Rizal Fadhillah: Gibran Bakal Habis, Desakan Mundur Makin Menguat
INDOVIEWNEWS.COM— Pemerhati politik dan kebangsaan Rizal Fadhillah menyampaikan pandangan politiknya terkait posisi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, dalam rilis yang diterima redaksi, Selasa (21/10/2026).
Rizal menilai, tekanan politik dan sosial terhadap Gibran semakin menguat dalam beberapa waktu terakhir.
“Hanya orang yang tidak faham aspek politis, sosiologis, dan historis yang meyakini bahwa dalam situasi seperti ini Gibran akan dapat bertahan, bahkan dianggap masih kuat,” ujar Rizal dalam rilisnya.
Menurut Rizal, aspek politis berkaitan dengan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) soal ijazah, aspek sosiologis berkaitan dengan aspirasi masyarakat, dan aspek historis berkaitan dengan pengalaman kepemimpinan yang dinilai memiliki cacat fundamental.
“Secara politis Putusan MK yang memastikan ketiadaan ijazah adalah pukulan hukum yang berimbas pada gerakan politik. Partai politik maupun fraksi di DPR tidak mungkin berdiam diri atau menutup mata atas eskalasi atau guncangan politik ini,” katanya.
Ia juga mengklaim, secara sosiologis aspirasi yang menghendaki Gibran mundur semakin menggumpal, termasuk adanya aksi masyarakat dan pernyataan sekitar 150 guru besar yang mendesak Gibran mundur.
“Secara sosiologis semakin menggumpal aspirasi masyarakat yang menghendaki Gibran mundur atau dimundurkan. Aksi kelompok masyarakat meningkat. Baru-baru ini 150 an Guru Besar mendesak agar Gibran segera mundur,” ucap Rizal.
Rizal juga menyinggung berbagai aksi di ruang publik, termasuk poster-poster di kawasan Patung Pemuda, Jakarta, yang menurutnya berisi penolakan terhadap Gibran. Ia menyebut poster seperti “Gibran Out” dan “DPR Makzulkan Gibran” sebagai bagian dari ekspresi penolakan tersebut.
Dalam rilisnya, Rizal turut menyampaikan kritik tajam yang bersifat penilaian subjektif terhadap kepemimpinan Gibran.
“Gibran itu bukan manusia berintegritas, hebat, atau karismatik. Ia anak kecil yang lemah dan belum matang,” tuturnya.
Ia menutup rilisnya dengan pernyataan bernada puisi politik yang menurutnya menggambarkan situasi saat ini.
“Gibran meringis, Jokowi mengemis-ngemis, Pemuja menangis, Perjuangan akal waras berbuah manis,” kata Rizal.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka maupun Istana terkait pernyataan tersebut. Redaksi memberikan ruang hak jawab kepada pihak terkait.
Berita ini merupakan penyampaian pandangan/opini narasumber sebagaimana disampaikan dalam rilis. Isi rilis sepenuhnya menjadi tanggung jawab narasumber.
DISCLAIMER : Khusus berita OPINI dalam Rubrik/Kanal OPINI adalah media masyarakat dalam menyampaikan tulisannya, sehingga setiap berita opini di kanal OPINI sepenuhnya menjadi tanggung jawab PENULIS. Oleh karenanya INDOVIEWNEWS.COM terbebas dari segala macam bentuk tuntutan. Jika ada pihak yang berkeberatan atau merasa dirugikan dengan tulisan OPINI, maka sesuai dengan undang-undang pers bahwa pihak tersebut dapat memberikan hak jawabnya kepada PENULIS OPINI atau dapat dikirimkan kepada redaksi INDOVIEWNEWS.COM melalui email yang tertera dalam box redaksi kami. nantinya redaksi INDOVIEWNEWS.COM akan menayangkan tulisan tersebut secara berimbang sebagai bagian dari hak jawab.







