spot_img
spot_img
Selasa, Oktober 6, 2026
BerandaHeadlineMuslim Arbi: Bulan Madu Kekuasaan Itu Wes Rampung Ta, Jendral?

Muslim Arbi: Bulan Madu Kekuasaan Itu Wes Rampung Ta, Jendral?

spot_img

Muslim Arbi: Bulan Madu Kekuasaan Itu Wes Rampung Ta, Jendral?

INDOVIEWNEWS — Pengamat Politik dan Hukum yang juga Ketua Gerakan Perubahan, Muslim Arbi, menilai bulan madu kekuasaan antara Presiden Prabowo Subianto dan kekuatan politik Jokowi sudah berakhir. Ia mengaitkan dinamika politik selama dua tahun pemerintahan Prabowo dengan berbagai kegaduhan nasional yang dinilainya dapat mengganggu jalannya pemerintahan.

Pandangan tersebut disampaikan Muslim Arbi pada 6 Oktober 2026 dalam tulisannya berjudul “Bulan Madu Kekuasaan Itu Wes Rampung Ta, Jendral?”

“Nampak nya bulan madu kekuasaan itu sudah berakhir. Dan itu sudah pantas terjadi. Karena – kalau kekuasaan lama itu ber ulah terus. Hampir semua agenda saat ini akan stag atau minimal akan mandeg. Malah bisa jadi akan amburadul,” tulis Muslim Arbi.

Menurut dia, publik masih mengingat pernyataan Connie Bakrie beberapa waktu lalu mengenai masa kekuasaan Prabowo yang disebut hanya akan berlangsung selama dua tahun sebelum digantikan oleh Gibran.

“Ingatan kolektif publik soal omongan Connie Bakrie beberapa waktu lalu. Prabowo hanya diberi waktu 2 tahun berkuasa dan akan digantikan oleh Gibran,” katanya.

Apakah karena itu sehingga selama dua tahun kekuasaan Prabowo terus saja di goncang oleh berbagai aksi untuk bikin gaduh dan bikin suasana tidak kondusif dan tidak stabil? Dan tujuannya melemahkan pemerintahan Prabowo?

“Akibatnya Prabowo dianggap gagal memimpin sehingga harus segera diturunkan? Dan – lalu: Gibran di rekayasa untuk gantikan Prabowo sebagaimana omongan Connie?” ujarnya.

BACA JUGA :  Mafia Kekuasaan Terbentang dari Hulu ke Hilir? Muslim Arbi Soroti Amandemen UUD 1945 dan Politik Biaya Tinggi

Muslim Arbi kemudian mengaitkan dinamika tersebut dengan kritik terhadap apa yang ia sebut sebagai “Gank Solo” yang menurutnya bermain di belakang berbagai kegaduhan nasional.

“Tapi – bila – dicermati: dari suara – suara kritik Gank Solo bermain di belakang kegaduhan nasional – hampir benar saja. Meski bisa saja ada faktor lain – misal oligarki hitam yang terganggu sehingga cawe-cawe bikin gaduh,” katanya.

Ia menegaskan bahwa menurut pengamatannya, rangkaian peristiwa sejak Prabowo dilantik hingga saat ini menunjukkan adanya kesadaran Presiden Prabowo terhadap dinamika kekuasaan tersebut.

“Tapi yang jelas dari semua rangkaian peristiwa sejak dilantik hingga hari ini. Nampaknya Prabowo sangat menyadari itu. Bahwa ada Sengkuni – Brutus yang tidak nyenyak tidur dan ber ulah terus dan terus,” tulis Muslim Arbi.

Sorotan Momen Prabowo dan Jokowi

Muslim Arbi juga menyoroti momen sesi foto bersama pada peringatan HUT ke-81 TNI, 5 Oktober 2026. Ia menyebut tidak adanya salaman antara Presiden Prabowo dengan Joko Widodo sebagai hal yang kemudian mendapat perhatian publik.

“Namun bila dicermati saat sesi foto bersama pada hari ulang tahun 5 Oktober tidak ada salaman antara Presiden Prabowo dengan Joko Widodo. Publik anggap bulan madu kekuasaan selama ini sudah berakhir dan memang sudah sepantasnya berakhir. Titik,” ujarnya.

Menurut Muslim Arbi, situasi tersebut dapat menjadi momentum bagi Prabowo untuk memperkuat konsolidasi pemerintahannya hingga 2029, terlebih jika dikaitkan dengan pernyataan Connie Bakrie mengenai masa dua tahun pemerintahan Prabowo.

BACA JUGA :  Pengamat: Polemik Gibran Menguji Keberanian MK Menegakkan Konstitusi

“Dengan demikian info Connie itu yang hanya dua tahun waktu di berikan kepada Prabowo itu menjadi momentum bagi Prabowo untuk membangun konsolidasi kuat untuk memperkuat posisi pemerintahan nya hingga 2029,” tulisnya.

Ia juga menyampaikan tafsiran bahwa selama ini kedekatan Prabowo dengan Jokowi, yang bahkan dinilai sebagian pihak terlalu setia, bisa saja merupakan bagian dari strategi politik untuk melakukan konsolidasi.

“Tafsiran publik. Bisa jadi selama ini Prabowo memanfaatkan isu kedekatan bahkan dianggap terlalu setia dengan Jokowi itu hanya sebagai taktik belaka untuk konsolidasi kekuatan dan kekuasaan,” katanya.

Muslim Arbi Singgung Isu “Partai Cokelat”

Dalam tulisannya, Muslim Arbi turut menyinggung isu mengenai “parcok” atau “partai cokelat” yang selama ini menjadi bahan pembicaraan dalam dinamika politik nasional.

“Memang selama ini isu soal parcok – partai cokelat itu sangat terasa dan kentara bahkan ada pengamat yang bilang selain 9 partai di Senayan ditambah dengan partai cokelat,” jelasnya.

Tetapi saat ini ketua partai nya sudah jadi staf bukan? Bahkan desainer nya juga sudah di kandangin bukan? Barangkali itu yang membuat semakin kokoh dan teguh untuk perkuat konsolidasi kekuatan sehingga agenda-agenda kedepan dapat berjalan lancar,” tulis Muslim Arbi.

Di bagian akhir tulisannya, Muslim Arbi kembali mengaitkan momen tidak adanya salaman antara Prabowo dan Jokowi pada peringatan HUT ke-81 TNI dengan kemungkinan perubahan konfigurasi kekuasaan.

BACA JUGA :  Eks Anggota BIN Bongkar “Operasi Garis Dalam Jokowi” Tahap Empat Pemenggalan Kepala Tanpa Kudeta

“Bisa jadi tidak salaman di Hari Ulang Tahun TNI ke 81 itu semacam pengumuman: Aku sudah jalan sendiri dan tak mau bersama Sengkuni dan Brutus lagi..😆” pungkasnya.

Pandangan dan tafsiran mengenai hubungan politik Presiden Prabowo Subianto, Joko Widodo, Gibran, Connie Bakrie, “Gank Solo”, “oligarki hitam”, serta istilah “Sengkuni”, “Brutus” dan “partai cokelat” dalam tulisan ini merupakan pendapat dan analisis Muslim Arbi.

Media memberikan ruang klarifikasi, bantahan, maupun informasi dari perspektif pihak-pihak yang disebut atau terkait, sesuai prinsip keberimbangan dan asas praduga tak bersalah.


DISCLAIMER : Khusus berita OPINI dalam Rubrik/Kanal OPINI adalah media masyarakat dalam menyampaikan tulisannya, sehingga setiap berita opini di kanal OPINI sepenuhnya menjadi tanggung jawab PENULIS. Oleh karenanya INDOVIEWNEWS.COM terbebas dari segala macam bentuk tuntutan. Jika ada pihak yang berkeberatan atau merasa dirugikan dengan tulisan OPINI, maka sesuai dengan undang-undang pers bahwa pihak tersebut dapat memberikan hak jawabnya kepada PENULIS OPINI atau dapat dikirimkan kepada redaksi INDOVIEWNEWS.COM melalui email yang tertera dalam box redaksi kami. nantinya redaksi INDOVIEWNEWS.COM akan menayangkan tulisan tersebut secara berimbang sebagai bagian dari hak jawab.

BACA JUGA :  Kongres Ke-1 Serikat Buruh Migran KSBSI Tetapkan Yatini sebagai Ketua Umum
spot_img
Must Read
spot_img
Populer
spot_img