spot_img
spot_img
Sabtu, Oktober 10, 2026
BerandaNewsKapolri Suyudi Bicara Amanah di Mimbar Jumat, Pengamat Soroti Pentingnya Reformasi Perilaku...

Kapolri Suyudi Bicara Amanah di Mimbar Jumat, Pengamat Soroti Pentingnya Reformasi Perilaku Polri

spot_img

Kapolri Suyudi Bicara Amanah di Mimbar Jumat, Pengamat Soroti Pentingnya Reformasi Perilaku Polri

INDOVIEWNEWS.COM– Kapolri Jenderal (Polri) Suyudi Ario Seto menekankan pentingnya kerendahan hati, tanggung jawab, dan amanah saat menjadi khatib salat Jumat di Masjid Al-Ikhlas, Markas Besar Kepolisian Negara Republik Indonesia (Mabes Polri), Jumat (9/10/2026).

Pesan tersebut mendapat perhatian dari pengamat intelijen dan geopolitik Amir Hamzah. Ia menilai, penekanan terhadap nilai-nilai keislaman yang bersifat universal, terutama menjaga amanah dan menjauhi kesombongan, perlu diterjemahkan menjadi perilaku nyata seluruh anggota Polri dalam menjalankan tugas.

Menurut Amir, kehadiran Kapolri sebagai khatib salat Jumat menunjukkan bahwa nilai-nilai agama dapat menjadi bagian dari pesan moral yang disampaikan kepada jajaran kepolisian. Pesan itu tidak berhenti pada kegiatan keagamaan, tetapi semestinya menjadi pedoman dalam melaksanakan tanggung jawab sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

“Menjadi khatib Salat Jumat menunjukkan sosok religius Kapolri Suyudi. Ketika Kapolri menyampaikan pentingnya rendah hati dan menjaga amanah, pesan itu harus menjadi pegangan seluruh anggota Polri. Jabatan dan pangkat bukan alasan untuk merasa lebih tinggi daripada masyarakat,” ujar Amir Hamzah kepada wartawan, Sabtu (10/10/2026).

BACA JUGA :  MK Putuskan Nasib Gibran, Pengamat: Konflik Internal Bisa Mengarah ke Perebutan Kursi Wapres

Ia mengatakan, amanah dalam perspektif Islam memiliki makna luas, termasuk kejujuran, tanggung jawab, dan komitmen untuk tidak menyalahgunakan kewenangan. Nilai-nilai tersebut relevan dengan tugas kepolisian yang memberikan anggota Polri kewenangan besar dalam penegakan hukum dan pelayanan publik.

Karena itu, Amir menilai pesan Kapolri tersebut perlu diwujudkan melalui sikap antikorupsi, penolakan terhadap penyalahgunaan jabatan, serta pelaksanaan tugas secara profesional dan bertanggung jawab.

“Kalau jabatan dipahami sebagai amanah, anggota Polri harus menjauhi korupsi, tidak menyalahgunakan kekuasaan, dan tidak menggunakan kewenangannya untuk kepentingan pribadi. Amanah harus dibuktikan melalui tindakan, bukan hanya ucapan,” katanya.

Amir menegaskan, nilai-nilai keislaman yang universal seperti kejujuran, keadilan, kerendahan hati, dan tanggung jawab dapat diterapkan oleh setiap anggota Polri tanpa memandang pangkat maupun jabatan.

Dalam menjalankan tugas, anggota kepolisian berhadapan langsung dengan berbagai persoalan masyarakat. Oleh sebab itu, sikap menghormati warga, mendengarkan pengaduan, memberikan pelayanan secara adil, serta menindaklanjuti laporan dengan profesional merupakan bentuk konkret dari tanggung jawab tersebut.

BACA JUGA :  Pengamat: Prabowo Diprediksi Reshuffle Kabinet Sebelum 20 Oktober, Bersihkan Wajah Rezim Lama

Menurut Amir, masyarakat tidak hanya menilai institusi kepolisian dari pernyataan pimpinan atau kegiatan seremonial. Kepercayaan publik juga dibangun melalui pengalaman masyarakat ketika berhadapan langsung dengan aparat kepolisian.

Ia berpandangan, pesan tentang kerendahan hati harus tercermin dalam cara anggota Polri memperlakukan masyarakat. Tidak boleh ada sikap arogan, diskriminatif, atau tindakan yang membuat warga merasa takut menyampaikan pengaduan.

“Polisi harus hadir untuk membantu masyarakat. Jangan sampai pangkat dan seragam membuat seorang anggota merasa bisa bertindak semaunya. Semakin besar kewenangan yang dimiliki, semakin besar pula tanggung jawabnya,” ujar Amir.

Amir juga menyoroti pentingnya mewujudkan semangat Polri bersama rakyat dalam pelaksanaan tugas kepolisian di seluruh Indonesia.

Menurut dia, kedekatan antara kepolisian dan masyarakat harus terlihat dalam pelayanan sehari-hari, penegakan hukum yang adil, keterbukaan terhadap kritik, serta kesediaan memperbaiki kekurangan institusi.

Ia menilai, hubungan Polri dengan masyarakat tidak cukup dibangun melalui slogan. Semangat kebersamaan harus diwujudkan melalui tindakan nyata, termasuk respons cepat terhadap pengaduan, perlindungan terhadap warga, dan penanganan perkara tanpa membeda-bedakan latar belakang seseorang.

BACA JUGA :  Eks Direktur E BAIS: Jokowi Ingin Bangun Kerajaan Politik, PSI Disiapkan untuk Amankan Keluarga

“Tagline Polri bersama masyarakat harus dijalankan oleh seluruh jajaran kepolisian di Indonesia. Masyarakat harus merasakan kehadiran polisi ketika membutuhkan perlindungan dan keadilan,” kata Amir.

Ia menambahkan, setiap anggota Polri memiliki tanggung jawab untuk menjaga kepercayaan publik. Ketika terjadi pelanggaran oleh anggota, penanganannya harus dilakukan secara profesional dan transparan sesuai ketentuan yang berlaku.


DISCLAIMER : Khusus berita OPINI dalam Rubrik/Kanal OPINI adalah media masyarakat dalam menyampaikan tulisannya, sehingga setiap berita opini di kanal OPINI sepenuhnya menjadi tanggung jawab PENULIS. Oleh karenanya INDOVIEWNEWS.COM terbebas dari segala macam bentuk tuntutan. Jika ada pihak yang berkeberatan atau merasa dirugikan dengan tulisan OPINI, maka sesuai dengan undang-undang pers bahwa pihak tersebut dapat memberikan hak jawabnya kepada PENULIS OPINI atau dapat dikirimkan kepada redaksi INDOVIEWNEWS.COM melalui email yang tertera dalam box redaksi kami. nantinya redaksi INDOVIEWNEWS.COM akan menayangkan tulisan tersebut secara berimbang sebagai bagian dari hak jawab.

BACA JUGA :  HUT TNI ke-81, Imparsial Soroti “Involusi Profesionalisme Militer”
spot_img
Must Read
spot_img
Populer
spot_img