Pengamat: Mulut Prabowo Kasar seperti Preman, Masyarakat Makin Jengkel
INDOVIEWNEWS.COM– Pengamat kebijakan publik Gigin Praginanto mengkritik upaya pembentukan citra Presiden Prabowo Subianto yang dinilainya tidak akan efektif apabila tidak diikuti perubahan perilaku dan cara berkomunikasi sang presiden.
Melalui akun X, Gigin menegaskan bahwa citra seorang pemimpin pada akhirnya ditentukan oleh perilakunya sendiri, bukan oleh besarnya anggaran untuk membangun persepsi positif di tengah masyarakat.
“Berapapun anggaran untuk memoles citra Prabowo tidak akan berguna. Sebab citra Prabowo ditentukan oleh kelakuannya sendiri,” tulis Gigin Praginanto, Rabu (28/10/2026).
Ia juga menyoroti peran buzzer yang selama ini kerap digunakan untuk menyebarkan propaganda dan membangun citra positif pemerintah. Menurutnya, strategi komunikasi semacam itu justru berpotensi menjadi bumerang apabila tidak sejalan dengan perilaku pemimpin yang hendak dipromosikan.
Gigin menilai, propaganda melalui buzzer justru dapat membuat masyarakat semakin jengkel apabila Prabowo masih kerap melontarkan pernyataan secara spontan tanpa mempertimbangkan dampaknya serta menggunakan bahasa yang dinilai kasar.
Kritik tersebut menempatkan persoalan komunikasi presiden sebagai salah satu faktor penting dalam pembentukan kepercayaan publik. Di tengah derasnya arus informasi dan perdebatan politik di media sosial, setiap pernyataan kepala negara dapat dengan cepat menjadi bahan pembicaraan sekaligus memengaruhi persepsi masyarakat.
Pernyataan Gigin menggarisbawahi bahwa pencitraan politik memiliki batas. Kampanye komunikasi yang masif sekalipun tidak otomatis mampu menghapus kesan negatif apabila masyarakat melihat adanya ketidaksesuaian antara pesan yang disampaikan tim komunikasi pemerintah dan perilaku pemimpinnya.
Dalam politik modern, buzzer dan berbagai kanal komunikasi digital memang dapat digunakan untuk menyebarkan pesan pemerintah. Namun, efektivitasnya tetap bergantung pada kredibilitas sumber pesan dan pengalaman masyarakat dalam menilai kinerja serta perilaku pemimpinnya.
Bahasa seorang presiden juga memiliki bobot yang berbeda dibandingkan ucapan warga biasa. Sebagai kepala negara, Prabowo tidak hanya berbicara atas nama pribadi, tetapi juga membawa wibawa jabatan dan merepresentasikan Indonesia di hadapan publik.
Karena itu, pilihan kata, nada bicara, dan cara merespons kritik menjadi bagian penting dari kepemimpinan. Pernyataan yang dianggap merendahkan, kasar, atau tidak terukur dapat memicu kontroversi dan mengalihkan perhatian publik dari substansi kebijakan yang sedang dibahas.
Kritik Gigin sekaligus menjadi pengingat bahwa komunikasi politik tidak cukup berhenti pada upaya membangun popularitas. Pemerintah juga perlu memastikan bahwa pesan yang disampaikan sejalan dengan sikap dan tindakan pejabat yang bersangkutan.
Di tengah berbagai persoalan ekonomi dan politik yang menjadi perhatian masyarakat, komunikasi pemerintah menjadi salah satu aspek yang turut menentukan penerimaan publik terhadap kepemimpinan Prabowo.
Masyarakat tidak hanya membutuhkan narasi positif tentang pemerintah, tetapi juga mengharapkan kebijakan yang menjawab persoalan nyata serta komunikasi yang menghormati warga.
Dalam situasi tersebut, kritik Gigin mengingatkan bahwa pengeluaran besar untuk membangun citra tidak dengan sendirinya menghasilkan kepercayaan. Kepercayaan publik lebih sulit dibentuk apabila komunikasi politik justru menimbulkan kejengkelan atau memperlebar jarak antara pemimpin dan masyarakat.
Pada akhirnya, citra politik bukan hanya hasil kerja tim komunikasi, buzzer, atau propaganda di media sosial. Citra juga terbentuk dari ucapan, sikap, keputusan, dan tindakan pemimpin yang diamati masyarakat setiap hari.
DISCLAIMER : Khusus berita OPINI dalam Rubrik/Kanal OPINI adalah media masyarakat dalam menyampaikan tulisannya, sehingga setiap berita opini di kanal OPINI sepenuhnya menjadi tanggung jawab PENULIS. Oleh karenanya INDOVIEWNEWS.COM terbebas dari segala macam bentuk tuntutan. Jika ada pihak yang berkeberatan atau merasa dirugikan dengan tulisan OPINI, maka sesuai dengan undang-undang pers bahwa pihak tersebut dapat memberikan hak jawabnya kepada PENULIS OPINI atau dapat dikirimkan kepada redaksi INDOVIEWNEWS.COM melalui email yang tertera dalam box redaksi kami. nantinya redaksi INDOVIEWNEWS.COM akan menayangkan tulisan tersebut secara berimbang sebagai bagian dari hak jawab.







