spot_img
spot_img
Selasa, Oktober 6, 2026
BerandaGaya HidupPramono: Proyek LRT ke Dukuh Atas Ditargetkan Rampung Akhir 2028

Pramono: Proyek LRT ke Dukuh Atas Ditargetkan Rampung Akhir 2028

spot_img

JAKARTA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menargetkan proyek perpanjangan rute LRT Jakarta fase lanjutan dapat rampung sepenuhnya pada akhir tahun 2028 atau awal 2029. Pengerjaan jalur transportasi massal dari kawasan Manggarai menuju Dukuh Atas ini dipastikan berjalan lancar karena memanfaatkan lahan yang sudah siap eksekusi.

“Mudah-mudahan tahun 2028 akhir atau 2029 sudah selesai karena tidak ada pembebasan lahan,” ujar Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Museum Seni dan Keramik, Jakarta, Senin, 29 Juni 2026.

Pramono memastikan kesiapan pengerjaan fisik di lapangan, termasuk pembangunan proyek pedestrian deck di kawasan integrasi Dukuh Atas. Guna mempercepat realisasi proyek strategis ini, Pemprov DKI Jakarta bergerak taktis dengan mengamankan dukungan finansial penuh melalui kas daerah agar pengerjaan infrastruktur tidak terhambat masalah birokrasi anggaran.

BACA JUGA :  Sutoyo Abadi: Indonesia Menjadi Negara Ekstraktif, Rakyat Menjadi Korbannya

“Sekarang ini anggarannya sudah dipersiapkan di APBD yang sekarang sehingga bisa langsung dikerjakan,” tegas Pramono.

Pemerintah memproyeksikan total investasi untuk pembangunan jalur kereta layang ini mencapai Rp12,5 triliun. Nilai fantastis tersebut tidak hanya mencakup pemasangan rel, tetapi juga pembangunan infrastruktur penunjang berupa belasan stasiun baru di sepanjang jalur lintasan.

“Dari Velodrome sampai dengan Manggarai sekarang ini kurang lebih biayanya 12,5 triliun yang akan diresmikan di 11 stasiun,” urai Pramono.

Penambahan jalur menuju Dukuh Atas ini otomatis menambah panjang bentangan rel LRT Jakarta secara keseluruhan. Proyek ekstensi ini dirancang secara terintegrasi untuk memperluas jangkauan layanan angkutan umum massal berbasis rel di wilayah ibu kota.

BACA JUGA :  Gubernur DKI Raih Anugerah Kepemimpinan Penguatan Festive Economy dan Ekonomi Perkotaan

“Panjangnya 12,5 kilometer. Nanti tambah 2 kilo sampai dengan Dukuh Atas. Jadi sekitar 14,5 kilometer,” kata Pramono.

Langkah akselerasi ini diharapkan mampu menciptakan sistem transportasi makro yang jauh lebih modern, efisien, dan ramah pengguna. Konektivitas antarmoda di titik-titik krusial diyakini akan mempermudah pergerakan mobilitas masyarakat sekaligus menekan angka kemacetan di Jakarta.

“Dan kalau itu terjadi maka konektivitas Jakarta makin apa makin terkoneksi dengan baik,” kata Pramono. (Net/ist).


DISCLAIMER : Khusus berita OPINI dalam Rubrik/Kanal OPINI adalah media masyarakat dalam menyampaikan tulisannya, sehingga setiap berita opini di kanal OPINI sepenuhnya menjadi tanggung jawab PENULIS. Oleh karenanya INDOVIEWNEWS.COM terbebas dari segala macam bentuk tuntutan. Jika ada pihak yang berkeberatan atau merasa dirugikan dengan tulisan OPINI, maka sesuai dengan undang-undang pers bahwa pihak tersebut dapat memberikan hak jawabnya kepada PENULIS OPINI atau dapat dikirimkan kepada redaksi INDOVIEWNEWS.COM melalui email yang tertera dalam box redaksi kami. nantinya redaksi INDOVIEWNEWS.COM akan menayangkan tulisan tersebut secara berimbang sebagai bagian dari hak jawab.

BACA JUGA :  Jumhur Hidayat Raih Youth Empowerment & Environmental Leadership Award dari KNPI
spot_img
Must Read
spot_img
Populer
spot_img