Menelanjangi Hipokrit Politik Gerakan Rakyat Yang Menjual Narasi Oposisi Demi Berburu Logistik Dapur MBG
Oleh : Benny Parapat
( Aktivis & Pemerhati Politik )
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) seharusnya menjadi pilar peningkat mutu generasi mendatang. Namun, di lapangan, program ini terus diterpa persoalan serius — mulai dari skandal tata kelola lembaga pendukungnya hingga insiden keracunan massal anak sekolah di berbagai daerah. Fakta ini memperlihatkan rapuhnya pengawasan serta besarnya celah manipulasi dalam eksekusi program berskala nasional tersebut.
Di tengah kerapuhan sistemik itu, muncul fenomena politik yang membingungkan publik. Gerakan Rakyat, wadah ormas pengusung narasi perubahan yang bertumpu pada figur Anies Baswedan, berambisi bertransformasi menjadi partai politik. Publik mengenalnya sebagai pilar oposisi kritis terhadap kebijakan pemerintah. Namun, kabar mengenai keterlibatan elite DPP hingga DPW organisasi tersebut dalam pengelolaan puluhan hingga ratusan dapur MBG memicu pertanyaan besar.
Membangun mesin politik menuju arena pemilu memang membutuhkan sumber daya yang tidak sedikit. Namun, mengambil manfaat ekonomi dari program pemerintah yang saban hari dikritik melahirkan kebocoran etika yang fatal.
▶Hipokrit Politik: Suara keras mengkritik celah korupsi dan inefisiensi MBG di mimbar publik mendadak sumbang ketika tangan para elite justru memegang konsesi dapur penyedianya.
▶ Paradigma Lama: Narasi pembaharuan yang dijual kepada pengikut loyal ternyata masih mempraktikkan pola baku politik patronase: menjadikan proyek negara sebagai sarana akumulasi logistik kelompok.
Ujian Terbuka bagi Simpatisan dan Publik
Bila sebuah gerakan politik gagal memisahkan agenda ideologis dari dorongan pragmatis sejak tahap pembentukan, slogan “perubahan” tak lebih dari sekadar komoditas pemasaran politik.
▪ Ujian bagi elite: Mampukah mereka melepaskan keterikatan bisnis pada proyek negara demi menjaga integritas narasi oposisi?
▪ Ujian bagi rakyat: Akankah pemilih terus memberi cek kosong kepada narasi perubahan, atau mulai kritis menilai apakah parpol baru ini didirikan demi kepentingan rakyat banyak atau sekadar pemuas dahaga logistik segelintir elite?
Pada akhirnya, piring makan anak-anak sekolah yang bermasalah itu menjadi cermin jernih: menguji siapa yang benar-benar berjuang untuk perbaikan bangsa, dan siapa yang sekadar ingin ikut mengantre di meja makan kekuasaan.
DISCLAIMER : Khusus berita OPINI dalam Rubrik/Kanal OPINI adalah media masyarakat dalam menyampaikan tulisannya, sehingga setiap berita opini di kanal OPINI sepenuhnya menjadi tanggung jawab PENULIS. Oleh karenanya INDOVIEWNEWS.COM terbebas dari segala macam bentuk tuntutan. Jika ada pihak yang berkeberatan atau merasa dirugikan dengan tulisan OPINI, maka sesuai dengan undang-undang pers bahwa pihak tersebut dapat memberikan hak jawabnya kepada PENULIS OPINI atau dapat dikirimkan kepada redaksi INDOVIEWNEWS.COM melalui email yang tertera dalam box redaksi kami. nantinya redaksi INDOVIEWNEWS.COM akan menayangkan tulisan tersebut secara berimbang sebagai bagian dari hak jawab.







