spot_img
spot_img
Rabu, Oktober 28, 2026
BerandaNewsAktivis 98: Ekonomi Makin Memburuk di Era Prabowo

Aktivis 98: Ekonomi Makin Memburuk di Era Prabowo

spot_img

Aktivis 98: Ekonomi Makin Memburuk di Era Prabowo

INDOVIEWNEWS.COM— Aktivis 98 Jayadi Santoso menilai kondisi ekonomi Indonesia semakin memburuk pada era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Ia menyoroti tekanan daya beli masyarakat yang dinilai semakin berat, aktivitas perdagangan yang lesu, hingga kekhawatiran terhadap pergerakan nilai tukar rupiah dan kondisi pasar saham.

Menurut Jayadi, persoalan ekonomi tidak cukup dilihat dari angka pertumbuhan ekonomi atau berbagai indikator makro.

“Kondisi nyata yang dirasakan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari juga harus menjadi ukuran penting untuk menilai keberhasilan kebijakan pemerintah,” ungkap Jayadi kepada wartawan, Selasa (27/10/2026).

Ia melihat semakin banyak masyarakat yang harus mengandalkan tabungan untuk memenuhi kebutuhan hidup. “Sebagian lainnya terpaksa berutang agar kebutuhan rumah tangga tetap terpenuhi,” paparnya.

Situasi tersebut, menurut Jayadi, menjadi sinyal yang perlu diperhatikan secara serius. Ketika pendapatan tidak lagi mencukupi kebutuhan sehari-hari, masyarakat akan kehilangan ruang untuk menabung, berinvestasi, maupun meningkatkan kualitas hidup.

BACA JUGA :  Mardani Ali Sera: Silaturahmi PKS ke PSI di Depok untuk Membangun Bangsa

Jayadi juga menyoroti kondisi pelaku usaha kecil dan pedagang yang menghadapi persoalan sepinya pembeli.

“Aktivitas perdagangan yang tidak seramai sebelumnya dapat menekan omzet, mengurangi keuntungan, dan membuat keberlangsungan usaha semakin sulit,” tegasnya.

Bagi pedagang kecil, persoalan tersebut bukan hanya soal keuntungan yang menurun. Mereka tetap harus membayar berbagai kebutuhan operasional, memenuhi kebutuhan keluarga, serta mempertahankan usaha di tengah ketidakpastian pendapatan.

Jika kondisi ini berlangsung lama, kemampuan pedagang untuk mengembangkan usaha akan semakin terbatas. Bahkan, sebagian pelaku usaha berpotensi menggunakan simpanan pribadi atau mencari pinjaman untuk menutup kebutuhan operasional.

Jayadi menilai kondisi masyarakat di lapangan perlu mendapatkan perhatian pemerintah. Sebab, perputaran ekonomi sangat bergantung pada kemampuan masyarakat untuk berbelanja dan aktivitas pelaku usaha dalam menjual barang maupun jasa.

“Ketika masyarakat menahan pengeluaran karena pendapatan terbatas, pedagang kehilangan pembeli. Sebaliknya, ketika perdagangan melambat, pendapatan pelaku usaha ikut tertekan. Rantai persoalan ini dapat memperberat kondisi ekonomi rumah tangga dan usaha kecil,” ungkapnya.

BACA JUGA :  Gibran Tak Segera Dimakzulkan, Aktivis 98: Ekonomi Indonesia Makin Buruk

Selain persoalan daya beli, Jayadi menyoroti pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang dinilainya semakin mengkhawatirkan. Ia juga menyinggung kondisi bursa saham sebagai bagian dari gambaran tekanan ekonomi yang perlu dicermati.

Pergerakan rupiah memiliki arti penting bagi perekonomian Indonesia, terutama karena sejumlah kebutuhan industri masih bergantung pada barang dan bahan baku impor.

“Pelemahan rupiah yang berkepanjangan dapat meningkatkan biaya impor dan berpotensi menambah tekanan terhadap harga barang,” tegasnya.

Sementara itu, pergerakan bursa saham mencerminkan perubahan penilaian investor terhadap prospek perusahaan dan kondisi pasar. Namun, pergerakan saham tidak dengan sendirinya menggambarkan seluruh kondisi ekonomi masyarakat, sehingga perlu dibaca bersama indikator lain.

Bagi Jayadi, berbagai persoalan tersebut perlu dilihat secara menyeluruh.

BACA JUGA :  Pengamat: Pergantian KSAD Bisa Jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

“Pemerintah tidak cukup hanya memperhatikan stabilitas pasar keuangan, tetapi juga harus memastikan bahwa aktivitas ekonomi masyarakat tetap berjalan dan kebutuhan dasar rumah tangga dapat terpenuhi,” pungkas Jayadi.


DISCLAIMER : Khusus berita OPINI dalam Rubrik/Kanal OPINI adalah media masyarakat dalam menyampaikan tulisannya, sehingga setiap berita opini di kanal OPINI sepenuhnya menjadi tanggung jawab PENULIS. Oleh karenanya INDOVIEWNEWS.COM terbebas dari segala macam bentuk tuntutan. Jika ada pihak yang berkeberatan atau merasa dirugikan dengan tulisan OPINI, maka sesuai dengan undang-undang pers bahwa pihak tersebut dapat memberikan hak jawabnya kepada PENULIS OPINI atau dapat dikirimkan kepada redaksi INDOVIEWNEWS.COM melalui email yang tertera dalam box redaksi kami. nantinya redaksi INDOVIEWNEWS.COM akan menayangkan tulisan tersebut secara berimbang sebagai bagian dari hak jawab.

BACA JUGA :  Aktivis 98: Jokowi dan Gibran Menjadi Musuh Rakyat
spot_img
Must Read
spot_img
Populer
spot_img