MAKNA TERSIRAT KUNJUNGAN KAPOLDA BANTEN DAN WAKAPOLDA BANTEN KE KEDIAMAN KH EMBAY MULYA SYARIEF : TOKOH PENDIRI PROVINSI BANTEN PADA 20 OKTOBER 2026
Oleh: Kurtubi
Tokoh Masyarakat Tangerang
Pada tanggal 20 Oktober 2026, Kapolda Banten Irjen Pol Hendra Kurniawan, S.I.K., M.M., M.H. bersama Wakapolda Banten Brigjen Pol Zain Dwi Nugroho, S.H., S.I.K., http://M.Si. melakukan kunjungan silaturahmi ke kediaman KH Embay Mulya Syarief.
Kunjungan ini terjadi tepat setelah rangkaian mutasi besar di Polda Banten. Berdasarkan Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2251/X/KEP/2026 tertanggal 10 Oktober 2026, Irjen Pol Hendra Kurniawan baru saja menggantikan Kapolda Banten sebelumnya, dan Brigjen Pol Zain Dwi Nugroho baru saja menggantikan Wakapolda Banten Brigjen Pol Iwan Saktiadi, yang dilantik melalui upacara Sertijab pada 19 Oktober 2026 di Lapangan Apel Polda Banten.
KH Embay Mulya Syarief sendiri bukan tokoh sembarangan. Beliau adalah salah satu tokoh pendiri Provinsi Banten, ulama kharismatik, tokoh masyarakat Banten dan Komisaris Utama di lingkungan industri Krakatau Steel Group. Beliau adalah representasi dari 4 kekuatan di Banten: Kekuatan Ulama, Kekuatan Jawara, Kekuatan Pengusaha, dan Kekuatan Sejarah Pembentukan Provinsi Banten.
Maka kunjungan Kapolda dan Wakapolda yang baru ke rumah beliau pada 20 Oktober 2026 tidak bisa dibaca sebagai kunjungan biasa. Ada makna tersirat yang sangat dalam dan strategis.
1. MAKNA TERSIRAT PERTAMA: MEMINTA RESTU SEJARAH DAN LEGITIMASI MORAL
Dalam tradisi budaya Banten, setiap pemimpin baru yang datang ke Banten, sowan kepada sesepuh dan tokoh pendiri Banten. Ini adalah adat.
Kapolda dan Wakapolda yang baru dilantik sadar betul, bahwa jabatan mereka adalah jabatan struktural dari negara, tetapi legitimasi moral dan sosial mereka di mata masyarakat Banten harus didapatkan melalui restu dari tokoh tokoh Banten.
Dengan sowan ke rumah KH Embay Mulya Syarief, Kapolda dan Wakapolda baru Banten secara simbolis ingin mengatakan:
“Kami adalah pemimpin baru di tanah Banten, kami datang bukan sebagai penguasa, tetapi sebagai anak yang meminta restu kepada orang tua, meminta nasihat kepada sesepuh, agar dalam menjalankan tugas menjaga keamanan Banten, kami tidak salah langkah dan diterima oleh masyarakat Banten.”
Ini adalah strategi komunikasi publik yang sangat cerdas dan beradab. Ini menunjukkan bahwa Kapolda Banten yang baru, Irjen Pol Hendra Kurniawan, adalah sosok pemimpin yang memahami filosofi Banten: “Jas Merah, Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah”. Beliau tidak hanya sowan ke Gubernur Banten dan Ketua DPRD, tetapi juga sowan ke tokoh pendiri Provinsi Banten
2. MAKNA TERSIRAT KEDUA: STRATEGI POLRI PRESISI MELALUI PENDEKATAN ULAMA – UMARO
Polda Banten di bawah kepemimpinan baru ini sedang menerapkan strategi “Cooling System” dan “Polisi Humanis”.
Sejak tanggal 13-15 Oktober 2026, Kapolda Banten tercatat melakukan safari silaturahmi maraton: silaturahmi ke Gubernur Banten Andra Soni, ke Danrem 064/Maulana Yusuf, ke Kajati Banten, ke DPRD Banten, dan ke dua ulama besar di Pandeglang.
Makna tersiratnya adalah Kapolda Banten ingin membangun konsep keamanan yang tidak hanya mengandalkan senjata dan pasukan, tetapi mengandalkan sinergi Ulama dan Umaro (Pemerintah).
KH Embay adalah figur yang memiliki jaringan ulama se-Banten, jaringan jawara, dan jaringan pengusaha. Jika Polda Banten bisa bersinergi dengan beliau, maka potensi konflik sosial, potensi gangguan Kamtibmas, dan potensi gesekan antara industri dengan masyarakat dapat dicegah melalui pendekatan kultural dan keagamaan.
Ini adalah implementasi nyata dari Doktrin Polri Presisi: bahwa menjaga Kamtibmas tidak bisa hanya dengan pendekatan represif, tetapi harus dengan pendekatan preventif melalui tokoh masyarakat.
3. MAKNA TERSIRAT KETIGA: MEMPERKUAT STABILITAS INDUSTRI DAN EKONOMI BANTEN
Banten adalah provinsi industri. Kawasan industri terbesar di Indonesia ada di Cilegon, Serang, dan Tangerang.
KH Embay Mulya Syarief bukan hanya ulama, tetapi juga Komisaris Utama di salah satu anak perusahaan Krakatau Steel Group yang mengelola ribuan tenaga kerja.
Kunjungan Kapolda dan Wakapolda ke rumah beliau memiliki makna tersirat ekonomi dan stabilitas investasi.
Pesan yang ingin disampaikan adalah:
“Polda Banten menjamin keamanan dan kenyamanan investasi di Banten. Polda Banten siap menjadi mitra strategis bagi dunia usaha dan industri untuk menjaga kondusifitas kawasan industri, mencegah premanisme, mencegah pungli, dan memastikan hubungan industrial antara pengusaha dan masyarakat lokal berjalan harmonis.”
Dengan menggandeng KH Embay yang dikenal sebagai jembatan antara kepentingan industri dan aspirasi masyarakat lokal Banten, Kapolda Banten ingin memastikan bahwa program hilirisasi industri dan penyerapan tenaga kerja lokal yang menjadi program Gubernur Banten dapat berjalan aman tanpa gangguan Kamtibmas.
4. MAKNA TERSIRAT KEEMPAT: KONSOLIDASI INTERNAL PASCA MUTASI BESAR
Pada 19 Oktober 2026, Polda Banten melaksanakan Tour of Duty, tujuh jabatan strategis berganti sekaligus: Wakapolda, Dirreskrimum, Dirreskrimsus, Dirsamapta, Dirlantas, Kapolres Serang, dan Kapolres Cilegon.
Mutasi besar seperti ini pasti menimbulkan dinamika internal. Ada pejabat lama yang harus beradaptasi di tempat baru, dan ada pejabat baru yang harus beradaptasi dengan kultur Banten.
Kunjungan Kapolda dan Wakapolda bersama-sama ke rumah KH Embay pada 20 Oktober 2026 sehari setelah Sertijab adalah simbol konsolidasi dan kekompakan pimpinan baru Polda Banten.
Makna tersiratnya adalah Kapolda dan Wakapolda ingin menunjukkan kepada publik dan kepada internal Polda Banten bahwa pimpinan baru solid, kompak, dan satu visi. Tidak ada dualisme kepemimpinan. Kapolda dan Wakapolda datang bersama sebagai satu kesatuan untuk meminta restu dan membangun Banten bersama.
Ini adalah pesan moral yang kuat bagi seluruh jajaran Polres di bawah Polda Banten: bahwa kepemimpinan baru Polda Banten solid dan harus didukung sepenuhnya.
5. MAKNA TERSIRAT KELIMA: MEMBANGUN BANTEN YANG AMAN, MAJU, DAN SEJAHTERA MELALUI KEARIFAN LOKAL
Yang paling mendalam dari kunjungan ini adalah pesan filosofis.
KH Embay Mulya Syarief adalah simbol dari kearifan lokal Banten: religius, nasionalis, dan berjiwa entrepreneur.
Dengan sowan ke beliau, Kapolda Banten ingin menegaskan arah kepemimpinannya di Banten:
Bahwa Polda Banten tidak hanya akan menjadi penegak hukum yang tegas, tetapi juga akan menjadi penjaga kearifan lokal, penjaga nilai-nilai keislaman yang moderat, dan penjaga semangat kewirausahaan masyarakat Banten.
Ini sejalan dengan visi Gubernur Banten untuk mewujudkan Banten yang aman, maju, dan sejahtera.
Keamanan yang diinginkan bukan hanya keamanan fisik, tetapi keamanan yang berkeadilan, keamanan yang dirasakan oleh ulama, jawara, pengusaha, petani, dan seluruh masyarakat Banten.
Kunjungan Kapolda Banten Irjen Pol Hendra Kurniawan dan Wakapolda Banten Brigjen Pol Zain Dwi Nugroho ke kediaman KH Embay Mulya Syarief pada tanggal 20 Oktober 2026 adalah sebuah langkah strategis yang sarat makna.
Ini bukan sekedar kunjungan silaturahmi biasa, tetapi adalah sebuah deklarasi moral bahwa kepemimpinan baru Polda Banten ingin membangun Banten dengan cara yang beradab, dengan cara yang menghormati sejarah, dengan cara yang merangkul ulama dan tokoh masyarakat, dan dengan cara yang humanis.
Ini adalah awal yang baik. Publik Banten menaruh harapan besar kepada Kapolda dan Wakapolda yang baru untuk dapat menjaga stabilitas keamanan Banten, mengawal pembangunan industri, dan melindungi masyarakat kecil dengan pendekatan yang Presisi, humanis, dan berkeadilan.
Semoga silaturahmi tersebut membawa keberkahan bagi Provinsi Banten.
DISCLAIMER : Khusus berita OPINI dalam Rubrik/Kanal OPINI adalah media masyarakat dalam menyampaikan tulisannya, sehingga setiap berita opini di kanal OPINI sepenuhnya menjadi tanggung jawab PENULIS. Oleh karenanya INDOVIEWNEWS.COM terbebas dari segala macam bentuk tuntutan. Jika ada pihak yang berkeberatan atau merasa dirugikan dengan tulisan OPINI, maka sesuai dengan undang-undang pers bahwa pihak tersebut dapat memberikan hak jawabnya kepada PENULIS OPINI atau dapat dikirimkan kepada redaksi INDOVIEWNEWS.COM melalui email yang tertera dalam box redaksi kami. nantinya redaksi INDOVIEWNEWS.COM akan menayangkan tulisan tersebut secara berimbang sebagai bagian dari hak jawab.







