakat dalam melihat persoalan bangsa secara jernih.
DISCLAIMER : Khusus berita OPINI dalam Rubrik/Kanal OPINI adalah media masyarakat dalam menyampaikan tulisannya, sehingga setiap berita opini di kanal OPINI sepenuhnya menjadi tanggung jawab PENULIS. Oleh karenanya INDOVIEWNEWS.COM terbebas dari segala macam bentuk tuntutan. Jika ada pihak yang berkeberatan atau merasa dirugikan dengan tulisan OPINI, maka sesuai dengan undang-undang pers bahwa pihak tersebut dapat memberikan hak jawabnya kepada PENULIS OPINI atau dapat dikirimkan kepada redaksi INDOVIEWNEWS.COM melalui email yang tertera dalam box redaksi kami. nantinya redaksi INDOVIEWNEWS.COM akan menayangkan tulisan tersebut secara berimbang sebagai bagian dari hak jawab.







